A. KONSEP DASAR
1. Definisi
Gangguan orientasi realita adalah ketidakmampuan klien menilai dan merespon pada realitas. Klien tidak bisa membedakan rangsangan internal dan eksternal, tidak dapat membedakan lamunan dan kenyataan. Klien tidak mampu memberi respon secara akurat, sehingga tampak perilaku yang sukar dimengerti dan mungkin menakutkan.
Salah satu bentuk perilaku yang berhubungan dengan gangguan orientasi adalah halusinasi. Halusinasi adalah persepsi klien terhadap lingkungan tanpa stimulus yang nyata artinya klien menginterpretasikan sesuatu yang nyata tanpa stimulus / ransangan dari luar (eksternal).
2. Rentang Respon Neurobiologis
RENTANG RESPON NEUROBIOLOGIS
Respon adaptif Respon Mal Adaptif
Pikiran logis Pikiran kadang menyimpang Kelainan pikiran delusi
Persepsi akurat ilusi Halusinasi
Emosi konsisten Reaksi emosional berlebihan Ketidakmampuan untuk
dengan pengalaman mengalami
atau kurang
Perilaku sesuai Perilaku ganjil atau tak lazim Emosi
Hubungan sosial Menarik diri Ketidakteraturan
Isolasi sosial
3. Faktor Prediposisi dan Presipitasi
- Faktor Predisposisi
- Teori Biologi
Teori ini mengidentifikasi faktor genetik yang mungkin terlihat dalam perkembangan suatu kelainan psikologis (Riwayat keluarga dengan kelainan yang sama).
Kelainan skizofrenia yang merupakan kecacatan sejak lahir, terjadi pada hypothalamus otak atau terdapat kekacauan sel-sel pyramidal dalam otak.
Teori biokimia, terjadi peningkatan dopamine neurotransmitter yang diperkirakan menghasilkan gejala-gejala peningkatan aktifitas yang berlebihan dan pemecahan asosiasi yang umumnya ditemukan pada psikisis.
- Teori Psikososial
Teori system keluarga, terjadi disfungsi perkembangan keluarga dimana terjadi konflik antara orang tua yang mempengaruhi anak.
Teori interpersonal, hubungan orang tua dengan anak yang pernah dengan ansietas. Bila diperhatiakan maka konsep diri maka akan mengalam ambivalens.
- Teori psikodinamik, mekaisnisme pertahanan ego pada waktu terjadi ansietas berat yang maladaptife.
- Faktor Presipitasi
- Teori Biologi
- Penelitian tentang penciptaan otak menunjukkan keteralihatan orak yang luas dalam perkembangan skizofrenia lesi pada area frontal, temporal dan limbus paling berhubungan dengan prilaku psikotik.
- Beberapa kimia otak dikaitkan dengan skizofrenia, penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
- Dopemine neuro transmitter yang berlebihan.
- Ketidak seimbangan antara dopamine dan neuro transmitter lain.
- Masalah-masalah pada system dopamine.
- Teori Psikologis
- Sosial Budaya
Situasi yang berkembang dimasyarakat dapat berpengaruh terhadap tingkah laku seseorang disingkirkan dari lingkungan selanjutnya akan berakibat kesepian dan stres ada akhirya tidak teratasi, stress yang menumpuk dapat menunjukkan terjadinyanya skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya
- Kehilangan
Kehilangan orang yang dicintai, kehilangan cinta, fungsi fisik, kedudukan, harga diri dapat mencetuskan terjadinya gangguan persepsi individu menganggap sesuati yang telah hilang itu masih ada. Sehingga mengakibatkan seseorang lari dari kenyataan dunia nyata.
- Kekacauan pola komunikasi dalam keluarga
Tidak ada hubungan saling percaya terbuka sesama anggota keluarga serta tidak adanya rasa saling menghargai dapat dipengaruhi persepsi seseorang. Gangguan pada persepsi ini lama kelamaan akan mencetuskan terjadinya halusinasi.
4. Proses Terjadinya Halusinasi
BIOLOGI
PSIKOLOGI
SOSIAL BUDAYA
- Gangguan perkembangan otak frontal dan temporal, lesi dan kortek frontal temporal, limbic
- Gangguan tumbuh kembang pada masa perinatal dan neonatal, anak-anak
- Kembar 1 telur berisiko 2 telur
- Pengaruh ortu yang overprotektif
- Hubungan dengan ayah yang tidak adekuat atau perhatian yang berlebihan
- Konflik perkawinan
- Komunikasi perkawnan
- Komunikasi double bind
- Pola asuh yang tidak adekuat
- Koping maladaptive
- Gangguan identitas
- Ketidak mampuan mencapai cita-cita
- Kemiskinan
- Ketidakmampuan
- Sosbud
- Hidup terisolasi
- Stress yang menumpuk
- Tinggal di ibu kota
DAFTAR PUSTAKA
- Stuart GW, Sundeen, Buku Saku Keperawatan Jiwa, Jakarta : EGC, 1998
- Keliat Budi Ana, Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa, Edisi I, Jakarta : EGC, 1999
- Aziz R, dkk, Pedoman Asuhan Keperawatan Jiwa Semarang : RSJD Dr. Amino Gonohutomo, 2003
- Tim Direktorat Keswa, Standar Asuhan Keperawatan Jiwa, Edisi 1, Bandung, RSJP Bandung, 2000
| Attachment | Size |
|---|---|
| 176.55 KB |

