EFEKTIFKAH 3 M DALAM PENCEGAHAN DBD

Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih mengintai. Demam berdarah merupakan salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat setiap tahun. Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020, terdapat 95.893 kasus demam berdarah di seluruh Indonesia, dengan 661 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.

Gerakan 3M (menguras, menutup, dan mengubur barang bekas) digadang-gadang sebagai cara ampuh untuk menekan angka penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Meskipun gerakan 3M sudah dilakukan, tetapi hampir setiap tahun kejadian DBD di Indonesia cenderung meningkat.

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh empat serotype virus dengue dan ditandai dengan empat gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi pendarahan, hematomageli dan tanda-tanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan (sindrom renjatan dengue) sebagai akibat dari kebocoran plasma yang dapat menyebabkan kematian (Sucipto, 2011). Untuk itu diperlukan gerakan tambahan selain 3M guna pencegahan DBD. Apa saja gerakan tambahannya?

Pertama menggunakan obat anti nyamuk. Bila musim hujan datang dan risiko DBD meningkat, Anda dapat menggunakan obat anti-nyamuk di rumah. Selain obat nyamuk bakar, kini juga ada obat nyamuk elektrik yang dapat mengusir nyamuk, serta obat nyamuk semprot. Selain obat nyamuk, Anda juga bisa menggunakan losion anti-nyamuk yang dioleskan di bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian. Oleskan losion ini pada pagi dan sore hari, saat Aedes aegypti sedang aktif mencari mangsa. Bisa jadi, Anda perlu mengulang pengolesan losion beberapa kali. Ikuti petunjuk pemakaian losion yang tertera di kemasannya.

Kedua mengenakan pakaian tertutup saat ke luar rumah. Anda juga dapat melakukan pencegahan DBD dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh lengan maupun kaki. Langkah ini merupakan bagian dari pencegahan DBD 5M. Kenakan pakaian tertutup terutama saat Anda ke luar rumah.

Ketiga menggunakan kelambu. Selain memberantas sarang nyamuk di sekitar dan di dalam rumah, Anda juga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan DBD lainnya, seperti menggunakan kelambu saat tidur. Penggunaan kelambu dapat melindungi Anda dari gigitan Aedes aegypti saat tidur.

Keempat meletakkan tanaman pengusir nyamuk di dalam rumah. Ternyata ada beberapa jenis tanaman yang efektif membuat nyamuk tidak betah berada di dalam rumah Anda. Contoh tanaman pengusir nyamuk yaitu serai wangi, lemon balm, lavender, catnip, dan geranium. Cukup letakkan tanaman di dalam pot kecil di lokasi yang strategis, seperti di sudut ruangan, di dekat jendela, atau di dekat pintu masuk. Ruangan tidak hanya terbebas dari nyamuk, tetapi juga tampak lebih indah dan segar. Untuk tanaman yang tidak bisa ditanam di pot, seperti serai dan lemon balm, dapat ditanam di pekarangan rumah.

Kelima menghentikan kebiasaan menggantung pakaian. Gantungan pakaian ternyata merupakan salah satu tempat tinggal favorit nyamuk. Ada baiknya Anda menghindari menggantung terlalu banyak pakaian di gantungan, terutama yang terletak di belakang pintu yang gelap dan lembap. Nyamuk senang tinggal di area gelap dan lembap. Pakaian pun sebaiknya tidak digantung berhari-hari agar nyamuk tidak menjadi terlalu nyaman hingga bersarang di tumpukan pakaian.

Keenam melakukan fogging. Biasanya petugas RT atau RW akan berkoordinasi dengan petugas kelurahan dan kecamatan untuk melakukan fogging atau pengasapan. Fogging adalah proses penyemprotan pestisida atau insektisida kimia dalam bentuk aerosol untuk membunuh nyamuk. Pelaksanaan fogging tidak bisa sembarangan dan harus mengikuti peraturan yang berlaku. Pelaksanaan fogging yang tidak sesuai aturan bisa jadi berbahaya dan sia-sia. Fogging harus dilakukan pada waktu nyamuk Aedes aegypti sedang aktif mencari mangsa, yaitu antara pukul 8–11 pagi dan 2–5 sore.

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit dengan jumlah kasus yang cenderung meningkat setiap tahun dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu selain gerakan 3M, masyarakat harus melakukan langkah-langkah pencegahan maupun perlindungan dengan menjalani pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Jika pencegahan sudah dilakukan, tetapi demam berdarah masih menyerang dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera kunjungi dokter di rumah sakit untuk memeriksakan diri. Penanganan sedini mungkin akan membantu mencegah munculnya gejala lebih parah yang dapat berujung pada kematian.

 

DAFTAR PUSTAKA

Artikel Kesehatan. 2020. 8 Langkah Untuk Melakukan Pencegahan DBD Dengan Mudah.

Diakses 07 Oktober 2021 dari https://www.pfimegalife.co.id

Kompas.com. 2020. Pentingnya gerakan 3 M untuk Cegah Demam Berdarah. Diakses 09

Oktober 2021 dari https://health.kompas.com

Roosmandasari, Chairunnisa. 2018. Demam Berdarah Dengue. Diakses 07 Oktober 2021 dari

http://eprints.poltekkesjogja.ac.id

Penulis: 
Ns. Monalisa, AMK, S.Kep
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

27/11/2021 | Ns. Monalisa, AMK, S.Kep
27/11/2021 | Septia lianti, S.Kep, Ners
27/11/2021 | Tri Nurul Hidayati, S.Kep
27/11/2021 | Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
27/11/2021 | Ns.Kristianus Triaspodo, M.Kep, Sp.Kep.J
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori