DEPRESI PADA REMAJA

Masa remaja sangat identik dengan segala hal yang menyenangkan, mengapa bisa seperti itu, karena setiap remaja tidak perlu memikirkan tagihan, pekerjaan, dan sebagainya. Remaja hanya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk sekolah dan bermain dengan teman-temannya. Masa remaja merupakan transisi dari masa anak-anak menuju dewasa awal dan tak jarang menjadi masa yang sulit karena pengaruh dari berbagai hal, salah satunya remaja memiliki emosional yang belum matang, sehingga mereka cenderung memberontak terhadap segala hal yang tidak disuaki dan menjadi emosi.

Banyak hal yang membuat remaja mengalami stres dan depresi antara lain masalah kehidupan sosial, seperti hubungan keluarga, percintaan, pertemanan, hingga permasalahan disekolah. Tekanan-tekanan itu bisa menjadi stres ringan dan bila dibiarkan terlalu lama akan menyebabkan depresi. Adapun faktor-faktor penyebab depresi antara lain :

  1. Faktor genetik
  2. Perubahan hormon
  3. Faktor biologis
  4. Trauma yang dialami saat anak-anak seperti pelecehan fisik atau emosional dan kehilangan orangtua
  5. Kebiasaan berpikir negatif

 

Ketika remaja depresi, remaja akan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut : kehilangan motivasi dan semangat dalam beraktivitas seperti biaa, bahkan terhadap apa yang disukai, suka menyendiri, mengurung diri dikamar dalam waktu yang lama dalam menenangkan pikiran dan perasaan, kehilangan nafsu makan, susah tidur, sulit konsentrasi, penurunan daya ingat, apatis, merasa sedih, cemas, putus asa dan cenderung melakukan hal-hal yang negatif.

 

Depresi pada remaja laki-laki dan perempuan mempengaruhi bagian otak yang berbeda

Depresi memberikan pengaruh yang berbeda pada remaja laki-laki dan perempuan. Salah satu penyebabnya adalah karena perempuan lebih rentan depresi daripada laki-laki. Sebuah studi yang diterbitkan di frontierts in psychiatry menemukan bahwa depresi mempengaruhi otak remaja laki-laki dan perempuan, hal ini ditunjukkan pada penelitian yang melibatkan 82 remaja perempuan dan 24 remaja laki-laki yang mengalami depresi. Pembandingnya merupakan 24 remaja perempuan dan 10 remaja laki-laki kondisi normal yang secara keseluruhan berusia 11 sampai dengan 18.  Kemudian respon tersebut diukur dengan menggunakan MRI. Para peneliti mencoba menggali apa yang terjadi pada otak ketika para remaja ini dipicu depresinya engan kalimat-kalimat menyedihkan, ternyata remaja laki-laki yang depresi mengalami penurunan aktivitas pada otak kecil, sedangkan hal ini tidak terjadi pada perempuan. Selain itu, terdapat dua bagian otak yang merespon secara berbeda pada remaja yang terkena depresi. Perbedaan aktivitas otak ini terjadi pada gyrus supramarginal dan posterior cigulate. Gyrus supramarginal adalah bagian otak yang terlibat dalam persepsi dan pemprosesan bahasa, sementara posterior cingulate adalah daerah otak yang sensitif dengan rasa sakit dan pengambilan memori episodik, tapi belum diketahui secara pasti bagaimana dua daerah otak ini berperan dalam terjadinya depresi.

 

Hal yang bisa dilakukan orang tua saat anak depresi

Berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog adalah yang perlu dilakukan agar depresi bisa ditangani dengan baik. Namun, peran orang tua juga tidak kalah penting karena merupakan suatu bentuk dukungan ketika depresi terjadi pada remaja. Adapun yang bisa dilakukan orang tua antara lain :

1. Berkomunikasi dengan anak

Ketika anak memiliki tanda-tanda depresi, cobalah ajak anak berkomunikasi untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan.

2. Bantu anak melewati masa-masa sulit

Ketika mengalami depresi, ada kemungkinan anak akan mengalami beberapa gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

3. Lakukan kegiatan yang menyenangkan

Saat anak jenuh sampai mengalami depresi, habiskan waktu dengan mereka untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan misalnya, menonton film, bermain game, melakukan aktivitas yang belum pernah dilakukan, pergi liburan untuk mendapatkan suasana barui dan lain-lain.

  1. Bersabar dan pengertian
  2. Ikuti pengobatan dan perawatan dengan teratur

Bila orang tua memutuskan untukberkonsultasi dengan psikiater, simak perawatan yang diberikan.

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http: //p2ptm.kemkes.go.id
  2. https: //www.alodokter.com
  3. https: //hellosehat.com
  4. https: //www.unair.ac.id

 

Penulis: 
Septia lianti, S.Kep, Ners
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

13/01/2022 | Roesmala Dewi,AMK
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
29/12/2021 | Novariani, S.Si, Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori