MENGAPA TERAPI OKUPASI WAJIB DITERAPKAN PERAWAT PADA REHABILITASI PASIEN SKIZOFRENIA

  MENGAPA TERAPI OKUPASI WAJIB DITERAPKAN PERAWAT PADA REHABILITASI PASIEN SKIZOFRENIA

Oleh Tri Nurul Hidayati, S.Kep, Ners.

 

                    Pasien jiwa mengalami proses yang cukup sulit untuk dapat hidup mandiri. Menurut DSM [Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders] IV, diagnosa pasien yang mengalami skizofrenia bisa diangkat salah satunya adalah jika pasien mengalami penurunan fungsi yang cukup bermakna di bidang pekerjaan, hubungan  interpersonal, dan fungsi dalam mendukung diri sendiri. Proses penurunan fungsi ini harus dikembalikan lagi ke dalam fungsi normalnya. Seringkali perawat hanya terjebak dalam proses pemulihan hubungan interpersonal pasien dengan menekankan terapi komunikasi terapeutik dan juga terapi aktifitas kelompok. Kebutuhan pasien dengan skizofrenia sangat kompleks dan menyeluruh untuk mengembalikan fungsi kehidupannya secara mandiri.

                    Rehabilitasi yang menyeluruh pada pasien dengan skizofrenia dilakukan dengan terapi okupasi. Terapi okupasi merupakan suatu perpaduan antara seni dan ilmu pengetahuan untuk menunjukkan jalan dari respon penderita dalam bentuk kegiatan yang sudah diseleksi yang digunakan untuk membantu dan memelihara kesehatan, menanggulangi kecacatan, menganalisa tingkah laku, memberikan latihan dan melatih pasien yang menderita kelainan fisik, mental serta fungsi sosialnya. Tujuan dari terapi okupasi adalah untuk memelihara mental, menghindari neurosis, serta pemulihan fungsional kehidupan pasien skizofrenia.

                   Konsep terapi okupasi adalah ;

  1. Nilai dan potensi individu (worth of the individual),
  2. Memandang individu secara utuh (holistic view of man),
  3. Model dari performance okupasi (occupational performance model),
  4. Penggunaan aktifitas yang mempunyai efek terapeutik (therapeutic use of actitivity)
  5.  serta perkembangan manusia (developmental perspective)

                  Konsep terapi okupasi dilakukan dengan tetap memperhatikan konsep-konsep yang ada. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengkaji nilai dan potensi dari masing-masing individu. Kekhasan dari masing-masing pasien harus dipahami sebagai potensi yang harus dikembangkan. Poin kedua yaitu memandang individu secara utuh baik dari kelebihannya yang harus ditonjolkan dan kelemahan harus ditutupi agar pasien mampu mengaktualisasikan diri.  

                   Pasien skizofrenia membutuhkan bantuan dalam memahami konsep okupasi dengan adanya contoh nyata dengan diberikan simulasi dan contoh nyata yang dapat dengan mudah ditemui oleh pasien. Untuk itu sebagai terapist, perawat mampu membuat kegiatan yang mampu dilakukan pasien sebagai aktifitas yang memiliki efek terapetik.

                   Kegiatan dalam terapi okupasi meliputi hal pertama adalah kegiatan yang  meningkatkan pemahaman pasien tentang kesehatan dirinya sehingga pasien mampu terlibat secara aktif dalam proses pengobatannya. Hal kedua adalah peningkatan kemampuan pasien dalam keterampilan hidup seperti memasak, belanja, penganggaran kebutuhan, menggunakan transportasi umum dan juga manajemen rumah. Hal ketiga adalah menemukan kegiatan rutin untuk pasien. Pasien dengan skizofrenia perlu dibantu sesuai indikasi jika memerlukan bantuan untuk membuat keputusan kegiatan yang harus dilakukan. Pasien skizofrenia dibantu dalam memahami.

 

Penulis: 
Tri Nurul Hidayati, S.Kep, Ners.
Sumber: 
Tri Nurul Hidayati, S.Kep, Ners.

Artikel

13/01/2022 | Roesmala Dewi,AMK
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori