Dinkes Babel Dukung Pangkalpinang Kejar Target 46% Cakupan CKG 2026
PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) mendukung Pangkalpinang mengejar target 46 persen cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hastuti dalam pertemuan yang diselenggarakan di Kantor Dinkes Kota Pangkalpinang, Rabu (18/02/2026).
"Menuju tahun 2026, target proporsi penerima layanan CKG untuk semua kelompok usia dipatok meningkat dari 36 persen menjadi 46 persen. Dinkes Babel siap mendukung upaya pencapaian ini," tegas Hastuti.
Dalam Rapat Koordinasi Penggalangan Komitmen dan Evaluasi Terkait Pelaksanaan Program CKG ini, Hastuti juga memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025.
"Berdasarkan data capaian tahun 2025, Kota Pangkalpinang mencatatkan sebanyak 83.645 jiwa atau sekitar 34,52 persen penduduk telah menerima layanan kesehatan gratis.
"Angka ini menempatkan Pangkalpinang di peringkat keempat se-Babel. Sementara secara akumulatif, Babel telah melampaui target RPJMN 2025 dengan capaian 39,7 persen," lanjutnya.
"Kita juga harus menyusun langkah strategis menyongsong tahun 2026. Kota Pangkalpinang menjadi salah satu fokus utama mengingat posisinya sebagai ibu kota provinsi dengan dinamika kesehatan masyarakat yang tinggi," ujarnya.
Sementara Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Widya Eva Sari mengungkapkan bahwa pihaknya akan fokus pada strategi penguatan program CKG 2026.
"Masih banyak masalah dan tantangan pelaksanaan CKG di lapangan. Selain antusiasme masyarakat yang fluktuatif cenderung kurangnya minat untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, kendala aplikasi tidak kalah besarnya," ujarnya.
"Terdapat laporan mengenai ketidakstabilan pada aplikasi pelaporan (seperti ASIK atau Satu Sehat), yang terkadang menghambat input data hasil pemeriksaan secara real-time," lanjutnya.
"Demikian juga dengan ketersediaan logistik. Pengelolaan ketersediaan Bahan Medis Habis Pakai di beberapa titik layanan masih menjadi perhatian agar pelayanan tidak terputus," tuturnya.
"Namun demikian, kita yakin dapat menjadi yang terbaik, bahkan bisa mengejar Gorontalo yang menduduki peringkat teratas pada 2025. Penggalangan komitmen dari berbagai sektor, mulai dari kepala puskesmas hingga camat se-Pangkalpinang, menjadi bentuk keseriusan Pangkalpinang agar masyarakat mendapatkan pelayanan CKG dengan menyeluruh," pungkas Widya.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda ChandralelaFotografer: Adinda Chandralela, Dinkes Kota PangkalpinangBidang Informasi: DinkesDinkes Babel Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik dengan Akselerasi Digitalisasi Layanan Puskesmas
PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Lucia Shinta Silalahi saat membuka Sosialisasi Informasi Kesehatan, yang diselenggarakan di Hotel Sun, Senin (09/02/2026).
"Dinkes Babel menggandeng PT Infokes untuk mengakselarasi digitalisasi layanan puskesmas melalui ePuskesmas," lanjutnya.
"Langkah terbaru diambil dengan memperkuat sinergi bersama PT Infokes guna mengoptimalkan implementasi sistem informasi kesehatan berbasis digital di seluruh Puskesmas di wilayah Babel," ujarnya.
Menurutnya, transisi ke sistem digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan efisiensi.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga di Bangka Belitung mendapatkan akses layanan kesehatan yang cepat dan akurat. Dengan sistem digital ini, hambatan administrasi manual dapat dikurangi, sehingga tenaga medis bisa lebih fokus pada penanganan pasien," harap Lucia.
Digitalisasi ini difokuskan pada penggunaan aplikasi ePuskesmas, lanjutnya. "Platform yang dirancang untuk mengintegrasikan data pasien secara real-time dan memudahkan administrasi pelayanan kesehatan di tingkat primer," lanjutnya.
Sementara itu, pihak PT Infokes, Andri Maulana mengungkapkan bahwa sebagai mitra penyedia teknologi, kami siap untuk mengawal implementasi teknis dan memastikan sumber daya manusia (SDM) di puskesmas mampu mengoperasikan sistem dengan baik.
"PT Infokes hadir untuk memberikan solusi integrasi data melalui ePuskesmas. Kami tidak hanya menyediakan sistem, tetapi juga berkomitmen dalam pendampingan teknis agar transformasi digital di Bangka Belitung berjalan mulus dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," jelasnya.
"Kami mengutamakan efisiensi administrasi, yaitu mempercepat proses pendaftaran dan rekam medis pasien. Termasuk juga integrasi data sehingga memudahkan pelaporan data kesehatan dari tingkat puskesmas ke dinas kesehatan," tutur Andri.
"Peningkatan kualitas layanan juga memungkinkan tenaga medis mengakses riwayat kesehatan pasien dengan lebih akurat," ujarnya.
"Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan seluruh puskesmas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat segera bermigrasi penuh ke sistem digital, sejalan dengan visi transformasi kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat," harapnya.
Dinkes Babel Sesuaikan Kuota BPJS Kesehatan 2026
PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kesehatan mengumumkan adanya penyesuaian besaran kuota pembayaran iuran premi BPJS Kesehatan. Kebijakan ini diambil menyusul adanya keterbatasan anggaran jaminan kesehatan masyarakat di tingkat provinsi. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Antara Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Kabupaten/Kota, yang diselenggarakan di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (04/02/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine, mengungkapkan bahwa berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan oleh Dinkes Babel, penyesuaian ini mulai berlaku terhitung tanggal 1 Februari 2026.
"Dalam kebijakan tersebut, jumlah kuota pembayaran akan dikembalikan pada besaran awal tahun 2025, yakni sebanyak 90.917 jiwa," jelasnya.
"Data menunjukkan bahwa anggaran jaminan kesehatan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp48.111.928.800,00," tutur Ria.
Menurutnya, angka ini mengalami penurunan dibandingkan dengan anggaran perubahan tahun 2025 yang sempat mencapai Rp59.447.031.200 dengan total kuota 173.126 jiwa.
Menanggapi kondisi ini, dr. Ria Agustine menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pemberian bantuan iuran kesehatan.
"Kami meminta agar pemerintah kabupaten dan kota lebih selektif dalam memverifikasi data kepesertaan dengan melibatkan dinas sosial," ujarnya.
"Besar harapan kami Dinas Kesehatan kabupaten/kota dapat selektif dalam menentukan kepesertaan BPJS Kesehatan dengan mengutamakan masyarakat yang tidak mampu berdasarkan data dinas sosial," ujar Ria Agustine.
"Adapun kuota peserta BPJS Kesehatan untuk kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026 adalah sebagai berikut Bangka: 21.020 jiwa, Bangka Barat: 12.194 jiwa, Bangka Selatan: 14.328 jiwa, Bangka Tengah: 11.330 jiwa, Belitung: 10.927 jiwa, Belitung Timur: 7.209 jiwa, dan Pangkalpinang: 13.909 jiwa," rinci Ria.
Hingga 1 Februari 2026, lanjutnya, tingkat keaktifan peserta JKN-KIS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat berada di angka 80,95%, dengan total pencapaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,59%.
"Pemerintah berharap koordinasi yang kuat antara provinsi dan kabupaten/kota dapat memastikan masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan akses layanan kesehatan meskipun terjadi penyesuaian anggaran," pungkas Ria Agustine.
Sementara Mehoa, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi yang membahas status BPJS Kesehatan UHC Prioritas.
Beliau berharap akan ada penambahan kuota pada anggaran perubahan 2026, terutama untuk Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Barat.
Peringati Hari Gizi dan Bulan K3 2026, Dinkes Babel Gelar Kegiatan Edukatif dan Kolaboratif
PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan kolaboratif dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 sekaligus menyemarakkan Bulan K3 Nasional Tahun 2026. Acara yang dipusatkan di halaman belakang kantor Dinas Kesehatan ini berlangsung meriah pada Jumat (30/01/2026).
Kegiatan diawali dengan senam bersama seluruh pegawai, dilanjutkan dengan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) guna memantau status kesehatan staf. Menariknya, acara ini juga kental dengan adat lokal melalui tradisi Nganggung Germas, di mana para peserta membawa dulang berisi buah-buahan dan kudapan kukusan sehat, misalnya kacang-kacangan dan umbi-umbian.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine mengungkapkan bahwa salah satu agenda utama dalam peringatan ini adalah Lomba Membuat Menu "Isi Piringku" yang menyasar kategori remaja usia 12-18 tahun.
"Lomba ini bertujuan untuk membumikan konsep "Isi Piringku" sebagai pengganti konsep lama 4 Sehat 5 Sempurna," tuturnya.
"Hal ini sesuai dengan Permenkes No. 41 Tahun 2014, konsep ini menekankan pada keseimbangan porsi," ujar Ria.
"Kandungan dalam satu piring makan sekali saji terdiri atas karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral yang seimbang," jelasnya.
"Sebanyak 27 peserta ditantang untuk menciptakan menu bagi remaja dengan aktivitas sedang. Aturan mainnya cukup ketat: setiap porsi harus berbasis bahan pangan lokal dengan batasan biaya antara Rp20.000,00 hingga Rp25.000,00 saja," jelasnya.
Ria menjelaskan bahwa penilaian dilakukan oleh enam orang juri yang berasal dari lintas bidang di lingkungan Dinas Kesehatan serta UPTD Laboratorium Kesehatan.
"Kriteria yang dinilai meliputi nilai gizi (B2SA), yaitu beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Tentunya juga mengutamakan kreativitas dan inovasi, penggunaan bahan pangan lokal secara unik," jelasnya.
"Kualitas sajian cita rasa, penampilan, serta kebersihan pangan juga menjadi salah satu penilaian," lanjutnya.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat, tim juri menetapkan enam orang pemenang utama. Tidak hanya untuk peserta lomba, apresiasi juga diberikan kepada sepuluh pegawai beruntung yang terpilih melalui pengundian bagi mereka yang memiliki hasil pengukuran IMT kategori ideal.
Menutup rangkaian acara kesehatan fisik, pegawai Dinkes Babel juga dibekali aspek spiritual, dengan mendengarkan tausiah singkat guna menyambut kedatangan bulan suci Ramadan yang sudah di depan mata. Adapun yang menyampaikan tausiah merupakan salah satu pegawai Dinkes Babel, yaitu Ustadz Fajar Dian Hernanda.
Melalui kegiatan ini, Ria berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin sadar akan pentingnya pola makan seimbang demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan produktif.
Perkuat Sinergi, BNN Babel dan Dinkes Babel Jajaki Pembentukan Rumah Rehabilitasi Narkoba
PANGKALPINANG – Dengan memperkuat sinergi, Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNN Babel) dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) menjajaki pembentukan rumah rehabilitasi narkoba. Hal ini menjadi salah satu pembahasan antara kedua pimpinan dalam pertemuan yang diselenggarakan di kantor Dinkes Babel, Kamias (22/01/2026).
Kepala BNN Babel, Eko Kristianto, mengungkapkan rencana besar BNN Babel untuk membangun rumah rehabilitasi sebagai pusat penanganan bagi para penyalahguna narkoba di Babel.
"Rumah rehabilitasi menjadi pusat penanganan mengingat kondisi peredaran dan penggunaan narkotika di wilayah Babel semakin menunjukkan tren yang mengkhawatirkan," ungkapnya.
Tidak hanya menyasar usia produktif, bahaya laten ini kini mulai merambah ke kalangan anak sekolah, lanjutnya.
"Selain dengan Dinkes Babel, kami juga berkoordinasi dengan dinas pendidikan guna mengintegrasikan kurikulum pembelajaran mengenai bahaya narkoba bagi siswa," lanjutnya.
Menurutnya, penanganan narkoba tidak bisa dilakukan sendirian. "BNN Babel menggandeng mitra strategis lainnya, mulai dari kanwil kemenag, BPOM, dinas sosial, dinas pemberdayaan masyarakat desa, hingga kepolisian,"tuturnya.
Kadinkes Babel, Ria Agustine menyambut baik inisiasi tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk memberikan dukungan penuh.
"Pada dasarnya, kami siap bekerja sama dan mendukung penuh penyelenggaraan rumah rehabilitasi ini. Sinergi ini penting untuk menyatukan persepsi dan peran dalam menangani permasalahan narkoba yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat," ujar dr. Ria Agustine.
"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mempunyai Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Samsi Jacobalis, yang menjadi pusat rujukan utama untuk tindakan rehabilitasi medis," lanjutnya.
Untuk tingkat dasar, lanjutnya, dinas kesehatan akan lebih mengoptimalisasi peran Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang berada di puskesmas.
"Kami juga akan lebih gencar lagi melakukan promosi dan edukasi, misalnya dengan penguatan materi bahaya narkoba di puskesmas dan posyandu," ujarnya.
"Melalui koordinasi ini, diharapkan sistem rujukan dan pelaporan antara BNN dan fasilitas kesehatan dapat terintegrasi dengan baik, sehingga para penyalahguna narkoba di Bangka Belitung bisa mendapatkan layanan rehabilitasi yang standar dan reguler sesuai aturan yang berlaku," pungkas Ria.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: Bidang P2P Dinkes BabelBidang Informasi: DinkesKadinkes Babel Serahkan Perjanjian Kinerja dan Kontrak Kerja kepada 54 Tenaga PPPK Paruh Waktu
PANGKALPINANG – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine, menyerahkan perjanjian kinerja dan kontrak kerja kepada 54 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu. Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, Ria menjelaskan bahwa hal ini merupakan langkah penting dalam penguatan tata kelola administrasi dan pelayanan publik, Senin (19/01/2026).
"Perjanjian kinerja dan kontrak kerja P3K Paruh Waktu ini menjadi komitmen para pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Setiap pegawai memiliki tanggung jawab yang sama penyelenggaraan tata kelola administrasi dan pelayanan publik Dinkes Babel," lanjutnya.
Menurut Ria, penyerahan perjanjian kinerja dan kontrak kontrak kerja ini bukan sekadar formalitas administratif.
Perjanjian kinerja dan kontrak kerja adalah sebuah amanah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Negeri Serumpun Sebalai.
"Dengan diterimanya Perjanjian Kinerja ini, kami berharap seluruh tenaga PPPK Paruh Waktu dapat langsung berakselerasi, menjaga disiplin, dan menunjukkan profesionalisme sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing," harap Ria.
Senada dengan Kadinkes, Sekretaris Dinkes Babel, Lucia Shinta Silalahi juga mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap poin-poin yang tertuang dalam perjanjian kinerja dan kontrak kerja.
"Setiap pegawai harus memahami hak, kewajiban, serta target kinerja yang harus dicapai selama masa kontrak berlangsung," tutur Lucia.
"Kehadiran rekan-rekan diharapkan mampu menutup celah kekurangan personel di lingkungan Dinkes Babel, terutama dalam optimalisasi penyelenggaraan tupoksi instansi," pungkasnya.
Adapun penempatan para tenaga kerja ini dibagi ke dalam beberapa kategori strategis, dengan rincian 24 tenaga kesehatan, 17 operator layanan operasional, dan 13 penata layanan operasional.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: MarleniBidang Informasi: DinkesWujudkan Sekolah Sehat, SMP Negeri 2 Pangkalpinang dan Dinkes Babel Intensifkan Sosialisasi PHBS
PANGKALPINANG – SMP Negeri 2 Pangkalpinang terus berkomitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan sehat melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Hal ini disampaikan okeh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pangkalpinang, Herlina saat menyambut Tim Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (08/01/2026).
"Langkah ini diambil dengan kesadaran penuh untuk mencegah penularan penyakit serta meningkatkan prestasi belajar siswa melalui lingkungan yang bersih," lanjutnya.
"Kami mohon dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran kolikuler, dengan tema Aku Sehat, Temanku Juga Sehat," tuturnya.
Setelah pembelajaran hari ini, lanjutnya, anak didik akan ditugaskan untuk menyampaikan informasi kesehatan ini kepada masyarakat. "Bisa diinformasikan secara langsung atau bisa juga dengan membuat video terkait PHBS," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hastuti, mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Karena egiatan PHBS ini tidak melulu melibatkan dinas kesehatan ataupun puskesmas, tetapi juga seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, penjaga sekolah, hingga petugas kantin," jelas Hastuti.
"Berdasarkan panduan kesehatan sekolah, terdapat beberapa indikator utama yang kini menjadi fokus di SMP Negeri 2 Pangkalpinang, misalnya membudayakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir untuk membunuh kuman penyebab diare dan cacingan," lanjutnya.
"Tim kami akan menyosialisasikan beberapa poin penting, antara lain penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk,
berolahraga teratur, pengukuran fisik berkala, dan penerapan kawasan tanpa rokok," tegasnya.
"Melalui penerapan PHBS yang disiplin, diharapkan SMP Negeri 2 Pangkalpinang dapat terus mencetak generasi yang sehat, mandiri dalam menjaga lingkungan, serta memiliki daya konsentrasi yang tinggi dalam meraih prestasi akademik," pungkas Hastuti.
Dinkes Babel menurunkan sekitar 20 fasilitator untuk menangani 31 rombongan belajar, berkolaborasi dengan tim IIDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Puskesmas Gerunggang, dan Dinas kesehatan Kota Pangkalpinang.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: Adinda Chandralela Bidang Informasi: Dinkes
Profil Kesehatan 2024 Babel Terbaik Peringkat 3 Nasional Tahun 2025
JAKARTA - Profil Kesehatan 2024 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbaik peringkat 3 secara nasional tahun 2025. Penghargaan ini diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kunta Wibawa Dasa Nugraha kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine dalam Acara Penyerahan Penghargaan Hari Kesehatan Nasional ke-61, yang diselenggarakan di Balai Kartini pada Minggu (07/12/2025).
Dalam rilis pramasnya, Ria mengungkapkan bahwa Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) telah menilai kualitas data Profil Kesehatan tahun 2024 dengan menggunakan metode Penilaian Kualitas Data rutin (PKDR).
"PKDR meliputi penilaian terhadap kelengkapan, keakuratan, dan konsistensi data yang disampaikan dalam laporan Profil Kesehatan Provinsi dan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota," tutur Ria.
Dari ketiga penilaian ini, lanjutnya, Kepulauan Bangka Belitung termasuk provinsi peringkat tiga dalam penilaian kualitas data rutin dengan perolehan total skor 438,73 dengan persentase rata-rata 73,12 persen.
"Melalui penilaian tersebut, telah ditetapkan penerima penghargaan Pemeringkatan Profil Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia tahun 2025," tambahnya.
Ria menyampaikan apresiasinya atas kinerja tim profil kesehatan atas penghargaaan profil kesehatan tingkat provinsi ini.
"Penghargaan ini bukan baru pertama, melainkan yang kedua kalinya. Kita berharap di tahun depan Profil Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa bertahan dengan penghargaan ini bahkan bisa menjadi lebih baik," ujarnya.
Dalam acara yang sama, pimpinan Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah penghargaan kepada pemenang kompetisi dan pimpinan satuan kerja pelaksana program.
Perkuat Penanggulangan Tuberkulosis, Dinkes Babel Rambah Penemuan Kasus di Lapas
PANGKALPINANG - Dalam upaya memperkuat penanggulangan tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) merambah penemuan kasus di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinkes Babel, dr. Ria Agustine, M.Kes saat mendampingi pelaksanaan kegiatan di Lapas Kelas IIA Kota Pangkalpinang bersama Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dan Puskesmas Gerunggang pada Selasa (25/11/2025).
"Berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas wilayah kerja, serta dukungan vendor pelaksana, Dinkes Babel melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) dengan intervensi Chest X-Ray (CXR) bagi seluruh warga binaan dan tahanan pada Oktober–November 2025," jelas Ria.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kasus TBC, meningkatkan akses layanan kesehatan, serta memutus rantai penularan di area berisiko tinggi," lanjutnya.
Seperti yang diketahui, lanjut Ria, lingkungan pemasyarakatan merupakan salah satu lokasi dengan risiko penularan TBC yang tinggi.
"Hal ini sangat memungkinkan terjadi akibat kondisi hunian yang padat dan mobilitas penghuni yang terbatas," lanjut Ria.
"Pelaksanaan ACF berbasis pemeriksaan CXR menjadi strategi penting untuk menekan potensi penularan dan menemukan kasus TBC, baik laten maupun aktif, secara cepat dan efektif," tegas Ria.
Lebih lanjut, Ria menuturkan bahwa upaya ini menjadi bukti nyata sinergi antara sektor kesehatan dan pemasyarakatan dalam mendukung target eliminasi TBC Tahun 2030, sekaligus memastikan hak kesehatan warga binaan terpenuhi secara maksimal.
"Kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin dioptimalkan mengingat pentingnya deteksi dini TBC, khususnya di lingkungan pemasyarakatan," harap Ria.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Babel, Meiristia Qomariah menjelaskan bahwa pada 2025, kegiatan ini menargetkan 2.700 warga binaan dengan pelaksanaan skrining ACF di tujuh UPT Pemasyarakatan.
"Kami memulai dengan Lapas Perempuan Kelas III Kota Pangkalpinang, selanjutnya Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Pangkalpinang, Rutan Kelas IIB Muntok, Lapas Kelas IIB Sungailiat, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, dan Lapas Kelas IIB Tanjung Pandan," tutur Meiristia.
Menurutnya, pelaksanaan ACF dengan intervensi CXR di seluruh lapas berjalan tertib, aman, dan mendapat dukungan penuh dari pihak pemasyarakatan serta tenaga kesehatan.
Berdasarkan hasil skrining yang masuk, lanjutnya, terdapat 190 terduga TBC yang telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dahak.
"Dari jumlah tersebut, 17 kasus terkonfirmasi positif TBC dan segera diarahkan untuk mendapatkan pengobatan," jelasnya.
"Data ini masih bersifat sementara karena sebagian hasil pemeriksaan lanjutan belum tersedia dan kegiatan skrining belum mencakup seluruh UPT Pemasyarakatan," lanjutnya.
"Capaian awal ini menunjukkan bahwa ACF mampu meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif," ungkap Meiristia.
"Tentunya hal ini mempercepat penatalaksanaan pengobatan bagi warga binaan yang teridentifikasi sehingga dapat menekan risiko penularan di lingkungan tertutup," pungkas Meiristia.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda ChandralelaFotografer: Ika Septi IndahyaniBidang Informasi: DinkesPlt. Kadinkes Babel: Perluas Edukasi Terkait HIV Terutama kepada Generasi Muda
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Ria Agustine, M.Kes menegaskan perlunya memperluas edukasi terkait HIV kepada masyarakat, terutama generasi muda. Hal ini disampaikannya saat membuka Pertemuan Validasi Data Viral Load HIV Tahun 2025, yang digelar di ruang pertemuan Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (19/11/2025).
"Pendekatan edukasi sebaya dapat mejadi media dalam menyampaikan informasi pencegahan HIV AIDS,” tambahnya.
Menyoroti meningkatnya kasus HIV di Babel, Ria merinci kasus HIV AIDS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Secara kumulatif, orang dengan HIV (ODHIV) hidup dan mengetahui status HIV dari target 87 persen dengan capaian sebanyak 1.971 orang (70 persen).
Kemudian, lanjutnya, persentase ODHIV yang sedang menjalani terapi antiretroviral (ODHIV on ART) berjumlah 1.369 orang atau sekitar 69 persen.
"Capaian pemeriksaan viral load sebanyak 922 tes, dengan persentase 67 persen dari ODHIV on ART sampai dengan Oktober 2025, dengan hasil 875 tersupresi dan 47 tidak tersupresi," jelas Ria.
"Capaian ini sudah melewati dari target 65% yang telah ditetapkan," tambahnya.
Ia menuturkan bahwa validasi data merupakan tahapan yang penting untuk memastikan mutu pelaporan program HIV di daerah.
"Data capaian pemeriksaan VL HIV yang telah tervalidasi, akurat, dan dapat diandalkan bisa tercapai," ujar Ria.
"Dengan pertemuan ini, peserta dapat meningkatkan capaian kegiatan program HIV AIDS serta melakukan pemeriksaan viral load HIV yang tervalidasi," haranya.
"Pembelajaran baik dalam mengatasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pemeriksaan HIV tahun 2025 dan tahun yang akan datang," pungkas Ria.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Dea SafitriFotografer: Dea SafitriEditor: Adinda ChandralelaBidang Informasi: Dinkes