PELUKAN ITU

Tulisan kali ini kita akan membahas tentang pelukan, sebelumnya simak cerita berikut ya. Pada suatu hari ada seorang ibu yang menjemput anak-anaknya sepulang sekolah. Sembari berjalan, ia mencari dimanakah sosok anak-anaknya diantara para siswa yang sibuk dengan barang-barang bawaannya menunju tempat penjemputan. Disela-sela mencari anak-anaknya, si ibu dikejutkan oleh pelukan hangat yang diberikan oleh seorang gadis kecil yang secara tiba-tiba menghampirinnya, tanpa kata tanpa basa-basi ia langsung memeluk dan menenggelamkan kepalanya di perut si ibu sambil tersenyum. Menanggapi pelukan tersebut si ibu memberikan respon yang hangat dengan mengeluh kepala si gadis kecil yang tidak ia ketahui namanya sembari berkata “kakak sudah dijemput?” dengan ringan ia pun menjawab “Belum dengan sembari tersenyum hangat”. Dapat dipastikan bahwa ia tidak salah memeluk karena masih melanjutkan pelukan eratnya tersebut. Entah apa yang membawanya untuk memeluk si ibu yang dengan sadar ia ketahui bukan ibu kandungnya.  

Salah satu kebutuhan dasar psikologis yang dibutuhkan anak untuk bekembang dengan optimal diantaranya yaitu secure attachmen dimana sentuhan fisik menjadi bagian dalam membentuk kedekatan dan kepercayaan pada lingkungan sekitar. Salah satu bentuk dari secure attachmen adalah sentuhan fisik, pelukan merupakan salah satu bentuk secure attachmen yang memberikan rasa tenang dan nyaman pada anak.  Menurut Virginia Satir untuk dapat bertahan hidup diperlukan empat kali memeluk dalam satu harinya, delapan kali memeluk untuk kesehatan dan dua belas kali memelukan untuk dapat tumbuh dan berkembang. Perlu sama-sama kita evaluasi sudahkah kita memeluk anak kita dalam kehidupan sehari-hai? karena untuk sekedar bertahan hidup saja diperlukan empat kali mendapatkan pelukan.  

Hilangnya kebiasaan memeluk pada anak menjadi fenomena saat ini terutama pelukan dari sosok ayah, kehadiran ayah baru sebatas fisik dimana kehangatan komunikasi yang dibarengi dengan pelukan belum menjadi kebiasaan dalam keseharian. Menurut https://www.pikiran-rakyat.com berdasarkan laporan dari State of The World’s Fathers yang dirilis Equimundo (2023), Indonesia Adalah negara yang memiliki tingkat fatherless yang relatif tinggi di Asia. Hal tersebut menunjukkan bahwa kehadiran ayah baru sebatas pemenuhan kebutuhan ekonomi sehingga kurang memiliki kedekatan emosional dengan para ayah.  Beberapa manfaat yang didapat dari hangatnya pelukan ayah diantaranya yaitu mentransfer kemandirian dan keberanian, membangun konsep diri positif, mengontrol cemas dan frustasi, mengendalikan rasa kesepian, meningkatkan kecerdasan, dan merangsang hormon oksitoksin yang menimbukan rasa tenang. Diperlukan peran ibu guna mengkondisikan budaya memberikan pelukan dalam keseharian keluarga. 

Kebutuhan secure attachment yang terpenuhi dapat menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap lingkungan dan merasa aman akan keberterimaan lingkungan pada anak. Nah, adakah pengaruh negatif ketika secure attachment tidak terbentuk? Jefrey Young menjelaskan bahwa ketika kebutuhan dasar psikologis tidak terpenuhi dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam membentuk secure attachments dan relasi yang sehat dengan lingkungan sekitar, menjadi kurang percaya diri, sulit menstabilkan emosi, dan memungkinkan mengalami gangguan kepribadian atau gangguan lainnya pada masa dewasa. Berdasarkan uraian tersebut diketahui bahwa pemenuhan kebutuhan dasar psikologis yang salah satunya terdiri atas secure attachment memberikan sumbangan terhadap pembentukan skema atau cara pandang individu terhadap lingkungan sekitar termasuk dalam memandang masalah dan mencari solusi yang efektif. 

Pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar psikologis terhadap kemampuan individu dalam menghadapi hidup perlu menjadi salah satu tujuan jangka panjang dalam proses pengasuhan anak sehingga orang tua tidak sekedar menjamin ketercukupan kebutuhan fisik yaitu sandang, pangan dan papan. Hadirnya orang tua secara emosional menjadi hal penting selain ketiga kebutuhan lainnya. Harapannya di setiap keluarga memiliki program khusus pada hal pemenuhan kebutuhan dasar psikologis, orang tua dapat berkonsultasi ke Psikolog terdekat atau dapat juga datang ke RSJD dr. Samsi Jacobalis agar dapat diarahkan dalam penyusunan program. 

  

Penulis: 

Penulis Adalah psikolog klinis di RSJD dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

 

Sumber: 

Asep Khairul Ghani. Modul ajar pelatihan Family Therapy

Yeti Widiati. 2024. Modul ajar pelatihan Schema Therapi. 

https://www.pikiran-rakyat.com. Penelitian: Pelukan Jadi Kunci Kebahagiaan dan Obat dari Rasa Kesepian. 2024

Penulis: 
Rakhmawati Tri Lestari, S.Psi., M.Psi
Sumber: 
Apoteker Rsjd dr. Samsi Jacobalis

ArtikelPer Kategori