Konsep JOHARI WINDOW , Pahami Diri Sendiri dan Anggota Tim Untuk Komunikasi Yang Lebih Baik

Dalam suatu kelompok yang dibentuk atau diciptakan pasti memiliki tujuan, yang didukung visi dan misi yang jelas untuk mencapai keberhasilan dari tujuan yang diinginkan. Yang didalamnya berisi aksi atau kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok tersebut. Dengan kata lain diperlukan interaksi /komunikasi antar sesama anggota kelompok, dan yang pasti diperlukan Komunikasi/ interaksi yang baik antar sesama anggota kelompok.

Dalam suatu kelompok yang dibentuk atau diciptakan pasti memiliki tujuan, yang didukung visi dan misi yang jelas untuk mencapai keberhasilan dari tujuan yang diinginkan. Yang didalamnya berisi aksi atau kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota kelompok tersebut. Dengan kata lain diperlukan interaksi /komunikasi antar sesama anggota kelompok, dan yang pasti diperlukan Komunikasi/ interaksi yang baik antar sesama anggota kelompok.

 

Komunikasi/Interaksi yang bagaimanakah yang dimaksud….?

Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Pada tindakan interaksi akan muncul istilah saling pengertian antar orang yang sedang berinteraksi.

Konsep saling pengertian  harus dapat kita pahami, Hal apa saja yang harus kita punyai dan kuasai jika ingin mencapai saling pengertian dalam interaksi/komunikasi.

Tentu saja banyak hal harus kita punyai /kuasai untuk untuk dapat memahami diri kita sendiri dan memahami anggota kelompok lainnya.

Perlu adanya “perangkat sederhana“ untuk meningkatkan kesadaran diri serta pengertian bersama individu-individu yang ada dalam suatu kelompok tertentu. Untuk membantu orang lebih memahami hubungan diri dan orang lain yang lebih baik. Dikarenakan adanya perbedaan perilaku individu dalam melakukan komunikasi.Salah satunya perangkat yang kita kenal dengan JOHARI WINDOW (Jendela Johari), yaitu suatu konsep komunikasi yang diperkenalkan oleh Joseph Luth dan Harry Ingram (sehingga di sebut JOHARI, gabungan nama keduanya), yang dapat “menggambarkan tingkat saling pengertian dan keterbukaan antar orang yang berinteraksi”.

 

 

KNOWN BY SELF

UNKNOWN BY SELF

KNOWN TO OTHERS

ARENA “ DIRI TERBUKA”

BLIND AREA

“ DIRI BUTA “

UNKNOWN TO OTHERS

HIDDEN AREA

“ DIRI TERSEMBUNYI “

UNKNOWN AREA

“ DIRI TAK DIKENALI “

Terdapat 4 perspektif jendela johari yang biasa di sebut “Area” atau “Kuadran”.

 

Dari diagram diatas dapat di jelaskan:

Pada kolom I, “Diri terbuka”: Apa yang diketahui oleh personal/individu juga diketahui oleh orang lain. Akan sama apa yang kita lihat pada diri kita dan orang lain juga melihat hal itu.

Orang yang “diri terbuka” bila bertemu dengan seseorang akan selalu membuka diri, Diri yang terbuka akan mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri,demikian juga orang lain diluar dirinya dapat mengenalinya.

 

Pada kolom II, “Diri buta”: Adalah aspek atau informasi yang orang lain lihat tetapi kita tidak sadari/ seseorang yang tidak dapat melihat aspek yang ada pada dirinya sendiri.

 

Pada kolom III, “Diri tersembunyi”: Aspek atau informasi yang di ketahui individu, tetapi orang lain tidak tahu/tidak diceritakannya karena berbagai alasan. Orang yang menyembunyikan sebagian kebenaran tentang dirinya.

 

Pada kolom IV, “Diri tak dikenali”; Aspek atau informasi yang sama sekali tidak diketahui baik oleh individu yang bersangkutan, juga tidak diketahui oleh orang lain dalam kelompoknya, Daerah tertutup ini biasanya dijumpai pada anak-anak muda yang minim pengalaman dan kepercayaan diri.

 

Gambaran dari seseorang individu berisikan informasi sifat-sifat yang ada pada dirinya, yang terwakili oleh ”55 sifat“, yaitu;

  •  Able           : bisa/sanggup                         Accepting; menerima/diterima.
  • Adaptable : dapat menyesuaikan diri.     Bold; tegas.
  • Brave         : berani                                       Calm; tenang.
  • Caring        : peduli                                       Cheerful; periang
  • Clever        : pandai                                      Complex; lengkap
  • Confident  : percaya diri                              Dependable; dapat diandalkan
  • Dignified    : suka memuji/dipuji                Energetic; semangat/giat
  • Extroverted; mementingkan hal lahir      Friendly; ramah
  • Giving         : pemberi                                    Happy; Bahagia
  • Helpful       : suka menolong                       Idealistic; idealis
  • Independent; berdiri sendiri./bebas.         Ingenious; banyak akal/berbakat
  • Intelligent; cerdas /pandai                          Introverted; hanya memikirkan diri sendiri.
  • Kind          murah hati/penolong                  Knowledgeable; berpengetahuan
  • Logical       :  berfikir secara logika.            Loving; penyayang
  • Mature       :  dewasa                                     Modest; sederhana/rendah hati
  • Nervous     : gugup/gelisah                          Observant; Seorang pengamat
  • Organized : teratur/terencana.                     Patient; sabar
  • Powerful   ; sangat kuat                                Proud; bangga/angkuh
  • Quiet          : pendiam                                     Reflective; termenung
  • Relaxed     ; santai                                          Religious; religius
  • Responsive       : mau mendengarkan       Searching; mencari
  • Self assertive   ; tegas pada diri                         
  • Self conscious ; sadar diri
  • Sensible            ; berpikiran sehat               Sentimental; sentimentil
  • Shy                      :pemalu                               Silly; tolol/pandir
  • Spontaneous    :spontan                              Sympathetic; simpatik
  • Tense                 :tegang/keras                      Trustworthy; terpercaya
  • Warm                 : hangat/ramah                   Wise; bijaksana
  • Witty                   : jenaka/lucu

 

Dengan demikian gambaran seseorang akan bisa terlihat dari sifat-sifat yang ia miliki atas kesadarannya sendiri atau atas apa yang dilihat oleh orang lain/ anggota tim yang lain.

Didalam jendela johari ini terjadi proses memberi maupun menerima/feedback antar sesama anggota tim, yang dipergunakan untuk membangun hubungan antar kelompok “personal”, latihan kesadaran diri ,peningkatan personal dalam komunikasi.

Dengan “proses feedback” kita bisa melihat dan mengenal orang lain dan demikian juga sebaliknya. Individu lain juga belajar bagaimana pandangan kita terhadap mereka. Feedback menginformasikan kepada kelompok atau individu secara verbal maupun non verbal dalam berkomunikasi.

Substansi dari kelompok seharusnya selalu berusaha membangun area “diri terbuka“ kepada setiap individu.

Kuadran diri terbuka tidak hanya mencakup informasi faktual ,tapi juga bagaimana perasaan, motivasi, perilaku, keinginan, kebutuhan, dll.

Jendela/kolom akan bergeser ke bawah atau kekanan untuk memperluas “diri terbuka“ yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran diri.

Daerah “diri tersembunyi“ bisa mencakup sensitifitas, ketakutan, rahasia, agenda tersembunyi untuk berbagai alasan. Ketika ada upaya untuk saling mengenal dan saling percaya satu sama lain, maka akan tercipta suatu kenyamanan dalam membuka diri sendiri, inilah yang dinamakan ”SELF DISCLOSURE“

Area “diri terbuka” menyarankan kita untuk membuka diri pada anggota kelompok lainnya, karena dengan adanya keterbukaan anggota kelompok lain tidak akan bersikap tertutup,yang selanjutnya akan timbulnya pengertian , dengan kata lain akan muncul feedback yang positif untuk memperbaiki jendela dirinya.

Ada juga faktor yang membuat seseorang enggan menelaah diri, bisa dikarenakan takut menerima kenyataan memiliki kekurangan atau kelebihan pada dirinya

Johari window juga merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari “self awareness” yang berhubungan dengan prilaku,perasaan dan motif kita, untuk mengamati cara kita memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi.

“Blind area/diri buta“ merupakan area rapuh yang berisikan tentang apa yang orang ketahui tentang kita tetapi kita tidak mengetahuinya,dengan mengurangi blind area maka akan memperluas open area yang berarti hubungan imterpersonal kita kan mengalami peningkatan.

Salah satu tujuan adalah memperluas daerah “diri terbuka” terhadap wilayah blind area “diri buta” dan unknown “diri tak dikenali “ yang akan memperbesar pengetahuan akan diri sendiri, dimana dengan mengungkapkan diri sendiri yang sifatnya sukarela akan membuat keintiman hubungan dengan orang lain dan persahabatan.

Melalui perangkat sederhana ini kita bisa belajar lebih mengetahui dan memahami diri kita sendiri sebagai bagian dari proses komunikasi, dan dapat tercapainya tingkat keterbukaan seseorang pada dirinya sendiri ataupun orang lain, kerjasama, pengertian, keefektifan tim kerja yang baik bisa terjadi, bebas dari ketidak percayaan dan kebingungan, terhindar dari miskin komunikasi, konflik dan kesalah fahaman.

Semoga bermanfaat bagi kita semua…aamiin.

Daftar pustaka;

Luth,J. : Ingham,H.  “  The Johari Window, a grafhic model of interpersonal awareness “

Http:// psikologi.komunikasi.blog spot.co.id.fikar evhy.2014.

 

 

Penulis: 
H.M.Isnaini,S.Kep
Sumber: 
Humas RSJD Babel

Artikel

13/01/2022 | Roesmala Dewi,AMK
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori