CARA MENANGANI DAN MENCEGAH PSIKOSOMATIS

Psikosomatis ialah gangguan fisik yang disebabkan oleh tekanan-tekanan emosional dan psikologis atau dengan kata lain gangguan fisik yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan psikologis yang berlebihan dalam mereaksi gejala emosi.

Dalam pengobatan pasien gangguan psikosomatik pada dasarnya harus dilakukan dengan beberapa cara dengan mempertimbangkan pengobatan somatis (berorientasi pada organ tubuh yang mengalami gangguan), dengan pengobatan secara psikologis (psikoterapi dan sosioterapi) serta dengan psikofarmakoterapi (menggunakan obat-obatan yang berhubungan dengan psikologi).

Penentuan metode mana yang dipilih oleh dokter sangat tergantung pada jenis kasus dan faktor-faktor yang terkait dengannya. Untuk kasus tahap awal umumnya pengobatan hanya ditujukan kepada faktor somatis (fisik), karena hal ini dapat menyebabkan penyakit timbul kembali dan yang lebih parah akan menurunkan kepercayaan pasien. Kemungkinan penyakitnya sembuh akan sulit karena memperparah kelainan psikosomatiknya sendiri.

Memang agak sulit untuk membedakan keluhan yang sebenarnya dengan gangguan psikosomatis sehingga baru dapat dibedakan bila kejadiannya telah berulang. Maka dalam penangannya di perlukan psikoterapi sebagai pendamping terapi somatik.

Penggunaan psikofarmaka perlu dipertimbangkan (obat-obat yang biasa digunakan dalam bidang psikologi) karena mungkin gangguan psikologis yang diderita berhubungan dengan kondisi kimiawi di otak yang mengalami ketidakseimbangan.

Pada saat ini therapy dengan menggunakan metode Hipnosis sudah mulai dapat diterima di beberapa kalangan medis. Hipnoterapi dan Hipnosis dari hari ke hari kian banyak  “peminatnya”. Saat ini bukan hanya orang dewasa yang menjalani terapi tersebut untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit, namun anak-anak yang mempunyai kesulitan belajar di sekolahnya. Penggunaan metode Hipnoterapi memang merupakan salah satu cara yang sangat mudah, cepat, efektif, dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar, melakukan reedukasi, dan menyembuhkan pikiran yang sakit.

Dalam perkembangan terapi ilmu kesehatan dewasa ini sesuai dengan definisi WHO tahun 1994 tentang "konsep sehat" adalah sehat secara fisik, psikologis, sosial, dan spiritual, maka terapi pun seyogyanya dilakukan secara holistik. Dalam artian penangan yang dilakukan tidak hanya gejala fisik saja yang ditangani tetapi pemeriksaan pada faktor-faktor psikis yang biasanya sangat mendominasi penderita psikosomatis pun menjadi prioritas.

Seorang tenaga kesehatan seyogyanya mampu menyakinkan dan menenangkan penderita penyakit psikosomatis ini sehingga mereka tidak terlalu memikirkan kondisi penyakitnya. Salah satu tugas tenaga kesehatan dalam menangani penyakit ini berempati dalam mendengarkan segala keluhan penderita yang berkaitan dengan masalah kehidupan yang dihadapinya sebagai salah satu cara terapi (ventilasi) juga. Diharapkan penderita akan lebih merasa tenang, sebab yang menjadi sumber masalah sebenarnya adalah emosi maka terapis harus mampu membantu klien memproses emosi terpendam yang menjadi sumber masalah.

Ada 4 langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit psikosomatis dan menghilangkan simtomnya melalui teknik uncovering:

  1. Memori yang menyebabkan munculnya simtom harus dimunculkan dan dibawa ke level pikiran sadar sehingga diketahui.
  2. Perasaan atau emosi yang berhubungan dengan memori ini harus kembali dialami dan dirasakan oleh klien.
  3. Menemukan hubungan antara simtom dan memori.
  4. Harus terjadi pembelajaran pada secara emosi atau pada level pikiran bawah sadar, sehingga memungkinkan seseorang membuat keputusan, di masa depan, yang mana keputusannya tidak lagi dipengaruhi oleh materi yang ditekan (repressed content) di pikiran bawah sadar.

Mengidentifikasi apa yang menjadi sumber masalah, dilakukan dengan hypnoanalysis mendalam. Terdapat banyak teknik hipnoterapi yang bisa digunakan untuk melakukan hypnoanalysis. Selanjutnya emosi yang berhubungan dengan memori dialami kembali, dikeluarkan, diproses, dan di-release, yang paling penting adalah kita mengerti pesan yang selama ini berusaha disampaikan oleh pikiran bawah sadar dengan membuat klien mengalami penyakit psikosomatis. Kemudian proses kesembuhan bisa terjadi. Pada waktu alasan untuk terciptanya penyakit psikosomatis telah berhasil dihilangkan maka pikiran bawah sadar tidak lagi punya alasan untuk mempertahankan penyakit itu atau memunculkannya lagi di masa mendatang. Selanjutnya ialah re-edukasi dan re-assurance, hal ini dimaksudkan untuk meyakinkan dan menjamin penderita bahwa segala masalah yang dihadapi dapat diatasi. Umumnya pada tahap ini peran dokter/psikiater atau rohaniwan sangat membantu.

Tindakan selanjutnya berupa anjuran untuk memperbaiki kondisi lingkungan dalam keluarga, sosial ekonomi, dan juga di lingkungan pekerjaannya. Karena, tidak jarang penyebab masalah psikis adalah orang-orang terdekat di sekitar penderita. Oleh karena itu, masyarakat wajib memahami sungguh-sungguh masalah psikosomatis ini, terlebih para praktisi medis. Seharusnya mereka lebih proaktif dan bertindak profesional sehingga masyarakat/pasien tidak (di)-jatuh-(kan) pada pemaksaan terselubung alias medikalisasi.

Masalah gangguan psikosomatik jelas berdasarkan mind and body connection, maka penanganannya harus holistik (terpadu). Dengan adanya Hipnoterapi diharapkan mampu menjembatani hubungan antara penyebab psikis di bawah sadar dengan manifestasi klinis pada tubuh. Bila terdapat pada Anda atau ada di antara kerabat Anda yang memiliki masalah gangguan psikosomatis/psychosomatic dysorder, kunjungi tenaga/pelayanan kesehatan yang memahami hipnoterapi adalah keputusan yang tepat.

CARA MENCEGAH PSIKOSOMATIS

Terdapat bebebrapa cara dalam mecegah psikosomatis diantaranya:

1. Bergerak

Bergerak yang dimaksud adalah berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu dapat meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kesehatan jiwa dan mencegah serangan panik.

2. Berpikir Positif

Berpikir Positif ini dapat mengurangi rasa sakit bila sedang menderita penyakit, sebaliknya Pikiran Negatif justru menambah rasa sakit menjadi dua kali lipat.

3. Tidur

Kekurangan tidur hanya akan membuat rentan terhadap stres. Usahakan makan malam dua atau tiga jam sebelum tidur malam, agar makanan dapat tercerna sempurna untuk mencegah penyakit pencernaan dan asam lambung.

4. Diet Tepat

Berdasarkan dari beberapa penelitian justru menyebutkan bila sering diet tanpa bantuan ahli justru membuat imunitas tubuh berkurang. Tindakan ini berisiko menimbulkan penyakit kejiwaan, seperti skizofrenia, depresi, cemas,  dan serangan panik.

5. Asupan Sehat

Asupan Nutrisi yang tepat dapat menjaga kesehatan tubuh dan mental. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan B kompleks, seperti kacang-kacangan, ikan, sereal, buah dan sayur.

6. Rileks

Jalani hidup dengan lebih santai, lakukan yoga untuk menghindari serangan depresi atau sekedar rutin mendengarkan suara-suara yang menenangkan jiwa (Mendengaar lantunan Al-Quran, Ceramah atau mendengar musik) hal ini untuk melatih jiwa tetap tenang.

7. Sharing

Kodrat Manusia diciptakan untuk bersosialisasi, maka jangan memendam masalah. Berusahalah memiliki orang yang dapat dipercaya atau bergabung dalam kelompok diskusi. Menyimpan dan Memendam masalah sama halnya seperti menimbun/memendam sampah dalam tubuh. Maka keluarkanlah dengan cara yang benar, selalu minta petunjuk kepada sang pencipta, berusaha mencari tau dari para ahlinya.

Terapi penyembuhan Psikosomatis

Tipe-tipe terapi yang dapat digunakan bagi para penderita psikosomatis:

1. Psikoterapi Kelompok dan Terapi keluarga

Dengan pendekatan kelompok diharapkan menawarkan kontak intrapersonal yang lebih besar, sehingga dapat memberikan dukungan ego yang lebih tinggi bagi ego pasien psikosomatis yang lemah dan merasa takut akan ancaman isolasi dan perpisahan parental. Sedang pada Terapi keluarga menawarkan harapan suatu perubahan dalam hubungan antara keluarga dan anak. Kedua terapi ini memiliki hasil klinis awal yang sangat baik bagi penderita.

2. Terapi Perilaku

Terapi Biofeedback ini merupakan terapi yang menerapkan teknik behavior dan banyak digunakan untuk mngatasi psikosomatik. Terapi yang dikembangkan didasari oleh pemikiran bahwa berbagai respon atau reaksi yang dikendalikan oleh sistem syaraf otonam sebenarnya dapat diatur sendiri oleh individu melalui operant conditioning. Terapi Biofeedback mempergunakan instrumen sehingga individu dapat mengenali adanya perubahan psikologis dan fisik pada dirinya dan kemudian berusaha untuk mengatur reaksinya. Contohnya seseorang penderita migrain atau sakit kepala dengan menggunakan biofeedback, penderita bisa berusaha untuk rileks pada saat mendengar singal yang menunjukkan bahwa ada kontraksi otot atau denyutan dikepala. Pada penerapan teknik ini telah memberikan hasil terapetik yang membesarkan hati tetapi tidak menyakitkan pada pasien dengan hipertensi, aritmia jantung, epilepsy dan nyeri kepala tegangan. Dengan menggunakan meditasi transcendental diterbitkan untuk pengobatan penyalahgunaan alcohol dan zat lain dan dengan hasil yang positif. Dalam pengobatan nyeri kepala digunakan juga Teknik meditasi.

Sumber:      Harjana, A.M. 2002. Strres Tanpa Distres. Yogyakarta: Kanisius.

Siswanto. 2006. Kesehatan Mental: Konsep, Cakupan dan Perkembangannya. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Penulis: 
Ansep Syafa’at, Amk
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

ArtikelPer Kategori