MENGHADAPI FOBIA

Apakah kamu takut ketinggian?

Atau takut pada serangga ?

Lalu bagaimana kamu menghadapinya ?

 

Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang biasanya tidak membahayakan. Ketakutan tersebut dapat timbul saat menghadapi situasi tertentu, berada suatu tempat, atau saat melihat hewan dan benda tertentu. Fobia termasuk ke dalam penyakit gangguan kecemasan. Penderita fobia biasanya akan berusaha untuk menghindari situasi dan objek yang dapat memicu ketakutan, atau berusaha menghadapinya sambil menahan rasa takut dan cemas.

1. Gejala Fobia

Fobia dapat menimbulkan gejala fisik dan mental akibat ketakutan berlebihan yang terjadi. Selain rasa takut dan cemas yang berlebihan, fobia juga bisa disertai dengan serangan panik yang ditandai dengan:

  1. Jantung terasa berdebar-debar (palpitasi)
  2. Sesak napas
  3. Kebingungan
  4. Pusing atau sakit kepala
  5. Mual
  6. Dada terasa nyeri
  7. Leher terasa tercekik
  8. Sulit berbicara dengan jelas
  9. Tubuh gemetar dan berkeringat
  10. Telinga berdenging
  11. Sensasi selalu ingin buang air kecil
  12. Mulut terasa kering
  13. Menangis
  14. Takut ditinggal sendirian (terutama pada anak-anak)
  1. Pencegahan Fobia

Hingga saat ini belum ditemukan cara untuk mencegah fobia. Akan tetapi, ada berapa cara yang dapat dilakukan jika mengalami peristiwa traumatis atau ketika melihat atau merasakan hal yang membuat cemas, seperti:

Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau psikolog mengenai hal yang membuat Anda cemas atau trauma. Mengubah pola pikir menjadi lebih positif dan melihat sesuatu yang ditakuti selama ini secara lebih objektif.

  1. Cara Meredakan Fobia
  1. Hadapi secara langsung

Salah satu cara utama untuk mengatasi rasa takut adalah menghadapinya secara langsung. Biarkan dirimu untuk berada dalam situasi yang ditakutkan (misalnya ketinggian, keramaian, serangga dan lain sebagainya).

Kamu boleh mundur saat rasa takutmu sudah begitu menjadi-jadi. Lain kali, dorong dirimu sedikit lebih jauh. Dan seterusnya dan seterusnya sampai rasa takut (semoga) hilang sepenuhnya.

  1. Coba terapi Biofeedback

Biofeedback memberi kesempatan bagi orang dengan fobia untuk melihat respon fisiologisnya terhadap stres. Diharapkan kesadaran itu akan membantu sang penderita fobia untuk lebih bisa mengontol ketakutannya.

  1. Hadapi terus menerus

Tom Bunn L.C.S.W. diPsychology Today menyatakan bahwa cara ini akhirnya akan membuat amigdala dalam otak paham, bahwa hal yang dilakukan itu tidaklah menakutkan dan akhirnya berhenti mengeluarkan hormon stres. Hal ini memang sangat sulit tapi sangat layak dicoba.

  1. Memiliki support group

Support group membantumu menyadari bahwa kamu tidak sendirian, aneh ataupun gila. Mengetahui hal ini bisa membantumu mengatasi rasa takut. Plus, berada di sekitar orang yang berpikiran sama-sama ingin menjadi lebih baik, meningkatkan peluangmu untuk pulih

  1. Coba minum obat

Tidak ada salahnya untuk mencoba minum obat untuk mengobati fobiamu. Tentunya harus dengan resep dokter. Karena memang ada obat-obatan yang bisa membantumu mengalahkan rasa takut itu. Obat-obatan ini ada yang bersifat sedatif maupun antidepressant, yang berguna untuk membantumu lebih rileks dan mengurangi rasa takut.

2. Pelajari tentang bidang yang menjadi ketakutanmu

Katakanlah misalnya kamu takut terhadap terbang, kamu bisa mencari dan membaca-baca mengenai bagaimana cara kerja pesawat terbang dan hal semacamnya. Saat kamu tahu bagaimana cara sesuatu bekerja, kamu akan merasa seperti lebih punya kontrol dalam situasi tersebut, yang akhirnya mampu mengurangi rasa fobiamu.

3. Belajar teknik relaksasi

Salah satu bagian terburuk tentang fobia adalah reaksi fisik yang muncul- sesak nafas, jantung berdebar dan lain sebagainya. Sebenarnya, hal ini akhirnya membuat rasa cemas semakin buruk. Teknik relaksasi akan berguna untuk membantumu menenangkan kepanikanmu.

Memiliki fobia memang tidak menyenangkan dan membuat hidupmu menjadi begitu terbatas. Atasilah sesegera mungkin dan mulailah kembali menikmati hidupmu

Berkonsultasilah dengan psikolog atau psikiater jika mengalami fobia yang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Terutama ketika fobia tersebut sampai mengganggu produktivitas, baik di sekolah dan tempat kerja, atau mengganggu kehidupan sosial.

Contohnya, bila fobia yang dialami sampai membuat Anda menghindari situasi atau tempat tertentu, merasa sangat takut, cemas, atau panik, dan ketika fobia dialami terus-menerus selama 6 bulan atau lebih.

Jika Anda mengalami kejadian traumatis, lakukan konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan arahan dan penanganan. Dengan begitu, kejadian traumatis tidak menyebabkan gangguan mental lebih lanjut.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Merry, Dame. 2020. Fobia. www.alodokter.com/fobia (diakses tanggal 20 agustus 2021 jam 21.00)

Ribka Eleazar, H. 2021. 7 Cara Ilmiah Meredakan Fobia Menurut Para Ahli Dunia. www.idntimes.com/science/discovery/ribka-eleazar/cara-mengobati-phobia/7 (diakses 20 Agustus 2021 jam 22.18)

 

Penulis: 
Ns. Restha Firanda, S.Kep
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

27/11/2021 | Ns. Monalisa, AMK, S.Kep
27/11/2021 | Septia lianti, S.Kep, Ners
27/11/2021 | Tri Nurul Hidayati, S.Kep
27/11/2021 | Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
27/11/2021 | Ns.Kristianus Triaspodo, M.Kep, Sp.Kep.J
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori