PERAN MENJADI CAREGIVER

Caregiver merupakan peran sebagai pemberi asuhan keperawatan dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar pada lansia lalu dievaluasi sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Caregiver biasa disebut juga dengan istilah sebagai pelaku rawat yang memberikan perawatan atau dukungan pada orang lain yang memiliki. Menjadi seorang caregiver dapat menimbulkan ketegangan, tekanan, dan memicu rasa terbebani. Kondisi tersebut yang kemudian berdampak pada penurunan kualitas hidup. Caregiver tidak terbatas hanya pada pengasuh atau tenaga kesehatan yang bekerja secara profesional, melainkan juga meliputi orang tua dan anggota keluarga lain yang bisa dan mampu untuk merawat dan menjaga klien selama proses perawatan .

A. Jenis - Jenis Caregiver

  1. Caregiver formal merupakan individu yang menerima bayaran untuk memberikan perhatian, perawatan dan perlindungan kepada individu yang mengalami sakit.
  2. Caregiver informal merupakan individu yang menyediakan bantuan untuk individu lain dan masih memiliki hubungan keluarga dekat dengannya antara lain, keluarga, teman atau tetangga dan biasanya tidak menerima bayaran.

 B. Peran / Tugas Caregiver 

  1. Physical Care yaitu memberikan makanan, mengganti pakaian, memotong kuku dll.
  2. Social Care yaitu membatu pasien di dalam melakukan kegiatan sosial seperti pergi ke tempat hiburan serta bertindak sebagai sumber informasi dari seluruh dunia diluar perawatan di rumah.
  3. Emotional care yaitu menunjukkan kepedulian, cinta dan kasih sayang kepada pasien yang tidak selalu menunjukkan ataupun dikatakan namun ditunjukkan melalui tugas lain yang dikerjakan.
  4. Quality Care yaitu memantau tingkat keperawatan, standar pengobatan dan indikasi kesehatan serta berurusan dengan masalah yang timbul.

C. Manfaat Menjadi Caregiver

  1. Menimbulkan rasa kasih sayang dan kedekatan dengan individu (orang yang diberi perawatan)
  2. Membantu finansial
  3. Perspektif yang lebih luas mengenai stres
  4. Meningkatkan pengertian pada penerimaan perawatan
  5. Meningkatkan perasaan berguna dan kelayakan diri
  6. Meningkatkan hubungan yang lebih harmonis antara caregiver dengan klien.

D. Kebutuhan Caregiver Dalam Merawat Pasien

  1. Kebutuhan tahu tentang diagnosa pasien yang dirawat Kebutuhan utama adalah caregiver perlu mengetahui tentang diagnosa pasien yang dirawat, mengetahui tentang informasi penyakit dan tentang kebutuhan yang berubah pada orang yang mengalami penyakit tersebut.
  2. Mengerti tentang penyakit pasien Caregiver dituntun paham dengan tanda gejala dari penyakit pasien yang dirawat serta membutuhkan pelatihan tentang diagnosa dari penyakit pasien yang sedang rawat, sehingga caregiver paham bagaimana cara pemberian terapi dan cara menangani keluhan dan gejala yang timbul atau yang dirasakan oleh pasien.
  3. Kebutuhan dukungan emosional
  4. Kebutuhan bantuan akan jasa sosial

E. Dampak Menjadi Caregiver

  1. Kurangnya kontak social
  2. Tidak mendapatkan waktu untuk sendiri atau melakukan aktivitas rekreasi
  3. Meningkatkan kemungkinan menyerah terhadap tanggung jawab pekerjaan
  4. Meningkatkan risiko mengalami depresi
  5. Meningkatkan perasaan marah, bersalah, kesedihan, kecemasan, depresi, keadaan tidak berdaya, keletihan kronis dan kelelahan emosional
  6. Kesehatan fisik lebih lemah jika dibandingkan dengan orang yang tidak menjadi caregiver.

 

F. Dampak Dari Kebutuhan Caregiver Yang Tidak Terpenuhi

  1. Beban caregiver (Caregiver Burden) Caregiver melaporkan beban tertinggi kemungkinan besar adalah karena berpendidikan rendah, untuk hidup dengan klien dan mereka berasumsi tidak ada pilihan untuk peran caregiver. Sebagian besar caregive  melaporkan memiliki waktu kurang untuk keluarga dan teman, meningkatnya stres emosional, dan melalaikan perawatan diri sendiri.
  2. Pengaruh kesehatan (Helath Effects) Risiko terbesar adalah menyakiti diri mereka sendiri. Caregiver memiliki taksiran tertinggi pada insomnia dan depresi, risiko dari sakit yang serius dan mungkin kurang untuk mengikut sertakan pencegahan kesehatan.
  3. Beban keuangan (Financial Burden) Banyak caregiver mengatur jadwal bekerja mereka, meninggalkan dan ketidakhadiran, atau berkurang beberapa jam seperti sebuah hasil dari tanggung jawab.
  4. Persiapan yang kurang (Inadequate Preparation) Sebagian besar caregiver merasa kurang persiapan pada pelatihan untuk kemampuan praktik mereka, tidak pernah menerima pendidikan formal dalam caregiving.

 

Daftar Pustaka

Diakses Pada 01 November 2022. https://eprints.umm.ac.id/75695/3/BAB%20II.pdf

Diakses Pada 01 November 2022. https://www.sehatq.com/artikel/memahami-caregiver-adalah-dan-perbedaannya-dengan-perawat

DiaksesPada01November2022.http://siakpel.bppsdmk.kemkes.go.id:8102/akreditasi_kurikulum/kurikulum_...

 

Penulis: 
Sylvia molina,AMK
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

ArtikelPer Kategori