PENCEGAHAN DAMPAK NEGATIF MEDIA SOSIAL BAGI KESEHATAN MENTAL REMAJA

Kesehatan jiwa seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tekanan dari lingkungan. Lingkungan yang dimaksud termasuk pergaulan di dunia maya seperti media sosial. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Gurpreet Rekhi (2019) pengguna media sosial didominasi oleh individu dengan usia muda, tingkat pendidikan yang tinggi dan tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Usia muda, tingginya tingkat pendidikan dan pendapatan seseorang dapat mempengaruhi aksesibilitas internet dan media sosial menjadi semakin tinggi.

Penggunaan media sosial menjadi suatu masalah ketika media sosial dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting bahkan eksklusif.  Apabila seseorang tidak menggunakan media sosial, ia akan merasa sendiri dan kesepian bahkan depresi. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang mengalami 3 hal yaitu berkurangnya konsentrasi dan komunikasi, menarik diri dari kehidupan sosial, dan menimbulkan kecemasan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Bangkit (2020) menjelaskan adanya dampak dari penggunaan media sosial terhadap kesehatan jiwa berupa sikap apatis pada remaja.

Tiga platform media sosial paling populer di kalangan remaja adalah YouTube (digunakan oleh 85 persen remaja, menurut survei 2018 Pew Research Center), Instagram (72 persen) dan Whatsapp (69 persen). Menurut laporan 2018 yang dikeluarkan oleh GlobalWebIndex, orang berusia 16–24 tahun menghabiskan rata-rata tiga jam menggunakan media sosial setiap hari. Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal JAMA Psychiatry menemukan bahwa remaja yang menggunakan media sosial lebih dari tiga jam per hari berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan mental terutama masalah internalisasi alias citra diri.

Bagaimana penggunaan media sosial dapat meningkatkan risiko kesehatan mental remaja? Faktanya adalah di media sosial remaja juga mengalami perlakuan buruk. Survei Pew Research Center tahun 2018 tentang remaja Amerika Serikat (AS), menunjukkan bahwa satu dari enam remaja telah mengalami setidaknya satu dari enam bentuk perilaku penganiayaan online mulai dari :

  • Panggilan nama (42 persen).
  • Menyebarkan rumor palsu (32 persen).
  • Menerima gambar eksplisit yang tidak diminta (25 persen).
  • Mendapatkan ancaman fisik (16 persen).

Hal yang membuat kondisi ini semakin buruk adalah ketika remaja menganggap bentuk penganiayaan yang terjadi di media sosial tersebut sebagai hal yang lumrah dan “risiko” dari bermain di media sosial. Jika hal ini terus dibenarkan, maka dapat memicu masalah yang lebih serius lagi. Bahkan remaja yang menjadi korban penganiayaan di online justru malah melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Menggunakan media sosial dengan cara yang cerdas adalah salah satu upaya membentengi diri dari dampak negatif konsumsi media sosial terhadap kesehatan mental.

Upaya untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan media sosial oleh remaja dimulai dengan mendidik remaja tentang bahaya yang diberikan oleh media sosial. Salah satu cara paling efektif lainnya adalah memastikan penggunaan media sosial remaja memiliki dampak positif pada kehidupan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Social and Clinical Psychology menemukan bahwa mahasiswa sarjana yang membatasi waktu mereka di FacebookInstagram, dan Whatsapp, hingga 10 menit setiap hari atau total 30 menit penggunaan untuk semua media sosial umumnya memiliki citra diri yang lebih positif. 

Tantangan terbesar buat orangtua zaman sekarang adalah memastikan anak-anak remajanya menggunakan media sosial secara positif. Seringkali pola konsumsi media sosial pada remaja justru menyontoh orangtuanya. Ketika orangtua lebih banyak menghabiskan waktu di gadget dan jarang mengajak anaknya terlibat dalam aktivitas di dunia nyata, maka anak-anak akan lebih banyak menghabiskan waktu di dunia online.

 

DAFTAR PUSTAKA

University of Nevada, Reno. Diakses pada 2020. Impact of Social Media on Youth Mental Health: Statistics, Tips & Resources.

North Carolina Medical Journal. Diakses pada 2020. The Impact of Social Media on Youth Mental Health.

Doni, F. R. (2017). Perilaku Penggunaan Media Sosial Pada Kalangan Remaja. 3(2), 15–23.

Penulis: 
Okta Verida Andriani, S.Kep,. Ners
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

30/06/2022 | Tri Nurul Hidayati, S.Kep
29/06/2022 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
29/06/2022 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
29/06/2022 | Sari Anggun Feby Royanti, S.Kep,Ners
29/06/2022 | Sari Anggun Feby Royanti, S.Kep,Ners
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt

ArtikelPer Kategori