PENTINGNYA PENCAHAYAAN DI TEMPAT KERJA

 

Pernahkah anda merasakan lelah di sekitar bagian mata atau bahkan hingga mengalami sakit kepala saat sedang bekerja? Sebenarnya kondisi itu adalah tanda bahwa penerangan di ruangan anda tidak cukup baik.

Dengan tingkat penerangan yang terlalu tinggi atau malah terlalu rendah bisa membuat para pekerja terpaksa untuk membungkuk badan mereka dan mencoba memfokuskan penglihatan mereka.

Hal ini dapat menimbulkan masalah pada punggung dan mata dalam jangka panjang dan dapat memperlambat pekerjaan mereka.

Untuk mencegah atau mengurangi potensi kerugian dari penerangan yang buruk, maka penerangan di tempat kerja harus memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan. Penerangan yang baik dan sesuai sangat penting untuk peningkatan kualitas dan produktivitas.

Dalam laporan ILO (International Labour Organization/Organisasi Buruh Internasional) berjudul Physical Hazards Indoor Workplace Lighting, ada beberapa ketentuan penerangan yang baik di tempat kerja.

  1. Manfaatkan pencahayaan siang hari di tempat kerja.
  2. Pilih latar belakang visual yang sesuai (dinding, langit-langit, dll.)
  3. Pilih tempat kerja terbaik berdasarkan sumber cahaya dan hindari silau.
  4. Gunakan pencahayaan tambahan yang paling sesuai.
  5. Hindari bayangan.
  6. Lakukan pembersihan dan pemeliharaan lampu dan jendela secara rutin.

Mengapa penerangan yang baik di tempat kerja sangat penting?

Dilansir ilo.org, mayoritas pekerja mengaku penerangan yang buruk di tempat kerja mengakibatkan mata lelah, kelelahan kerja (fatigue), sakit kepala, stres, dan kecelakaan kerja. Di sisi lain, penerangan berlebih juga berpengaruh pada keselamatan dan kesehatan pekerja seperti silau, sakit kepala dan stres.

Seperti sudah dibahas pada paragraf sebelumnya, berbagai studi menunjukkan bahwa pencahayaan yang baik di tempat kerja dapat berdampak baik pada peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, dan pengurangan kesalahan kerja. Inilah yang membuat penerangan yang baik di tempat kerja sangat penting diperhatikan manajemen.

Perlu Anda pahami, dalam perbaikan penerangan di tempat kerja bukan berarti Anda harus memasang banyak lampu di setiap ruangan kerja karena hal itu belum tentu efektif. Kebanyakan industri atau pabrik mengombinasikan penerangan alami dan buatan untuk menciptakan penerangan yang lebih baik. Sayangnya, masih banyak juga manajemen yang kurang memperhatikan bahwa setiap jenis pekerjaan atau area kegiatan memerlukan tingkat penerangan yang berbeda pula.

Faktor apa saja yang memengaruhi penerangan di tempat kerja?

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi penerangan di tempat kerja antara lain:

·         Ukuran ruangan − ruangan yang luas akan lebih efisien dalam pemanfaatan cahaya daripada ruang yang sempit.

·         Kontras − perbedaan antara kecerahan benda yang kita lihat dengan kecerahan permukaan di sekitarnya. Semakin besar kontras, semakin mudah kita melihat atau mengenali benda tersebut. Di ruang dengan tingkat penerangan rendah, kontras semakin berkurang pula.

·         Luminensi (luminance) − intensitas cahaya yang dipancarkan, dipantulkan, dan diteruskan oleh satu unit bidang yang diterangi. Luminensi yang terlalu besar akan menimbulkan kesilauan pada mata.

·         Ketajaman penglihatan − kemampuan mata untuk membedakan bagian detail dari objek permukaan yang halus. Ketajaman penglihatan akan bertambah bersamaan dengan meningkatnya perbedaan luminensi antara objek dan lingkungan sekitar. Ketajaman penglihatan akan lebih baik jika objek yang diamati berwarna gelap dan latar belakangnya berwarna terang.

 

Apa dampak penerangan yang kurang atau berlebih bagi pekerja?

Efek intensitas penerangan yang kurang maupun berlebih terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, antara lain :

·         Kelelahan mata − ditandai iritasi pada mata, penglihatan ganda, daya akomodasi menurun, sakit kepala, ketajaman melihat menurun, kepekaan kontras dan kecepatan persepsi menurun.

·         Kelelahan syaraf − ditandai gerakan yang lamban, gangguan pada fungsi motorik dan psikologis.

·         Kesilauan (glare) − cahaya yang tidak diinginkan yang berada dalam jangkauan penglihatan, yang menyebabkan ketidaknyamanan, gangguan, kelelahan mata atau gangguan penglihatan. Terdapat tiga jenis kesilauan yang mengakibatkan gangguan penglihatan, yakni disability glarediscomfort glare, dan reflected glare.

·         Masalah kesehatan lainnya seperti kelelahan kerja (fatigue), stres, kelelahan mental (sakit kepala, menurunnya daya konsentrasi dan kecepatan berpikir).

·         Meningkatkan risiko kecelakaan kerja. 

 

Apakah penerangan di tempat kerja memiliki Nilai Batas Ambang (NAB)? Tingkat penerangan seperti apa yang dianjurkan untuk setiap area kerja atau jenis kegiatan?

Ya, sama seperti kebisingan, getaran, dan bahaya faktor fisik lainnya, penerangan atau pencahayaan juga memiliki Nilai Batas Ambang (NAB). Kep-Menkes RI No. 1405/Menkes/SK/XI/2002 menentukan intensitas cahaya di ruang kerja minimal 100 lux.

Berikut pencahayaan minimal yang dibutuhkan menurut jenis kegiatannya:

1.        Pekerjaan kasar & tidak terus menerus, membutuhkan tingkat Pencahayaan Minimal : 100 Lux. Jenis kegiatannya adalah Ruang penyimpanan & ruang peralatan/instalasi yang memerlukan pekerjaan yang kontinyu.

2.        Pekerjaan kasar & terus menerus, membutuhkan tingkat Pencahayaan Minimal 200 Lux. Jenis kegiatannya adalah Pekerjaan dengan mesin & perakitan kasar.

3.        Pekerjaan rutin, membutuhkan tingkat Pencahayaan Minimal : 300 Lux. Jenis kegiatannya adalah Pekerjaan kantor/administrasi, ruang kontrol, pekerjaan mesin & perakitan/penyusun.

4.        Pekerjaan agak halus, membutuhkan tingkat Pencahayaan Minimal : 500 Lux. Jenis kegiatannya adalah Pembuatan gambar atau bekerja dengan mesin kantor pekerja pemeriksaan atau pekerjaan dengan mesin.

5.        Pekerjaan halus, membutuhkan tingkat Pencahayaan Minimal : 1000 Lux. Jenis kegiatannya adalah Pemilihan/warna, pemprosesas, tekstil, pekerjaan mesin halus & perakitan halus.

6.        Pekerjaan amat halus, membutuhkan tingkat Pencahayaan Minimal : 1500 Lux (tidak menimbulkan bayangan). Jenis kegiatannya adalah Mengukir dengan tangan, pemeriksaan pekerjaan mesin dan perakitan yang sangat halus.

7.        Pekerjaan detil, membutuhkan tingkat Pencahayaan Minimal : 3000 Lux (tidak menimbulkan bayangan). Jenis kegiatannya adalah Pemeriksaan pekerjaan dan perakitan yang sangat halus

Apakah setiap perusahaan harus menyediakan penerangan darurat?

Setiap bangunan/ gedung bertingkat atau industri, terutama yang terdapat aktivitas pada malam hari harus menyediakan penerangan darurat. Penerangan darurat bukan hanya digunakan saat kebakaran tetapi untuk menerangi jalan keluar ketika terjadi kondisi darurat lainnya dan kegagalan daya/ listrik atau pencahayaan.

Penerangan darurat sangat penting ketika ada kegagalan pada pencahayaan normal. Diperlukan penerangan yang cukup cerah, menerangi dalam waktu yang cukup lama dengan posisi tertentu, sehingga penghuni gedung dapat dievakuasi dengan aman dalam keadaan darurat. Kebutuhan penerangan darurat ini tergantung pada penilaian risiko yang Anda lakukan.

Setiap penerangan darurat harus mempunyai kekuatan paling sedikit 5 lux dan diletakkan pada tempat-tempat yang tidak mungkin menimbulkan bahaya. Sistem penerangan darurat sebaiknya tersedia pada tempat-tempat berikut:

·         Setiap pintu keluar gedung

·         Tanda-tanda keluar darurat

·         Semua rute keluar darurat

·         Lift

·         Alat pemadam kebakaran

·         Titik/kotak telepon darurat

·         Setiap peralatan keselamatan atau mesin yang perlu ditutup dalam keadaan darurat

·         Setiap jalur keluar gedung.

 

Tindakan apa yang harus dilakukan agar penerangan memenuhi persyaratan kesehatan dan keselamatan?

Berikut tindakan yang sebaiknya Anda lakukan untuk menciptakan sistem penerangan yang baik di tempat kerja:

·         Pencahayaan alami maupun buatan diupayakan agar tidak menimbulkan kesilauan dan memiliki intensitas sesuai dengan peruntukannya

·         Kontras sesuai kebutuhan, hindarkan terjadinya kesilauan atau bayangan

·         Untuk ruang kerja yang menggunakan peralatan berputar dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu neon

·         Penempatan bola lampu dapat menghasilkan penyinaran yang optimum dan bola lampu harus sering dibersihkan

·         Menghindari penggunaan cat yang mengkilat (glossy paint) pada mesin atau meja dan tempat kerja

·         Menggunakan cahaya difusi (cahaya merata) untuk menyediakan atmosfer pekerjaan terbaik

·         Memilih tipe dan daya lampu yang tepat untuk ruang atau area kerja. Perihal tipe lampu, pilih tipe fluorescent untuk perkantoran dan tipe high pressure sodium atau metal halide untuk industri/ pabrik.  Gunakan lebih banyak lampu dengan daya kecil, daripada menggunakan lebih sedikit lampu dengan daya besar.

·         Lakukan modifikasi sistem pencahayaan yang sudah ada (bila diperlukan) seperti mengubah ketinggian lampu berdasarkan objek kerja, mengubah posisi lampu, menambah atau mengurangi jumlah lampu, mengganti jenis lampu, dll.

·         Lakukan modifikasi pekerjaan (bila diperlukan) seperti mengubah posisi kerja untuk menghindari bayangan, kesilauan, dan pantulan, membawa pekerjaan lebih dekat dengan mata sehingga objek terlihat jelas, dll. 

Jadi, pastikan setiap pekerja mendapatkan tingkat penerangan yang sesuai dengan pekerjaannya sehingga mereka tidak bekerja dengan posisi membungkuk atau memicingkan mata, yang bisa mengakibatkan masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Sumber:

http://nusantaratraisser.co.id/responsiveweb/blog/2019/07/31/pentingnya-pencahayaan-di-tempat-kerja/

https://glints.com/id/lowongan/pencahayaan-di-tempat-kerja/#.YKHL9xozZdI

http://nurfaizinyunus.blogspot.com/2015/03/pencahayaan-di-tempat-kerja_29.html

 

Penulis: 
NN
Sumber: 
k3

Artikel

18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori