CARA TEPAT MERAWAT PASIEN TBC TAK PERLU DIJAUHI

Stigma penyakit kutukan masih kerap dikaitkan dengan penyakit TBC. Hal ini mungkin disebabkan karena cara penularan penyakit ini yang terbilang sangat mudah. Pasalnya, Mycobacterium Tuberculosis penyebab penyakit TBC bisa hidup di udara dalam waktu yang cukup lama. Alhasil, bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh saat Anda menghirup udara. Selain itu, banyak juga yang masih mengira bahwa penyakit tuberkulosis ini tidak bisa disembuhkan. Faktanya, penyakit ini bisa sembuh bila pasien meminum obat secara teratur.

Tak jarang karena hal tersebut, banyak orang yang akhirnya memilih untuk menjauhi penderita TBC dari pada harus tertular oleh penyakitnya. Padahal, itu tidak boleh dilakukan, karena pasien juga membutuhkan motivasi dalam melalui pengobatan yang terbilang cukup lama.  Menjauhi pasien TB sama saja dengan mematahkan harapan penderita untuk sembuh, terlebih jika dilakukan oleh orang terdekat. Oleh sebab itu, bila Anda memiliki anggota keluarga yang menderita TB sebaiknya dirawat dengan cara yang tepat. Anda bisa memberikan perawatan kepadanya dengan cara di bawah ini.

Pantau Jadwal Minum obat

Hal utama yang diperlukan dalam menangani pasien TBC adalah memantau jadwalnya meminum obat. Obat TBC harus dihabiskan secara rutin minimal selama 6 bulan, tanpa ada hari yang bolong. Ini akan membuat bakteri TB lebih cepat mati dan pasien pulih kembali. Minum obat dengan jadwal yang tidak teratur, akan mengharuskan pasien mengulang minum obat dari itungan awal lagi. Jika, kondisi ini berulang terus menerus, tak heran, bakteri TBC akan kebal terhadap obat tersebut. Tak jarang hal tersebut akan memperparah kondisi pasien. Bakteri akan mulai bertrasmisi dan menjangkit organ tubuh lainnya seperti ginjal, usus dan tulang belakang.

Kesadaran Memakai Masker

Penyakit yang ditandai dengan batuk dalam waktu yang lama ini dapat menular melalui percikan droplet. Maka dari itu, pasien TBC wajib menggunakan masker, baik di dalam rumah maupun saat keluar.

Hal ini dilakukan agar bakteri penyebab penyakit ini tidak mengudara serta berpindah ke orang lain. Anda sebagai keluarga perlu memberikan informasi tersebut kepada pasien, agar Ia dapat menyadari betapa pentingnya menggunakan masker.

Masker yang telah digunakan sebaiknya tidak boleh dibuang begitu saja. Pastikan merusaknya terlebih dahulu sebelum dibuang. Tujuannya agar tak ada oknum yang tidak bertanggung jawab menggunakan masker ini untuk diperjualbelikan lagi.

Etika Batuk dan Membuang Dahak

Anda perlu memberi tahu dan mengajarkan pasien TBC etika batuk yang benar, baik saat di rumah atau di luar rumah. Untuk batuk ataupun bersin sebaiknya pasien menutup area hidung dan mulut menggunakan masker yang Ia gunakan.

Sementara untuk membuang dahak, Anda perlu menyiapkan wadah khusus untuk pasien. Pastikan wadah tersebut sudah diberikan cairan anti kuman atau karbol untuk membunuh bakteri.

Selain itu, wadah juga harus mempunyai tutup, sehingga bakteri dari dahak tersebut tidak dapat terbang di udara. Setelah wadah terisi penuh, Anda bisa membuang dahaknya ke dalam kloset.

Tidak Memisahkan Alat Makan

Memisahkan alat makan tentunya akan membuat penderita TB merasa didiskriminasi. Sebenarnya hal tersebut tidak perlu dilakukan. Yang perlu Anda ingat adalah tidak menggunakan alat makan yang sama dengan pasien secara bergantian.

Sirkulasi Udara yang Baik

Bakteri TBC dapat hidup di udara dalam waktu yang cukup lama. Terlebih bila tidak terkena paparan sinar matahari. Oleh karena itu, jendela hingga pintu di rumah sebaiknya dibiarkan terbuka saat pagi hingga menjelang siang agar terjadi pertukaran udara dari dalam ke luar rumah.

Bakteri di udara akan terbawa keluar dan mati terpapar sinar matahari. Selain itu, dengan membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah akan membuat bakteri TB yang mungkin masih bersarang di dalam rumah dapat terbunuh.

Jemur Kasur Setiap Hari

Sebaiknya alas tidur beserta bantal pasien dijemur setiap hari. Hal ini dilakukan untuk membunuh bakeri yang mungkin berada di sana.

Saat tidur bisa saja secara tidak sadar pasien batuk sehingga dropletnya menempel di alat tidur. Mengganti seprei secara rutin juga perlu dilakukan, jangan biarkan pasien TB menggunakan seprei yang sama dalam waktu yang lama.

Beri Dukungan

Hal yang paling penting merawat pasien TB sebenarnya adalah dengan memberikannya dukungan. Meskipun penyakit ini dapat menular, tetapi Anda tidak perlu menjauhi penderitanya.

Anda bisa mengantisipasi penyebarannya dengan mengedukasi pasien serta melindungi diri sendiri. Selain itu, menjauhkan diri dari pasien akan membuat dirinya terluka. Hal-hal seperti ini lah yang akan berdampak pada tingkat keteraturan minum obat.

Pada sebagian pasien, penolakan tersebut akan membuat dirinya terpuruk hingga enggan untuk minum obat. Tak jarang kondisi ini menimbulkan perasaan malu bagi penderitaya, sehingga tidak mengatakan dengan jujur bahwa dirinya mengidap TBC.

 

Sumber:

1. https://hellosehat.com/pernapasan/tbc/pengertian-tbc

2. https://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis

3. https://promkes.kemkes.go.id/apa-itu-toss-tbc-dan-kenali-gejala-tbc

4. https://www.alodokter.com/tuberkulosis/pencegahan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: 
Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

27/11/2021 | Ns. Monalisa, AMK, S.Kep
27/11/2021 | Septia lianti, S.Kep, Ners
27/11/2021 | Tri Nurul Hidayati, S.Kep
27/11/2021 | Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
27/11/2021 | Ns.Kristianus Triaspodo, M.Kep, Sp.Kep.J
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori