JENIS DEPRESI DAN CARA MENGATASINYA

Depresi merupakan gangguan perasaan (afek) yang dapat terjadi secara berulang ditandai dengan kesedihan, kehilangan gairah, terganggunya nafsu makan, merasa mudah lelah, dan biasanya pasien memiliki konsentrasi yang buruk sehingga aktivitas pasien akan terganggu ketika telah mengalami tanda dan gejala depresi. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi adanya pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang. Seseorang yang mengalami gangguan depresi mungkin merasa sedih, anxietas, kehilangan minat bakat, merasa tidak berharga, atau memiliki pemikiran negatif.

A. Jenis Depresi

1. Depresi Mayor

Pada jenis gangguan depresi mayor ini dimana kesehatan mental ini muncul dengan gejala seperti perasaan sedih, dan mengalami kehilangan minat untuk melakukan aktivitas, pada jenis depresi ini muncul setiap waktu dan berlangsung selama kurang lebih 2 minggu atau bahkan lebih. 

2. Seasonal Affective Disorder (SAD) 

SAD merupakan gangguan afektif musiman. Gejalanya biasanya datang dan pergi dengan pola musiman dengan durasi waktu sama setiap tahunnya. Kasus SAD / Seasonal Affective Disorder sering dijumpai pada negara yang memiliki empat musim, tetapi tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi di negara yang memiliki dua musim seperti Indonesia. 

 

3. Distimia

Distimia atau resistensi  merupakan jenis depresi ringan yang berlangsung selama beberapa tahun. Kondisi ini juga dikenal dengan depresi persisten. Tanda-tanda dysthymia sama dengan depresi secara umum. Namun, akan berlangsung lama sampai bertahun-tahun lamanya.

4. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar merupakan jenis gangguan depresi yang ditandai dengan adanya dua suasana hati yang bertolak belakang, yaitu mania dan depresi. Mania ditandai dengan munculnya perilaku atau emosi yang meluap-luap, seperti rasa gembira atau semangat yang menggebu dan tidak bisa dikendalikan. Kondisi ini bisa membuat pengidapnya mengurung diri di kamar dan lebih suka menyendiri.

5. Depresi Postpartum

Postpartum depression merupakan jenis gangguan depresi dimana yang muncul setelah kelahiran bayi. Penyebab postpartum depression adalah dengan  kondisi baby blues yang tidak tertangani dengan baik dan tepat, sehingga menyebabkan timbulnya gejala-gejala depresi. Depression Postpartum dapat dialami ibu atau ayah. Karena, kelahiran bayi tergolong situasi yang mengubah pola hidup / kebiasaan  secara drastic, sehinggan sangat beresiko terhadap ayah dan ibu  si bayi tersebut..

B. Penyebab Depresi

1. Peristiwa traumatis / pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan

2. Mengalami adanya tekanan batin

3. Toxic positivity/ pola pemikiran yang salah

4. post power syndrome / Hilangnya kegiatan atau tujuan hidup setelah pensiun

5. Riwayat keturunan dari keluarga

6. Masalah kesehatan fisik

7. Berakhirnya sebuah hubungan, baik ituh putus perkejaan, ditinggal oleh orang dicintai.

8. Menderita penyakit kronis atau serius

9. Ketergantungan jenis obat tertentu

10. Diintimidasi, bullying atau diserang

C. Ciri – ciri Orang Mengalami Depresi

1. Sering menyalahkan diri sendiri.

2. Sering merasa rendah diri, tidak berharga, dan putus asa.

3. Adanya rasa khawatir dan anxietas yang berlebihan.

4. Sering merasa sedih berlebihan.

5. Sensitif, mudah marah, dan lebih sering menangis. 

6. Nafsu makan menurun atau bahkan tidak berselera.

7. Mengalami perubahan pola tidur

8. Terdapat  perubahan gaya bicara dan gerak tubuh yang lebih lambat daripada biasanya.

9. Penurunan atau hilangnya gairah seksual. 

10. Berat badan naik atau justru menurun.

D. Pengobatan Cara Mengatasi Depresi

1. Melakukan pola hidup teratur dengan istirahat cukup (6-8 jam sehari) dapat menurunkan tingkat depresi.

2. Pola makan seimbang agar stamina tubuh terjaga.

3. Rutin melakukan  olahraga dan rekreasi.

4. Sikap hidup yang positif, dengan berpikir rasional dan objektif akan mencegah gejala depresi.

5. Memiliki rencana yang rasional dalam hidup dan dapat menerima kondisi yang tak mungkin dapat diubah.

6. Memiliki me time alias waktu untuk diri sendiri, di antara kesibukan yang padat.

7. Melakukan kegiatan atau kebiasaan seperti : meditasi, yoga, dan relaksasi.

8. Mengembangkan kehidupan spiritual 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

https://www.mitrakeluarga.com/artikel/gejala-depresi

https://www.halodoc.com/artikel/ini-7-jenis-depresi-yang-perlu-diketahui...

https://www.klikdokter.com/info-sehat/berita-kesehatan/jenis-jenis-depre...

 

Penulis: 
Nurdina, A.Md.Kep
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis

ArtikelPer Kategori