PENGARUH SCREEN TIME TERHADAP KESEHATAN MATA

Pada era digital ini, penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, komputer, dan televisi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Screen time adalah waktu yang dihabiskan seseorang untuk menatap layar perangkat elektronik seperti smartphone, tablet, komputer, televisi, dan perangkat lainnya. 

Meningkatnya screen time telah menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada kesehatan, khususnya kesehatan mata. Kondisi ini dikenal dengan istilah Digital Eye Strain (DES) atau Computer Vision Syndrome (CVS), yang mencakup gejala-gejala seperti mata kering, penglihatan kabur, sakit kepala, dan kelelahan mata.

Pengaruh Screen Time terhadap kesehatan  diantaranya, adalah:

1. Mata Lelah (Asthenopia)

Terlalu lama menatap layar membuat otot mata bekerja secara terus-menerus untuk fokus. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan mata, rasa berat di sekitar mata, dan kesulitan untuk tetap fokus.

2. Mata Kering

Saat menatap layar, frekuensi kedipan mata menurun drastis, dari sekitar 15–20 kali per menit menjadi hanya 5–7 kali. Akibatnya, produksi air mata menurun dan mata menjadi kering serta iritasi.

3. Penglihatan Kabur Sementara

Paparan cahaya biru dari layar dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan fokus yang bersifat sementara. Pengguna sering mengalami kesulitan saat berpindah fokus dari layar ke objek yang lebih jauh.

4. Sakit Kepala dan Nyeri Leher

   Posisi duduk yang buruk dan ketegangan mata akibat screen time yang tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, nyeri leher, dan nyeri bahu.

5. Risiko Jangka Panjang

   Beberapa studi menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dalam jangka panjang dapat merusak retina dan meningkatkan risiko degenerasi makula terkait usia (age-related macular degeneration).

 

Cara Mengurangi pengaruh Negatif Screen Time antara lain :

1. Aturan 20-20-20 : 

Setiap 20 menit menatap layar kemudian  alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

2. Pencahayaan yang Tepat:

Hindari penggunaan layar di ruangan yang intensitas cahayanya terlalu gelap atau terlalu terang.

3. Gunakan Kacamata Anti-Cahaya Biru: 

Kacamata ini dapat membantu mengurangi paparan cahaya biru ke mata.

4. Sesuaikan Posisi Layar: 

posisi idealnya, bagian atas layar sejajar dengan mata dan berjarak sekitar 50–70 cm dari wajah.

5. Perbanyak Kedipan Mata dan Istirahat: 

Diperluka kesadaran untuk lebih sering berkedip dan mengambil jeda dari layar secara berkala.

 

Kesimpulan

Meningkatnya screen time berbanding lurus dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mata. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan kebiasaan sehat dalam penggunaan perangkat digital demi menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.

 

 

Daftar Pustaka

1. American Optometric Association. (2022). Computer Vision Syndrome. Retrieved from [https://www.aoa.org](https://www.aoa.org)

2. Sheppard, A. L., & Wolffsohn, J. S. (2018). Digital eye strain: prevalence, measurement and amelioration. BMJ Open Ophthalmology, 3(1), e000146. [https://doi.org/10.1136/bmjophth-2018-000146](https://doi.org/10.1136/bmjophth-2018-000146)

3. Rosenfield, M. (2016). Computer vision syndrome: a review of ocular causes and potential treatments. Ophthalmic and Physiological Optics, 36(5), 502-515. [https://doi.org/10.1111/opo.12313](https://doi.org/10.1111/opo.12313)

4. Zhang, Q., & Zhu, Y. (2020). Blue Light and the Eye: Current Research. Eye and Vision, 7(1), 1-8.

5. IAPB. (2021). Digital Eye Strain: What You Need to Know. International Agency for the Prevention of Blindness. Retrieved from [https://www.iapb.org](https://www.iapb.org)

 

 

 

 

 

 

Penulis: 
Nunu Nugraha, Amd.Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

ArtikelPer Kategori