ISOLASI PADA PASIEN JIWA

Beberapa kondisi akut, seperti risiko bunuh diri dan risiko kekerasan (violence) membuat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) harus menjalani perawatan isolasi, baik seklusi maupun restrain. Hal ini tidak jarang membuat baik ODGJ maupun keluarga mengalami trauma atau sebaliknya, isolasi terus menerus atau pasung sebagai solusi untuk ODGJ.
Isolasi adalah pemisahan orang sakit dari orang sehat yang dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan. Pada pasien jiwa, bertujuan untuk mengurangi risiko yang dapat membahayakan baik terhadap diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Terapi modalitas yang digunakan untuk kondisi seperti ini, biasanya dilakukan tiga tindakan, yaitu farmakoterapi melalui pemberian obat yang dilakukan oleh dokter, isolasi berupa seklusi yaitu pembatasan ruangan dan restraint (fiksasi fisik), dan yang ketiga dengan psikoterapi. Isolasi merupakan terapi yang pertama kali harus dilakukan ketika kondisi ODGJ dalam kondisi krisis agar farmakoterapi dan psikoterapi dapat dilakukan.
Harus diketahui bahwa isolasi pada pasien jiwa memiliki beberapa syarat. Syarat pertama adalah durasi tindakan isolasi dibatasi. Hal mendasar ini yang membedakan dengan dipasung. Isolasi hendaknya melihat kondisi perkembangan ODGJ. Saat kondisi krisis terlalui, maka ODGJ harus dirawat di ruangan yang homy dan dapat bersosialisasi dengan orang lain. Syarat berikutnya adalah selama dilakukan isolasi, ODGJ perlu dimonitor dan dipenuhi kebutuhan dasar, seperti ke toilet, makan dan minum. Hal ini memerlukan pengawasan dari petugas yang ahli dan kondisi ruangan yang sesuai syarat agar tetap aman dan humanis.
Ruangan yang digunakan untuk isolasi pasien jiwa memiliki komponen yang safety dan mudah terpantau oleh petugas. Bagian-bagian dalam ruang harus meminimalkan pasien dari kemungkinan terluka atau melukai diri dan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri. Bagian ruang yang dimaksud yaitu lantai, dinding, plafon, pintu, jendela, dan perabot ruang. Plafon menggunakan material yang kuat dan tingginya lebih dari 3,75 meter, lantai vinyl untuk ruang rawat dan karpet karet anti licin untuk kamar mandi, Tempat tidur pemanen terhadap lantai, tidak memiliki sudut yang tajam, dinding menggunakan lapisan rata dan lunak, berwarna soft yang memberikan efek menenangkan, serta memiliki corak garis horizontal yang memberikan efek humanis, material partisi yang kuat dan tahan benturan. Pintu teralis besi dengan warna terang pada pintu dan pintu material besi.
Ruang isolasi membutuhkan pengawasan dan keamanan yang maksimal karena ODGJ masih dalam tahap krisis, berbahaya dan sangat berpotensi melakukan kekerasan, bunuh diri, atau melarikan diri. Elemen ruang yang ada pada ruang ini harus aman dan tidak dapat digunakan ODGJ untuk melakukan kekerasan atau melarikan diri. Ruang harus memiliki suasana yang tenang untuk meredam emosi pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Azhari Azizah Rifqi1, Rinawati P. Handajani2, Nurachmad Sujudwijono AS3.Elemen Ruang Dalam pada Fasilitas Rawat Inap Pasien Gangguan Jiwa Berdasarkan Aspek Keamanan. 2015. Diakses 22 Desember 2020 jam 22.00 di https://media.neliti.com/media/publications/110774-ID-elemen-ruang-dalam...
Kusufia Mirantri1 , Khairina. Kedaruratan Psikiatri (Fokus pada Intervensi Psikososial) Emergency Psychiatry (Focus On Psychosocial Intervention. 2015. Diakses 22 Desember 2020 jam 22.00 di http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-pjs9ab995d1defull.pdf
Mustaqin, Luky Dwiantoro. Restrain yang Efektif untuk Mencegah Cedera. 2018. Diakses 22 Desember 2020 jam 22.00 di http://journal.stikeskendal.ac.id/index.php/Keperawatan/article/download....
Saputra,Dwi. Pengalaman Pasien Gangguan Jiwa Selama Mengalami Restrain Extremitas di Rumah Sakit Jiwa Arif Zainudin Surakarta.2017 . Diakses 22 Desember 2020 jam 22.00 di http://eprints.ums.ac.id/54023/15/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

Penulis: 
Tri Nurul Hidayati
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

13/01/2022 | Roesmala Dewi,AMK
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori