DEPRESI : KENALI, HADAPI DAN ATASI

Kasus bunuh diri yang menimpa salah satu manajer girlband JKT 48 membuat terhenyak masyarakat terutama para fans yang mengidolakannya. Menurut hasil penyelidikan, Inao Jiro, mengalami tekanan kerja yang cukup berat sehingga memutuskan untuk dengan gantung diri di kamar mandi. Tekanan kerja yang cukup berat inilah yang membuat sang manajer mengalami depresi dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Depresi adalah kondisi mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan. Fase ini terjadi secara berkepanjangan sehingga orang yang mengalaminya merasa dunia adalah tempat yang tidak nyaman baginya, stress yang berkepanjangan, kecemasan yang berlebihan, kehilangan minat, insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari, kegelisahan, perasaan lelah, perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak wajar, berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, berulang muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati), berulang muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas, atau usaha bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk mengakhiri nyawa sendiri.

Penderita seringkali tidak mengungkapkan masalah depresinya karena khawatir pengakuannya akan menyebabkan orang mencibir, takut orang akan menghakiminya atas penyakit tersebut, menyebutnya penyakit yang dibuat-buat. Penderita semakin berlarut-larut dalam depresinya dan dapat berakibat fatal melakukan bunuh diri. Kondisi tersebut harus dapat teratasi dan dicegah dengan cara sebagai berikut

1. Ibadah

Motivasi dan sikap beribadah yang ikhlas dapat dijadikan alternatif sebagai psikoterapi suportif yang dapat mestabilkan hormon stress yang biasanya terpicu dalam jumlah banyak ketika stresor yang datang bertubi-tubi dan menyebabkan gejala-gejala psikosomatik. Sebelum gejala tersebut berkepanjangan, penderita di motivasi untuk mempertinggi ibadahnya sehingga selain diberikan pengobatan somatoterapi, maupun manipulasi lingkungan juga kita memberi beberapa tuntunan Ibadah seperti menjalankan solat lima waktu tepat waktu, solat tahajud pada sepertiga malam terakhir, puasa sunah , zikir dan sodaqah.

2. Asupan vitamin B

Vitamin B-12 dan vitamin B membantu produksi senyawa kimia dalam otak yang memengaruhi suasana hati serotonin, epinephrine, dan dopamin. Kurang asupan vitamin B kerap kali dihubungkan dengan depresi. Menurut riset Mayo Clinic, vegetarian, orang paruh baya, dan penderita depresi yang memiliki masalah pencernaan cenderung sulit mencukupi kebutuhan vitamin B.

Minum suplemen dapat dilakukan, namun alternatif yang sehat adalah menambah makanan kaya vitamin B. Ikan salmon, keju, bayam, paprika, kerang, daging, telur dan susu rendah lemak. Asupan vitamin B perlu ditingkatkan, kafein perlu dikurangi. Ini karena pada beberapa orang, kafein dapat memicu masalah tidur dan mempengaruhi suasana hati. 

3. Tetapkan tujuan

Penderita depresi dapat merasakan berbagai emosi dan sensasi. Namun yang paling sering dirasakan dan terus berkembang biasanya perasaan sedih, cemas, hampa, tidak tertolong, tidak berharga, dan rasa bersalah.

Sering kali penderita merasa tidak bisa berbuat apa-apa atas perasaan tersebut. Untuk mengusir rasa itu, mulailah dengan langkah kecil. Buat tujuan yang dapat diwujudkan. Perlahan,akan timbul perasaan bahagia atas pencapaian yang dibuat. Secara bertahap, penderita depresi siap menantang diri dengan tujuan yang lebih sulit.

4. Jadwal tidur rutin

Depresi dapat membuat penderita sulit tidur. Kualitas tidurnya tidak sebaik orang yang tidak depresi. Padahal, jika kurang tidur gejala depresi dapat memburuk dan menguasai isi pikiran. Tidur di waktu yang sama setiap malam, dan bangun di waktu yang sama. Perlu juga untuk meluangkan waktu tidur siang. Matikan televisi, juga berbagai gadget sebelum tidur.

5. Mencoba hal baru

Banyak orang cenderung merasa sesak dan tertekan saat depresi. Ini terasa makin berat saat  tidak memiliki kemampuan konsentrasi atau membuat keputusan penting. Perlu menantang diri untuk melakukan sesuatu yang baru sehingga terjadi perubahan senyawa kimia di otak. Mencoba hal baru mengubah kadar dopamin yang berhubungan dengan kenikmatan, dan pembelajaran. Pergi ke tempat baru, belajar bahasa baru, membaca buku baru, dan hal lain.

6. Bicara pada orang yang dipercaya

Ini dapat menguntungkan penderita dalam banyak hal. Mengutarakan isi pikiran dan apa yang sedang terjadi dalam hidup dan mendapatkan respons dapat membantu penderita depresi melihat banyak hal dari perspektif berbeda. Membicarakan apa yang dirasakan juga dapat memberi solusi. Namun yang terpenting, penderita mendapat dukungan emosional dari orang lain. Bagi penderita depresi yang introvert, membuka diri bisa jadi canggung di awal. Namun jangan biarkan perasaan itu menguasai diri. Bukalah diri untuk mendapat masukan, saran, bahkan bantuan dari orang lain.

7. Olahraga ringan

Aerobik simpel, jalan pagi atau peregangan ringan dapat membantu mengatasi gejala depresi. Olahraga memicu produksi endorphin, juga memicu otak untuk berpikir lebih positif. Riset juga membuktikan, dengan berolahraga, penderita depresi kembali memperoleh rasa percaya diri.

Depresi cenderung membuat penderita merasa kehilangan terhadap hal-hal yang biasanya disukai. Karena itu, relaksasi jadi penting. Penderita depresi dapat mencoba gerak tubuh yang membuat rileks.

Depresi merupakan salah satu penyakit jiwa yang terjadi akibat stress yang berkepanjangan. Depresi harus diwaspadai karena seringkali penderita tidak menyadari dan malu untuk mengungkapkannya. Komplikasi akibat depresi dapat menyebabkan bunuh diri.

Penulis: 
Tri Nurul Hidayati, S.Kep, Ners.
Sumber: 
Pranata Humas RSJD Babel

Artikel

01/12/2025 | Achmad Zazuli Amd.Kep
01/12/2025 | Emanuel Tri Wisnu Budi, AMK
28/11/2025 | Ns. Pamela Kusuma Dewi., S.Kep
28/11/2025 | Ns.Melfa Gultom,AMK.S.Kep
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
30/11/2022 | Zurniaty, S. Farm., Apt
18/06/2022 | Gita Riskika,S.Farm.,Apt

ArtikelPer Kategori