MANFAAT LIDAH BUAYA UNTUK KESEHATAN

Lidah buaya dengan nama lain Aloe vera, L merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang berasal dari tanaman hias. Obat tradisional yang dihasilkan dari tanaman obat umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obatan modern/buatan pabrik. Itulah sebabnya sebagian orang lebih senang mengkonsumsi obat tradisional yang dihasilkan dari tanaman.
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, hewan, bahan mineral, sediaan sari (gelenika), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan berdasarkan pengalaman yang dapat mengobati beberapa macam penyakit. Menurut beberapa penelitian, obat tradisional tidak menimbulkan banyak efek sampingan, karena kandungan kimia dari ramuan tersebut masih bisa dicerna oleh tubuh atau akan dikonsumsi. Akhir-akhir ini, masyarakat lebih gencar menggunakan dan mengembangkan obat atau ramuan tradisional dibandingkan obat modern. Karena obat tradisional sangat bermanfaat bagi kesehatan, dengan harga yang mudah dijangkau masyarakat dan ketersediaannya pun tidak terbatas.
Secara garis besar, obat tradisional terdiri dari dari tanaman obat keluarga (TOGA) jamu dan fitofarma. Fitofarmasi adalah sediaan obat yang keamanan dan khasiatnya telah dibuktikan secara klinis. Bahan baku fotofarmasi terdiri dari simplisia (obat alam, umunya dari tumbuhan) atau sediaan galenika dalam bentuk seduhan, godokan, tablet dan kapsul yang telah memenuhi persyaratan tertentu.
obat-obatan yang diolah secara tradisional secara turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat setempat maupun pengetahuan tradisional. Sejak zaman dahulu, masyarakat telah memanfaatkan berbagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Banyak negara-negara maju yang sudah memproduksi obat tradisional dengan cara meramu obat itu sendiri. Mereka percaya bahwa ramuan tradisional memang dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan tidak menimbulkan efek yang membahayakan bagi kesehatan.

Lidah buaya dengan nama lain Aloe vera, L sudah banya dikenal masyarakat, biasanya digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka dan untuk perawatan kulit. Lidah buaya biasanya tumbuh di daerah kering, dan termasuk tanaman hias yang di tanam dalam pot. Tanaman lidah buaya memiliki batang yang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Dari batang inilah akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya akan menjadi anakan dan tumbuh menjadi tanaman baru
Daun lidah buaya berbentuk pika dengan helaian daun yang memanjang. Daunya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan bersifat sekulen (banyak mengandung air), banyak mengandung getah atau lender (gel) dan rasanya pahit, biasanya digunakan sebagai bahan baku obat-obatan.
Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing. Permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Bunga lidah buaya bewarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul dan keluar dari ketiak daun. Bunganya berkuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Akar lidah buaya berupa akar serabut yang pendek. Lidah buaya mengandung antrakinin, barbalin, isobarbaloin, aloeemodin, aloenin aloesin, hidrosianidin, acemanan, asam salisilat, saponin, sterol, triterpenoid, flavonoida, tannin, polifenol, juga terdapat mineral-mineral seperti K, Ca, N, Co dan C dan Vitamin A, B6, B12, C dan E.
Khasiat dari lidah buaya bagi kesehatan yaitu sebagai antiinflamasi, antijamur, antibakteri, membantu proses regenerasi sel, menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, mencegah rambut rontok, meremajakan sel kulit, membantu pengobatan sembelit, menyuburkan rambut serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi orang yang memiliki kanker sebagai penderita HIV/AIDS.
Beberapa contoh cara pemakaian lidah buaya yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional diuraikan sebagai berikut:

1. Sembelit
Bahan yang digunakan: 20 gram daun segar lidah buaya.
Cara meraciknya daun lidah buaya d cuci dan diparut kemudian di saring.
Cara pemakaian: Airnya diminum 2 kalis sehari sebanyak 1 sendok makan
2. Bisul
Bahan yang diperlukan: daun lidah buaya dan garam secukupnya
Cara meraciknya: Daun lidah buaya dilumatkan dan tambahkan sedikit garam.
Cara pemakaian: Ramuan tersebut ditempelkan pada bisulnya.
3. Panas dalam
Bahan yang diperlukan: 2 batang daun lidah buaya dan gula putih secukupnya.
Cara meracik: Daun lidah buaya dibuang kulitnya, lalu diambil dagingnya. Masukkan gula putih, lalu campurkan dengan 1 gelas air matang aduk sampai rata.
Cara pemakaian: Ramuan ini diminum sampai habis.
4. Menyuburkan rambut
Bahan yang diperlukan: 2 batang Daun lidah buaya
Cara meraciknya: Batang daun lidah buaya di kupas kulitnya.
Cara pemakaian: Gosokkan lidah buaya yang sudah dikupas ke kulit kepala. Sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokkan harinya rambut di cuci. Lakukan setiap hari selama tiga bulan untuk mencapat hasil yang memuaskan.

Dari beberapa contoh diatas, masih banyak manfaat lainnya dari tanaman lidah buaya. Dengan mengetahui banyaknya manfaat dari tanaman obat ini, alangkah baiknya kita menanamnya disekitar perkarangan rumah. Ciptakan lingkungan sekitar Anda dengan Apotek hidup dari tanaman rempah, tananman hias dan tanaman liar yang merupakan sumber obat (****)

Penulis: 
Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
Sumber: 
Apoteker Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Artikel

05/05/2021 | Ns. Sari Anggun Feby Royanti, S. Kep
03/05/2021 | Enser Rovido, S. Kep, Ners
03/05/2021 | Mita Octarina, M.Psi., Psikolog
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK

ArtikelPer Kategori