PERILAKU MANIPULATIF DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Pernahkah anda melakukan perilaku manipulatif? Atau bahkan anda yang menjadi korban perilaku manipulatif? Tn X merupakan seorang karyawan ditempat kerjanya ia memiliki rekan kerja yang tidak disukainya karena kurang dapat bekerjasama. Suatu saat Tn X melakukan suatu kesalahan di tempat kerjanya, tetapi dirinya  menyalahkan rekan yang lain atas kesalahan yang dia perbuat. Tn X terus menerus menampilkan dirinya sebagai orang yang memiliki banyak masalah dan sebagai korban. Tn X membuat rekannya bertanggungjawab atas kesalahan tersebut. Tn X membuat orang-orang disekitarnya percaya bahwa itu adalah kesalahan rekannya tersebut. Perilaku Tn X merupakan contoh perilaku manipulative sekaligus playing victim. 

Siapa saja dapat berpotensi untuk menjadi pelaku ataupun korban perilaku manipulative. Perilaku manipulatif yaitu sikap atau upaya yang dilakukan seseorang bertujukan untuk memanipulasi orang lain agar keinginannya dapat tercapai. Perilaku ini dapat kita temui dalam keseharian kita, baik di rumah, di tempat kerja, lingkungan sekitar ataupun pada orang-orang terdekat kita. Terdapat beberapa alasan mengapa seseorang berperilaku manipulatif, yaitu untuk melindungi ego mereka, mendapatkan apa yang mereka inginkan, serta menghindari tanggung jawab atau konsekuensi atas tindakan mereka. Sementara itu, orang yang menjadi korban manipulatif sering kali menjadi bingung dan merasa tidak yakin atas apa yang harus dilakukan atau dipikirkan, sehingga pada akhirnya kerap meminta maaf untuk sesuatu yang sebenarnya bukan menjadi kesalahannya. 

Perilaku manipulatif juga merupakan tindakan yang kerap terjadi pada sebuah hubungan tidak sehat atau toxic relationship. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu terjadinya gangguan mental pada korban perilaku manipulatif, seperti depresi. Adapun penyebab seseorang melakukan perilaku manipulatif belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya antara lain :

• Pola asuh orang tua yang kurang tepat.

• Mekanisme koping yang tidak sehat.

• Adanya gangguan kepribadian, seperti borderline personality disorder atau gangguan kepribadian antisosial.

Kita juga perlu mengetahui ciri-ciri dan sikap manipulatif seperti : 

• Menggunakan emosi orang lain dan memanfaatkan perasaan takut, bersalah, kecemasan orang lain agar dapat mengendalikan mereka.

• Menyembunyikan fakta atau berbohong. Orang yang manipulatif sering melakukan kebohongan serta menyembunyikan fakta supaya keinginan dan tujuannya dapat tercapai.

• Menggunakan tipu muslihat dengan memakai kata-kata yang indah berupa pujian palsu agar orang lain percaya kepada pelaku manipulative tersebut.

• Membuat orang lain merasa bersalah dan merasa bertanggung jawab atas tindakan mereka, meskipun orang tersebut tidak melakukan kesalahan.

• Tidak mengakui kesalahan: Pelaku manipulatif seringkali enggan mengakui kesalahan, justru menyalahkan orang lain atas kesalahan yang ia perbuat. 

• Sering memaksakan kehendak kepada orang lain, meskipun orang lain tidak menginginkannya. 

• Mengabaikan perasaan ataupun kekhawatiran orang lain. 

• Melakukan Intellectual Bullying seperti perundungan yang dilakukan dengan cara memaparkan fakta atau data mengenai suatu hal yang tidak dikuasai oleh korban secara berlebihan. Perundungan tersebut biasanya dilakukan oleh pelaku manipulatif dengan tujuan membuat korban merasa tidak mampu dan tidak berdaya dalam mengambil sebuah keputusan.

• Membuat lelucon yang cenderung menyinggung orang Lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperlihatkan kelemahan korban dihadapan khalayak umum, sehingga korban merasa lebih rendah dan tidak nyaman di hadapan orang lain. Adapun tujuan pelaku melakukan hal tersebut adalah supaya ia terlihat lebih hebat dan berkuasa dibandingkan dengan korbannya. Hal ini membuat korban merasa lemah dan tidak berdaya.

Lalu apa yang dapat dilakukan bila kita berhadapan dengan orang dengan perilaku manipulatif ? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain: jangan membuat keputusan terburu-buru, hindari membuat keputusan dibawah tekanan oranglain, jaga jarak emosional dari pribadi yang terus menerus memanfaatkan kelemahan kita, diskusikan situasi dengan orang yang terpercaya untuk mendapatkan perspektif baru, dan selalu ingat bahwa kita memiliki hak untuk menolak atau mengatakan tidak terhadap orang tersebut tanpa merasa bersalah. 

Teruntuk bagi anda yang sering melakukan perilaku manipulatif terhadap orang lain dalam kehidupan sehari-hari, perlu disadari bahwa itu merupakan perilaku yang tidak baik karena dapat merugikan orang-orang disekitar anda. Segera lakukan evaluasi diri sendiri. Sebisa mungkin ubahlah perilaku tersebut. Bila tidak mampu untuk merubahnya, atau bahkan merasa senang serta bangga dapat melakukan perilaku manipulatif tersebut, maka sudah waktunya bagi anda untuk meminta bantuan psikolog ataupun tenaga profesi kesehatan jiwa yang lainnya. 

 

Sumber Pustaka 

- Dianah Siti. Kekuatan Manipulasi. Gramedia. 2020

- Simon George. In Sheep’s Clothing Understanding and Dealing With Manipulative People. 2020

- Wijaya Chandra. Perilaku Organisasi. Editor: Nasrul Syakur Chaniago. LPPPI. 2017.

- Williams James. Dark Psychology The Practical Uses And Best Defenses Of Psycological Warfare In Everyday Life. 2019.

 

 

Penulis: 
Nurhayati, S.Kep, Ners.
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

Artikel

15/12/2025 | Ns. Hendra, S.Kep
15/12/2025 | Rakhmawati Tri Lestari, S.Psi., M.Psi
15/12/2025 | Sandi, S. Kep, Ners
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori