Pemasaran Produk Rumah Sakit Jiwa Daerah

Persepsi orang pada umumnya Rumah sakit jiwa adalah indentik dengan orang yang sedang mengalami gangguan kejiwaan. Hal ini disebabkan karena berbagai faktor antara lain Kecemburuan terhadap sesuatu yang tidak terpenuhi, krisis ekonomi berkepanjangan, permasalahan dalam rumah tangga merupakan salah satu pemicu yang memunculkan stress, depresi, dan berbagai gangguan kesehatan jiwa pada manusia. Untuk itu pemerintah mendirikan rumah sakit jiwa (RSJ) di setiap provinsi termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Rumah sakit jiwa sebagai sarana tempat untuk mengobati individu yang terindikasi gangguan kejiwaan.

Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sekarang sudah berumur 37 tahun, tidak hanya melayani pengobatan kejiwaan tetapi juga mengobati pasien yang sakit pada umumnya, psikologi, radiologi, poli gigi, dan napza, anda bisa datang langsung berobat ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 68 dan Pasal 69 yang berbunyi adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta Pendapatan yang diperoleh Badan Layanan Umum sehubungan dengan jasa layanan yang diberikan merupakan Pendapatan Negara/Daerah, itu merupakan tugas dan tanggung jawab pimpinan dan pejabat BLU. Perubahan status Rumah Sakit menjadi Badan Layanan Umum menjadi pendorong untuk meningkatkan layanan kepada publik atau masyarakat menjadi lebih terarah, terukur dan memuaskan. Semenjak Rumah Sakit dikelola dengan “bisnis yang sehat” tentu pemikiran yang mengarah pada keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa harus memperbesar biaya-biaya yang tidak mendukung program kesehatan. Pendapatan dari dana BLU harus digunakan untuk pos-pos yang tepat yang mengarah kepada pelayanan dan kesejahteraan pegawai.

  Bila dilihat dari aspek manajemen pemasaran,  masyarakat kurang tertarik dan kurang berminat berobat ke rumah sakit jiwa dikarenakan oleh faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern seperti suasana rumah sakit yang kurang nyaman, sarana dan prasarana yang kurang mendukung, image negatif berobat ke Rumah Sakit Jiwa dan Manajemen SDM dalam hal ini tenaga fungsional, tenaga fungsional tertentu dan tenaga umum yang tidak bisa kooperatif antar pegawai dan kurang mendukung suatu program kegiatan yang sedang berjalan. Sedangkan dari faktor ekstern letak Rumah Sakit Jiwa yang jauh dari daerah Kabupaten pesisir sehingga masyarakat menjadi malas untuk datang berobat, transporatasi umum untuk menuju ke rumah sakit jiwa tidak bisa akses 24 jam, dan lain-lain.  

Seperti faktor yang dijelaskan diatas, dalam Strategi Pemasaran rumah sakit baru-baru ini diadakannya wawanacara dan sebagai nara sumber perkembangan kemajuan pelayanan kesehatan jiwa dan program-program kegiatan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama periode kepemimpinan dr.H.Heru Effendi, Sp.KJ pada IN Radio, salah satu media sarana untuk lebih memperkenalkan dan mengembangkan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai tempat rumah persinggahan untuk mengobati pasien yang ingin sembuh dari penyakit jiwa dan layanan kesehatan lainnya. Segmentasi pasar Rumah Sakit Jiwa Daerah bukan hanya produk layanan kesehatan jiwa tetapi mengabungkan dengan pelayanan kesehatan lainnya. Produk layanan kesehatan yang ingin ditawarkan rumah sakit jiwa yang benar-benar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pasien atau masyarakat. Penentuan sasaran pasar pada rumah sakit jiwa daerah harus diputuskan berapa banyak dan segmen mana yang akan di jadikan sasaran. Rumah sakit jiwa daerah harus memutuskan karakteristik dan keistimewaan khusus yang membedakan produk yang ditawarkan dengan pesaing dalam hal ini rumah sakit lain kepada pasar sasaran. Untuk itu diperlukan tiga alternatif strategi :

1. Undifferentiated Marketing

Yaitu usaha untuk meninjau pasar secara keseluruhan adanya kesamaan-kesamaan kebutuhan pasien untuk mengembangkan produk tunggal seperti pelayanan kesehatan jiwa. Masyarakat yang semakin bertambah tentu saja banyak persoalan yang dihadapi oleh individu dari persoalan berat hingga ringan dan untuk menyelesaikan persoalan itu diperlukan pengobatan psikologis pada rumah sakit jiwa. Suasana Rumah sakit jiwa yang tenang, perawatnya yang ramah dan cepat tanggap dalam melayani serta banyaknya tanaman bunga yang beraneka warna semakin menyejukan hati pasien yang berobat ke rumah sakit jiwa seperti di rumah sendiri tentu saja seorang pasien akan cepat secara psikologis sembuh dari penyakit kejiwaan. Apalagi ditambah dengan tersedianya tempat ibadah seperti mushola, gereja, wihara, pura dan klenteng yang secara rutin diikuti oleh pasien sesuai dengan keyakinan masing-masing pasien.

2. Differentiated Marketing

Yaitu usaha mengindentifikasi kelompok-kelompok pasar tertentu dengan membagi pasar ke dalam dua atau lebih kelompok. Jasa pelayanan rumah sakit jiwa tidak hanya pengobatan kejiwaan tetapi layanan kesehatan lainnya yang harus dioptimalkan guna mencapai profit keuntungan yang maksimal. Peralatan medis yang canggih dan modern, farmasi/obat-obatan yang paten, gedung yang cukup kuat dan besar serta manajemen sumber daya manusia (dokter-dokter spesialis yang berpengalaman) yang efisien dan efektif dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama rumah sakit jiwa, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal, keadaan yang seperti itu yang membedakan produk layanan kesehatan dengan produk layanan lainnya pada rumah sakit jiwa.

3. Concentrated Marketing

Yaitu usaha untuk memusatkan usaha pemasaran rumah sakit jiwa pada satu atau beberapa kelompok yang membutuhkan dengan menepatkan posisinya pada segmen pasar yang menguntungkan.

Dari mutu layanan kesehatan yang telah diberikan rumah sakit jiwa setiap tahun perlu dievaluasi dan di revisi apabila ditemukan pelayanan yang kurang/tidak memuaskan pasien. Untuk menindaklanjuti keadaan itu, direktur utama harus terjun langsung ke lapangan untuk mengecek secara langsung pasien-pasien atau masyarakat yang merasa tidak puas dengan layanan tadi. Kunci utama keberhasilan rumah sakit jiwa adalah melayani pasien atau masyarakat dengan tulus, ikhlas dan cepat. Itulah yang membedakan rumah sakit jiwa propinsi kepulauan bangka belitung dengan rumah sakit jiwa lainnya.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keuntungan yang didapat dari pelayanan yang diberikan rumah sakit jiwa kepada pasien atau masyarakat membawa dampak besar untuk kesuksesan program dari pemerintah indonesia sehat 2010 antara lain mampu menyediakan dan memanfaatkan pelayan kesehatan yang bermutu.

DAFTAR PUSTAKA

Sri Wahyuni Astuti. 2015.Manajemen Pemasaran. Universitas Terbuka – Tangerang Selatan. Inisiasi IV.

Wikipedia bahasa indonesia https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia, diakses 29 november 2016, jam 22.05

Yoyok Bekti Prasetyo/program pemerintah dalam kesehatan,http://dokumen.tips/documents/kebijakan-dan-program-pemerintah-dibidang-..., diakses 29 november 2016, jam 21.55

Bintang Tulus Cahyakrida.2011. Skripsi. Analisa pelaksanaan kerjasama produk layanan dengan pihak ketiga disatuan pelaksana pemasaran dan humas Rumah Sakit khusus Daerah Duren Sawit Tahun 2010. Universitas Indonesia Jakarta.

Penulis: 
Evi Febrianti, SE

Artikel

13/01/2022 | Roesmala Dewi,AMK
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori