MENUJU PERAWAT YANG PROFESIONAL

Sesuai  dengan Peraturan Menteri Kesehatan  No. 49 Tahun 2013, pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 4, disebutkan  bahwa:

  1. Untuk mewujudkan tata kelola klinis yang baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, semua asuhan keperawatan dan asuhan kebidanan yang dilakukan oleh setiap tenaga keperawatan di Rumah Sakit dilakukan atas Penugasan Klinis dari Kepala/Direktur Rumah Sakit.
  2. Penugasan Klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa pemberian Kewenangan Klinis tenaga keperawatan oleh Kepala/Direktur Rumah Sakit melalui penerbitan Surat Penugasan Klinis kepada tenaga keperawatan yang bersangkutan.

Proses Kredensial menjamin tenaga keperawatan kompeten dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien sesuai dengan standar profesi. Proses kredensial mencakup tahapan review, verifikasi dan evaluasi terhadap dokumen-dokumen yang berhubungan dengan kinerja tenaga keperawatan.

Berdasarkan hasil Proses Kredensial, Penugasan Klinis yang akan diberikan kepada tenaga keperawatan berupa Surat Penugasan Klinis. Penugasan Klinis tersebut berupa daftar Kewenangan Klinis yang diberikan oleh Kepala/Direktur Rumah Sakit kepada tenaga keperawatan untuk melakukan asuhan keperawatan dalam lingkungan Rumah Sakit untuk suatu periode tertentu.

Yang harus di kredensial adalah 12 Kompetensi Dasar ,yaitu;

  1. Menerapkan prinsip etika dalam keperawatan.
  2. Melakukan komunikasi interpersonal dalam asuhan keperawatan.
  3. Melaksanakan pengkajian keperawatan dan kesehatan yang sistematis.
  4. Menerapkan prinsip pengendalian dan pencegahan infeksi yang diperoleh dari Rumah Sakit.
  5. Mendokumentasikan rencana asuhan keperawatan.
  6. Memfasilitasi kebutuhan oksigen.
  7. Memfasilitasi kebutuhan cairan dan elektrolit.
  8.  Mengukur tanda-tanda vital.
  9. Melakukan evaluasi hasil implementasi asuhan keperawatan.
  10. Melakukan perawatan luka.
  11. Memberikan obat secara aman dan tepat.
  12. Mengelola pemberian darah dan produk darah secara aman.

Sebelum Pelaksanaan hal yang telah disebutkan di atas, ada beberapa hal lain yang terlebih dahulu Wajib Dimiliki oleh seorang perawat, yang saya coba rinci sebagai berikut:  

1. KOMPETENSI

Uji kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan dan sikap seorang perawat sesuai jenjangnya dalam melakukan praktik keperawatan sesuai dengan standar kompetensi dan standar profesi.

2. SERTIFIKASI

Sertifikasi kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap kompetensi seorang perawat untuk menjalankan praktik keperawatan dan/atau  pekerjaan profesinya di seluruh Indonesia setelah lulus uji kompetensi. Sertifikat kompetensi sebagai syarat utama pembuatan surat tanda registrasi

 

3. REGISTRASI

Registrasi adalah pencatatan resmi oleh suatu lembaga resmi tertentu terhadap perawat yang telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesinya.  Karena diakui secara hukum, praktik keperawatan yang diberikan dapat dipertanggung gugat dan dipertanggung jawabkan. Tanpa memiliki STR, seorang perawat tidak diperbolehkan melakukan praktik keperawatan. Uji kompetesi, sertifikasi dan registrasi adalah Kebijakan Permenkes No.1796 Tahun 2011

4. LISENSI

Lisensi adalah bukti tertulis pemberian wewenang kepada perawat untuk menjalankan praktik keperawatan di fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau ditempat praktik mandiri.

Lisensi ini dikeluarkan oleh dinas kesehatan kab/kota dalam bentuk surat izin kerja perawat(SIKP) dan surat izin praktik perawat (SIPP).

  1. Surat Izin Kerja Perawat yang selanjutnya disingkat SIKP adalah bukti tertulis pemberian wewenang untuk menjalankan praktik keperawatan di fasilitas pelayanan kesehatan diluar praktik mandiri (SIKP merupakan kebijakan dalam Permenkes No 17 Tahun 2013)
  2. Surat Izin Praktik Perawat yang selanjutnya disebut SIPP adalah bukti tertulis pemberian wewenang untuk menjalankan praktik keperawatan di fasilitas pelayanan kesehatan berupa praktik mandiri.  (SIPP merupakan kebijakan dalam Permenkes no 148 Tahun 2010 dan direvisi pada Permenkes No17 Tahun 2013)
  3. Surat Tanda Registrasi yangselanjutnya disebut STR adalah bukti tertulis yang diberikanpemerintah kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

 

Daftar Pustaka

Peraturan Menteri Kesehatan No 148 Tahun 2010

Peraturan Menteri Kesehatan No  17  Tahun 2013

Peraturan Menteri Kesehatan No  49 Tahun 2013

Penulis: 
Muhammad Isnaini, S.Kep

Artikel

13/01/2022 | Roesmala Dewi,AMK
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori