PENYALAHGUNAAN NAPZA; DAMPAK BURUK DAN REHABILITASI

Napza merupakan akronim dari narkotika, phisikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza), secara umum Napza adalah zat-zat kimiawi yang apabila dimasukkan kedalam tubuh baik secara oral (diminum, dihisap, dihirup dan disedot) maupun disuntik, dapat memengaruhi pikiran, suasana hati, perasaan dan perilaku seseorang,hal ini dapat menimbulkan gangguan keadaan sosial yang ditandai dengan indikasi negatif, waktu pemakaian yang panjang dan pemakaian yang berlebihan.
Penyalahgunaan napza adalah penggunaan salah satu atau beberapa jenis napza secara berkala atau teratur di luar indiaksi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial. Penyalahgunaan napza di Indonesia saat ini, sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan, bukan hanya dikalangan remaja, di perkotaan bahkan sudah sampai menjalar ke kalangan anak-anak dan remaja di pedesaan.
Ketergantungan napza adalah keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis sehingga tubuh memerlukan jumlah napza yang makin bertambah, apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus zat.

Berdasarkan hasil survey penyalahgunaan napza di indonesia tahun 2017 oleh executive summary survei BNN, di dapatkan data :
a. 59 % atau sekitar 1.991.909 orang penyalahgunaan napza merupakan kelompok pekerja.
b. 24 % atau sekitar 810,267 orang penyalahgunaan napza merupakan kelompok pelajar
c. 17 % atau sekitar 573.939 orang penyalahgunaan napza merupakan kelompok populasi umum
Sedangkan Angka prevalensi nasional tahun 2019 penyalahgunaan napza yang di dapat dari data BNN dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI, di dapatkan data :
a. 240 dari 10,000 penduduk indonesia berumur 15 – 64 tahun terpapar pernah memakai narkoba, atau sekitar 2,40 % (4.534.744 jiwa)
b. 180 dari 10.000 penduduk Indonesia berumur 15 – 64 tahun terpapar memakai narkoba selama satu tahun terakhir, atau sekitar 1,80 % (3.419.188 jiwa)

Seseorang yang terjerumus kedalam penyalahgunaan napza biasa di sebabkan beberapa faktor, antara lain :
a. Faktor Individu
Tiap individu memiliki perbedaan tingkat resiko untuk menyalahgunakan Napza. Faktor yang memengaruhi individu terdiri dari faktor keperibadian dan faktor konstitusi
b. Coba-coba
Merasa tertarik dengan efek yang ditimbulkan oleh suatu zat yang dilarang, seseorang dapat memiliki rasa ingin tahu yang kuat untuk mencoba zat terlarang tersebut. Tanpa disadari oleh pengguna yang awalnya coba-coba itu dia akan menjadi ketagihan dan akan melakukannya lagi berulang-ulang tanpa bisa berhenti.

c. Ikut-ikutan
Orang yang sudah menjadi korban mungkin akan berusaha mengajak orang lain yang belum terkontaminasi narkoba agar ikut merasakan penderitaan yang dirasakannya. Pengedar dan pemakai biasanya pertama akan memberikan secara gratis barang haram itu. Seeorang yang melihat orang lain lagi asyik memakai zat terlarang bisa jadi akan mencoba mengikuti gaya pemakai tersebut termasuk menyalahgunakan tempat umum untuk menikmati zat terlarang tersebut.
d. Untuk melupakan masalah
Orang yang dirundung banyak masalah dan ingin lari dari masalah dapat terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, mereka berniat lari dari masalah meskipun Cuma sesaat. Zat terlarang dapat membantu seseorang untuk melupakan masalah dan mengejar kenikmatan dengan jalan menggunakan narkoba yang menyebabkan halusinasi atau khalayan yang menyenangkan.
e. Gaya
Zat terlarang jenis tertentu dapat membuat pemakainya lebih berani, keren,
percaya diri, kreatif, santai dan sebagainya. Jelas bagi orang yang ingin disebut gaul
oleh golongan atau kelompok dia harus memakai zat tersebut.

Dampak buruk penyalahgunaan napza bagi kesehatan antara lain :
1. Dampak Tidak Langsung
- Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun
- Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
- Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
- Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
- Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
- Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
- Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin
2. Dampak langsung
- Gangguan pada jantung
- Gangguan pada hemoprosik
- Gangguan pada traktur urinarius
- Gangguan pada otak
- Gangguan pada tulang
- Gangguan pada pembuluh darah
- Gangguan pada endorin
- Gangguan pada kulit
- Gangguan pada sistem syaraf
- Gangguan pada paru-paru
- Gangguan pada sistem pencernaan
- Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll
3. Dampak bagi Kejiwaan atau mental.
- Menyebabkan depresi mental.
- Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik.
- Menyebabkan bunuh diri
- Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.
- Menyebabkan depresi

Untuk mencegah dan menanggulangi semakin mewabahnya kasus penyalahgunaan napza di butuhkan kerjasama semua pihak, strategi yang bisa kita terapkan antara lain:
1. Mendorong masyarakat menjadi imun narkoba, yaitu mempertahankan kondisi masyarakat yang belum menggunakan napza agar tetap tidak menggunakan/menyalah gunakan napza.
2. Membantu korban penyalahgunaan napza agar pulih kembali, yaitu memulihkan atau menyembuhkan warga masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan napza dan mengupayakan tidak relapse,salah satunya dengan cara rehabilitasi
3. Memberantas jaringan peredaran gelap narkoba, termasuk memberantas produksi dan sindikat/jaringan peredaran gelap narkoba.
4. Menggalakkan promosi tentang menghindari kebiasaan merokok, nongkrong malam dan bermain game, karena merupakan perilaku paling beresiko terhadap penyalahgunaan napza
Untuk membantu pemerintah dalam penanganan penyalahgunaan napza, kita juga harus pro aktif dalam memberikan pengetahuan dan saran kepada masyarakat yang anggota keluarganya terpapar penyalahgunaan napza, agar mau mengikuti program terapi rehabilitasi, baik punya pemerintah ataupun punya kelompok masyarakat.
Rehabilitasi selain bertujuan untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan napza juga agar bekas pecandu dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. Manfaat dari rehabilitasi juga membuat seseorang menyadari potensi-potensinya dan selanjutnya melalui sarana dan prasarana yang diberikan kepadanya berusaha mewujudkan atau mengembangkan potensi-potensi tersebut secara maksimal untuk dapat melaksanakan fungsi sosialnya pada taraf yang optimal.
Marilah kita bersama sama mewujudkan masyarakat Bangka Belitung bebas narkoba, agar pembangunan manusia dan sumber daya dapat berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua.
BERANI KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA

Penulis: 
SAPRI RAHMAN, S,Kep Ners
Sumber: 
perawat Rehab Napza UPTD RSJD DINKES PROV BABEL

Artikel

13/01/2022 | Roesmala Dewi,AMK
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori