BAHAYA SARAF KEJEPIT

DISUSUN OLEH :

Dwi Nopri Sakti,S.Kep.,Ns

Menurut artikel dari Kementrian Kesehatan, fenomena radikulapati,yang dalam bahasa Indonesia merupakan saraf kejepit, yaitu tertekannya saraf dari sekitar jaringan saraf. Jaringan yang dimaksud berupa jaringan otot, tendon, dan tulang, serta tulang rawan yang ada dalam tubuh, karena itu saraf kejepit dapat terjadi di berbagai lokasi dalam tubuh, adanya beberapa dapat menjadi penyebab saraf kejepit yaitu melakukan kegiatan secara berulang, membungkuk, jarang melakukan aktivitas atau berolahraga, dan memiliki berat badan yang lebih atau obesitas, serta aktivitas olahraga yang rentan cedera. Jepitan yang terjadi pada saraf dapat menyebabkan adanya peradangan dan akibatnya menimbulkan sakit yang menjalar. Penyakit saraf kejepit ini dapat terjadi kepada para pekerja yang sering duduk di depan komputer, Pemicu terjadinya saraf kejepit yaitu kurang rutin dalam olahraga dan nutrisi yang kurang baik. Saraf kejepit mulai menyerang anak muda akibat gaya hidup dan pola kerja sehari – hari. Berdasarkan dari pernyataan diatas, saraf kejepit dapat mengganggu aktivitas sehari - hari, jika dibiarkan dan tidak segera ditangani, maka akan mengalami rasa kesemutan dan rasa nyeri yang memburuk, sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan pada orang tersebut.

A. Jenis – Jenis Saraf Kejepit

1. Protrusion: Terlihat adanya tonjolan pada tulang belakang tetapi belum mengganggu saraf

2. Extrusion: Di mana inti diskus (bagian dalam bantalan tulang belakang) keluar dari dinding annulus (bagian luar diskus) dan menekan  pada saraf,

3. Sequestration: Kondisi ketika fragmen cakram tulang belakang yang terlepas (inti diskus) menonjol keluar dari cincin serat (annulus fibrosis) dan masuk ke dalam rongga tulang belakang, menekan saraf. Ini adalah stadium lanjutan dari hernia nukleus pulposus (HNP) di mana bagian inti cakram benar-benar terpisah dan bergeser, menyebabkan tekanan yang lebih parah pada saraf.

B. Gejala Saraf Kejepit

1. Berkurangnya sensasi di area yang dilalui oleh saraf atau sering disebut dengan mati rasa

2. Munculnya rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar

3. Kesemutan

4. Otot terasa lemah

5. Kaki dan tangan sering sulit digerakkan

C. Penyebab Saraf  Kejepit

1. Sering mengangkat beban berat dengan posisi yang kurang tepat sehingga mengakibatkan terjadinya saraf kejepit.

2. Jarang bergerak atau berolahraga.

3. Melakukan melakukan kegiatan secara berulang secara berlebihan, seperti membungkuk.

4. Lansia. Kelenturan bantalan tulang belakang akan berkurang seiring bertambahnya usia, sehingga meningkatkan risiko terjadinya saraf terjepit.

5. Obesitas atau berat badan berlebih.

6. Radang sendi.

7. Cedera akibat olahraga terlalu berat atau terjatuh.

D. Tips Pencegahan Saraf Kejepit

1. Menjaga postur tubuh: Pastikan postur tubuh yang baik saat duduk atau berdiri.

2. Menggunakan peralatan ergonomis: yaitu menggunakan kursi dan meja yang ergonomis saat bekerja dapat membantu mencegah terjadinya saraf kejepit.

3. Menghindari gerakan repetitif: Beristirahatlah secara teratur jika anda melakukan aktivitas secara berulang.

4. Menjaga berat badan yang ideal dengan sehat: Berat badan yang sehat dapat mengurangi tekanan pada saraf.

5. Melakukan olahraga secara teratur: Latihan kekuatan dan fleksibilitas dapat membantu menjaga kesehatan otot dan saraf.

 

E. Cara Mengatasi Saraf Kejepit

1. Terapi fisik

2. Obat antiradang, semisal ibuprofen dan naproxen sodium (pastikan sesuai rekomendasi dokter)

3. Kompres panas dan dingin

4. Istirahat yang cukup

5. Fisioterapi

6. Operasi (hanya jika gejalanya sudah sangat parah)

 

 

 

Daftar Pustaka

1. https://www.mitrakeluarga.com/artikel/gejala-saraf-kejepit

2. https://www.alodokter.com/sakit-di-persendian-bisa-disebabkan-syaraf-kej...

3. https://www.rspremierbintaro.com/bintaro/artikel/saraf-kejepit-sebab-dan...

 

Penulis: 
Dwi Nopri Sakti.,S.kep,Ners
Sumber: 
Perawat RSJD dr Samsi Jacobalis Provinsi

ArtikelPer Kategori