BABY BLUES

Kelahiran seorang anak umumnya dipandang sebagai kejadian yang bahagia, namun banyak perempuan yang mengalami gejala depresi 4-6 minggu setelah melahirkan dengan kesulitan memahami mengapa mereka mengalami depresi, karena mereka menganggap bahwa ini adalah waktu yang menggembirakan. Wanita pada masa pasca persalinan akan menyesuaikan diri dalam peran barunya sebagai seorang ibu, akan tetapi bagi wanita yang tidak dapat menyesuaikan diri pasca persalinan akan mengalami gangguan psikologis, hal ini yang dinamakan dengan baby blues syndrome.

Baby blues syndrome atau postpartum blues adalah suatu keadaan transien dari peningkatan aktivitas emosional yang dialami wanita setelah melahirkan dalam jangka waktu satu minggu. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya baby blues syndrome yaitu usia ibu dan paritas. Faktor-faktor yang mempengaruhi baby blues syndrome biasanya dipengaruhi oleh beberapa sebab sehingga tanda dan gejala baby blues syndrome merupakan mekanisme multifaktorial Gangguan ini paling umum dari pengaruh persalinan yaitu sekitar 10-15% dari perempuan yang melahirkan mengalami hal ini, baik yang pertama kali melahirkan maupun yang berikutnya.Baby blues syindrome tidak hanya terjadi pada permpuan ,bisa juga terjadi kepda laki- laki hal ini disebabkan bukan karena fakor hormonal melainkan dipengaruhi faktor sebagai berikut:

1. Kurang tidur

Memiliki anak menuntutmu harus lebih sigap dan merelakan banyak hal, termasuk waktu tidurmu. Sebab, bayi kerap kali bangun pada malam hari karena merasa lapar, butuh ganti popok, atau sekadar ingin digendong. Berkurangnya waktu istirahat merupakan salah satu hal yang dapat membuatmu depresi.

2. Takut dengan tanggung jawab baru

Menyandang status baru sebagai ayah terkadang terasa menakutkan bagi sebagian pria. Kamu mungkin merasa belum siap atau khawatir apakah bisa menjadi ayah yang baik atau tidak untuk anakmu. Terlebih karena dibebani dengan tanggung jawab yang besar sebagai seorang ayah.Saat sudah memiliki anak, kehidupan seorang pria sudah tidak sebebas sebelumnya. Semakin banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Hal ini mungkin membuatmu kaget dan bahkan bisa menyebabkan depresi.

3. Masalah finansial

Baby blues pada pria juga bisa disebabkan oleh urusan finansial. Depresi yang kamu alami mungkin dikarenakan kamu perlu mengatur pengeluaran sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan bayi, seperti susu, popok, biaya medis, serta merencanakan pembiayaan pendidikan anak nantinya. Ditambah jika istrimu harus berhenti bekerja karena harus merawat Si Kecil.

4. Waktu cuti sangat sebentar

Sebagian besar perusahaan memberikan jatah cuti selama beberapa hari kepada para pekerja pria untuk mengurus kelahiran istrinya. Hal ini bisa memicu depresi karena kamu harus kembali ke rutinitas pekerjaan, ditambah masih harus memikirkan kondisi istri dan anak di rumah.

5. Kurang diperhatikan

Pasca melahirkan, istrimu akan lebih mencurahkan perhatian kepada Si Kecil. Kondisi fisik usai melahirkan juga bisa membuatnya malas untuk menjalin kemesraan di ranjang. Hal tersebut mungkin membuatmu merasa diabaikan dan stres.

6. Istrimu mengalami baby blues juga

Saat istrimu mengalami baby blues, kamu juga rentan mengalami hal yang sama. Hal itu mungkin dikarenakan kamu khawatir terjadi sesuatu yang buruk akibat baby blues yang dialami pasanganmu.

Tanda dan gejala baby blues syndrome yang sering terjadi pada wanita pasca melahirkan:

  1. Merasa sedih atau menangis tanpa alasan yang jelas
  2. Tidak sabaran dan lebih mudah tersinggung atau marah
  3. Mudah merasa khawatir terhadap hal-hal kecil
  4. Merasa lelah dan tak bertenaga
  5. Tak nafsu makan
  6. Saat bayi sudah terlelap, ibu tetap merasa sulit untuk tidur
  7. Konsentrasi menurun, sehingga mudah melakukan kesalahan tanpa sengaja. Misalnya lupa mematikan kompor, lupa menaruh barang di mana, dan sebagainya.

Cara Mengatasi Baby Blues

Baby blues umumnya akan hilang dengan sendirinya. Meski demikian, jika Anda mengalaminya, kondisi ini perlu dikelola dengan baik. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi baby blues adalah:

1. Jangan bebani diri

Jangan paksakan diri Anda untuk mengerjakan segalanya sendiri. Kerjakanlah apa yang sanggup Anda kerjakan. Bila Anda merasa kewalahan, baik dalam mengurus Si Kecil atau pekerjaan rumah, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang-orang terdekat yang dipercaya.

2. Tidur yang cukup

Pastikan waktu tidur Anda tercukupi dengan baik. Manfaatkan waktu tidur Si Kecil untuk Anda tidur. Jika Si Kecil terbangun di malam hari karena mengompol dan Anda masih butuh tidur untuk memulihkan tenaga, jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan untuk mengganti popok Si Kecil dan menjaganya sejenak.

3. Olahraga rutin dan makan makanan berkualitas

Untuk membantu mengatasi baby blues yang dialami, Anda disarankan untuk berolahraga secara rutin. Olahraga tidak hanya dapat mengalihkan perhatian dan kekhawatiran yang Anda rasakan, tapi juga membantu meningkatkan mood dan kualitas tidur.

4. Berbagi cerita

Anda dianjurkan untuk bersosialisasi dengan ibu baru lainnya agar dapat bertukar cerita mengenai perasaan yang Anda alami. Namun, bila ini dirasa berat, Anda bisa memulai dengan menceritakannya kepada suami Anda. Lagi pula, suamilah yang berada paling dekat dengan Anda.

Di tengah-tengah momen bahagia menyambut Si Kecil, baby blues pasti terasa aneh dan tidak wajar bagi Anda. Namun, perlu diingat bahwa hal ini normal dan dialami oleh banyak ibu lainnya. Untuk menghadapi ini, Anda membutuhkan banyak dukungan fisik maupun moral dari orang-orang di sekitar Anda. Namun, jika keluhan yang Anda rasakan tidak membaik dan masih menetap lebih dari dua minggu setelah melahirkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog agar keluhan tidak bertambah parah.

 

Daftar pustaka

American Pregnancy Association (2015). Baby Blues.

Ehrenfeld, T. Psychology Today (2017). Men Get Baby Blues, Too.

Penulis: 
Sandi, S. Kep, Ners
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah

Artikel

27/11/2021 | Ns. Monalisa, AMK, S.Kep
27/11/2021 | Septia lianti, S.Kep, Ners
27/11/2021 | Tri Nurul Hidayati, S.Kep
27/11/2021 | Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
27/11/2021 | Ns.Kristianus Triaspodo, M.Kep, Sp.Kep.J
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
10/10/2018 | Emanuel Triwisnu Budi, AMK
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep

ArtikelPer Kategori