MENCEGAH PERILAKU KEKERASAN DENGAN PATUH MENGONSUMSI OBAT SECARA TERATUR

Risiko perilaku kekerasan merupakan sebuah tindakan yang berisiko membahayakan secara fisik, emosi dan atau seksual pada diri maupun orang lain . Risiko perilaku kekerasan diartikan dengan rentan berperilaku individu yang menunjukkan bahwa individu dapat membahayakan dirinya sendiri baik secara fisik, emosional maupun seksual. Resiko Perilaku kekerasan adalah merupakan sebuah perasaan marah yang diekspresikan secara berlebihan serta tidak terkontrol dengan baik sehingga dapat mencederai orang lain dan atau merusak lingkungan . Perilaku kekerasan atau agresi merupakan suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis.

A. Klasifikasi Perilaku Kekerasan

1. Irritable agression

Merupakan sebuah bentuk tindak kekerasan akibat ekspresi perasaan marah. Agresi ini dipicu oleh oleh adanya frustasi dan terjadi karena sirkuit pendek pada proses penerimaan dan memahami informasi dengan intensitas emosional yang tinggi.

2. Instrumental Agression

Merupakan suatu tindak kekerasan yang dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu.

3. Mas Agression

Meruapakan suatu tindak agresi yang dilakukan oleh massa sebagai akibat kehilangan individualitas dari masing-masing individu. Pada saat orang berkumpul terdapat kecenderungan berkurangnya individualitas, bila ada ada seseorang yang mempelopori tindak kekerasan maka secara otomatis semua akan ikut melakukan kekerasan yang dapat semakin meninggi karena saling membangkitkan

B. Tanda dan Gejala marah yang merujuk pada perilaku kekerasan

  1. Perubahan fisiologis Perubahan fisiologis yang terjadi meliputi peningkatan tekanan darah, denyut nadi, dan pernafasan. Adanya dilatasi pupil, peningkatan tonus otot, mual, frekuensi buang air besar meningkat, dan refleks tendon yang meningkat.
  2. Perubahan emosional Perubahan emosional menunjukkan mudah tersinggung, tidak sabar, frustasi, ekspresi wajah tegang, kepala terasa berdenyut, wajah terasa terbakar dan kehilangan kontrol diri saat mengamuk.
  3. Perubahan perilaku Perubahan perilaku yang berkaitan dengan marah diantaranya: menyerang atau menghindar (fight or flight), menyatakan secara asertif, memberontak, dan perilaku kekerasan.

C. Proses Terjadinya Perilaku Kekerasan

Proses terjadinya sebuah resiko perilaku kekerasan pada klien tersebut diakitbatkan karena adanya stres, cemas, marah yang sering terjadi kehidupan sehari-hari yang harus dihadapi oleh setiap klien tersebut. Dimana stres ini dapat menyebabkan terjadinya kecemasan yang menimbulkan adanya perasaan tidak menyenangkan dan terancam. Kecemasan dapat menimbulkan kemarahan. Perlu kita ketahui dimana respon terhadap marah dapat diungkapkan melalui 3 cara, yaitu: Mengungkapkan secara verbal, menekan dan menantang. Kemarahan bisa dimulai dengan adanya stressor yang berasal dari internal maupun eksternal. Stressor internal seperti adanya penyakit, hormonal, dendam, kesal sedangkan stressor ekternal bisa berasal dari ledekan, cacian, makian, hilangnya benda berharga, tertipu, dengan demikian hal diatas tersebut akan mengakibatkan terjadinya kehilangan atau gangguan pada sistem individu (disruption and loss).

D. 7 Prinsi Benar Cara Minum Obat

  1. Benar Identitas Pasien
  2. Benar Obat
  3. Benar Dosis
  4. Benar Cara Pemberian
  5. Benar Waktu
  6. Benar Informasi
  7. Benar Dokumentasi

E. Diagnosa  Perilaku Kekerasan

S: Pandangan Mata Tajam

O: Klien terlihat Nampak emosi,pandangan mata tajam

A: Perilaku Kekerasan

P:Setelah dilakukan intervensi keperawtatan salama 17 jam maka kontrol diri meningkat dengan kriteria hasil :

  • Melukai orang lain menurun

Intervensi :

  • Pencegahan Perilaku Kekerasan

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: 
Etriyuna,S.Kep.,Ns
Sumber: 
Perawat RSJD dr. Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Artikel

18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori