Subscribe to Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung feed
Updated: 1 hour 51 min ago

Profil Kesehatan 2024 Babel Terbaik Peringkat 3 Nasional Tahun 2025

Tue, 12/09/2025 - 15:04

JAKARTA - Profil Kesehatan 2024 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbaik peringkat 3 secara nasional tahun 2025. Penghargaan ini diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kunta Wibawa Dasa Nugraha kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine dalam Acara Penyerahan Penghargaan Hari Kesehatan Nasional ke-61, yang diselenggarakan di Balai Kartini pada Minggu (07/12/2025).

Dalam rilis pramasnya, Ria mengungkapkan bahwa Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) telah menilai kualitas data Profil Kesehatan tahun 2024 dengan menggunakan metode Penilaian Kualitas Data rutin (PKDR).

"PKDR meliputi penilaian terhadap kelengkapan, keakuratan, dan konsistensi data yang disampaikan dalam laporan Profil Kesehatan Provinsi dan Profil Kesehatan Kabupaten/Kota," tutur Ria.

Dari ketiga penilaian ini, lanjutnya, Kepulauan Bangka Belitung termasuk provinsi peringkat tiga dalam penilaian kualitas data rutin dengan perolehan total skor 438,73 dengan persentase rata-rata 73,12 persen.

"Melalui penilaian tersebut, telah ditetapkan penerima penghargaan Pemeringkatan Profil Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia tahun 2025," tambahnya.

Ria menyampaikan apresiasinya atas kinerja tim profil kesehatan atas penghargaaan profil kesehatan tingkat provinsi ini.
"Penghargaan ini bukan baru pertama, melainkan yang kedua kalinya. Kita berharap di tahun depan Profil Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa bertahan dengan penghargaan ini bahkan bisa menjadi lebih baik," ujarnya.

Dalam acara yang sama, pimpinan Kementerian Kesehatan memberikan sejumlah penghargaan kepada pemenang kompetisi dan pimpinan satuan kerja pelaksana program.
 

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda ChandralelaFotografer: Vety HeryantiBidang Informasi: Dinkes

Perkuat Penanggulangan Tuberkulosis, Dinkes Babel Rambah Penemuan Kasus di Lapas

Tue, 11/25/2025 - 22:12

PANGKALPINANG - Dalam upaya memperkuat penanggulangan tuberkulosis (TBC), Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) merambah penemuan kasus di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinkes Babel, dr. Ria Agustine, M.Kes saat mendampingi pelaksanaan kegiatan di Lapas Kelas IIA Kota Pangkalpinang bersama Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dan Puskesmas Gerunggang pada Selasa (25/11/2025).

"Berkolaborasi dengan Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), dinas kesehatan kabupaten/kota, puskesmas wilayah kerja, serta dukungan vendor pelaksana, Dinkes Babel melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) dengan intervensi Chest X-Ray (CXR) bagi seluruh warga binaan dan tahanan pada Oktober–November 2025," jelas Ria.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kasus TBC, meningkatkan akses layanan kesehatan, serta memutus rantai penularan di area berisiko tinggi," lanjutnya.

Seperti yang diketahui, lanjut Ria, lingkungan pemasyarakatan merupakan salah satu lokasi dengan risiko penularan TBC yang tinggi.

"Hal ini sangat memungkinkan terjadi akibat kondisi hunian yang padat dan mobilitas penghuni yang terbatas," lanjut Ria.

"Pelaksanaan ACF berbasis pemeriksaan CXR menjadi strategi penting untuk menekan potensi penularan dan menemukan kasus TBC, baik laten maupun aktif, secara cepat dan efektif," tegas Ria.

Lebih lanjut, Ria menuturkan bahwa upaya ini menjadi bukti nyata sinergi antara sektor kesehatan dan pemasyarakatan dalam mendukung target eliminasi TBC Tahun 2030, sekaligus memastikan hak kesehatan warga binaan terpenuhi secara maksimal.

"Kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin dioptimalkan mengingat pentingnya deteksi dini TBC, khususnya di lingkungan pemasyarakatan," harap Ria.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Babel, Meiristia Qomariah menjelaskan bahwa pada  2025, kegiatan ini menargetkan 2.700 warga binaan dengan pelaksanaan skrining ACF di tujuh UPT Pemasyarakatan.

"Kami memulai dengan Lapas Perempuan Kelas III Kota Pangkalpinang, selanjutnya Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Pangkalpinang, Rutan Kelas IIB Muntok, Lapas Kelas IIB Sungailiat, Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, dan Lapas Kelas IIB Tanjung Pandan," tutur Meiristia.

Menurutnya, pelaksanaan ACF dengan intervensi CXR di seluruh lapas berjalan tertib, aman, dan mendapat dukungan penuh dari pihak pemasyarakatan serta tenaga kesehatan. 

Berdasarkan hasil skrining yang masuk, lanjutnya, terdapat 190 terduga TBC yang telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dahak. 

"Dari jumlah tersebut, 17 kasus terkonfirmasi positif TBC dan segera diarahkan untuk mendapatkan pengobatan," jelasnya.

"Data ini masih bersifat sementara karena sebagian hasil pemeriksaan lanjutan belum tersedia dan kegiatan skrining belum mencakup seluruh UPT Pemasyarakatan," lanjutnya. 

"Capaian awal ini menunjukkan bahwa ACF mampu meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif," ungkap Meiristia.

"Tentunya hal ini mempercepat penatalaksanaan pengobatan bagi warga binaan yang teridentifikasi sehingga dapat menekan risiko penularan di lingkungan tertutup," pungkas Meiristia.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda ChandralelaFotografer: Ika Septi IndahyaniBidang Informasi: Dinkes

Plt. Kadinkes Babel: Perluas Edukasi Terkait HIV Terutama kepada Generasi Muda

Fri, 11/21/2025 - 22:22

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Ria Agustine, M.Kes menegaskan perlunya memperluas edukasi terkait HIV kepada masyarakat, terutama generasi muda. Hal ini disampaikannya  saat membuka Pertemuan Validasi Data Viral Load HIV Tahun 2025, yang digelar di ruang pertemuan Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu (19/11/2025).

"Pendekatan edukasi sebaya dapat mejadi media dalam menyampaikan informasi pencegahan HIV AIDS,” tambahnya.

Menyoroti meningkatnya kasus HIV di Babel, Ria merinci kasus HIV AIDS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Secara kumulatif, orang dengan HIV (ODHIV) hidup dan mengetahui status HIV dari target 87 persen dengan capaian sebanyak 1.971 orang (70 persen). 

Kemudian, lanjutnya, persentase ODHIV yang sedang menjalani terapi antiretroviral (ODHIV on ART) berjumlah 1.369 orang atau sekitar 69 persen. 

"Capaian pemeriksaan viral load sebanyak 922 tes, dengan persentase 67 persen dari ODHIV on ART sampai dengan Oktober 2025, dengan hasil 875 tersupresi dan 47 tidak tersupresi," jelas Ria.

"Capaian ini sudah melewati dari target 65% yang telah ditetapkan," tambahnya.

Ia menuturkan bahwa validasi data merupakan tahapan yang penting untuk memastikan mutu pelaporan program HIV di daerah.

"Data capaian pemeriksaan VL HIV yang telah tervalidasi, akurat, dan dapat diandalkan bisa tercapai," ujar Ria.

"Dengan pertemuan ini, peserta dapat meningkatkan capaian kegiatan program HIV AIDS serta melakukan pemeriksaan viral load HIV yang tervalidasi," haranya.

"Pembelajaran baik dalam mengatasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pemeriksaan HIV tahun 2025 dan tahun yang akan datang," pungkas Ria.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Dea SafitriFotografer: Dea SafitriEditor: Adinda ChandralelaBidang Informasi: Dinkes

Optimis, Babel Kejar Target Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap 2025

Tue, 11/04/2025 - 15:04

PANGKALPINANG - Optimis, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengejar target cakupan imunisasi dasar lengkap 2025. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meiristia Qomariah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Program Imunisasi Rutin dan Sosialisasi Vaksin Baru, yang diselanggarakan di Aston Emidary Bangka Hotel & Conference Center pada Selasa (04/11/2025).

"Data cakupan imunisasi saat ini juga masih menunjukkan hasil capaian yang belum maksimal," ujar Meiristia.

Pada 2024, lanjutnya, cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 72,5 persen. "Untuk 2025, sampai dengan September ini capaian Babel sebesar 46,82 persen, masih di bawah target nasional, yaitu 95 persen," jelasnya.

"Hal ini menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama," tuturnya. 

"Kita memerlukan solusi dan rencana tindak lanjut yang harus disepakati sehingga dampak yang ditimbulkan akibat pelaksanaan imunisasi yang belum berjalan maksimal, seperti kejadian PD3I, dapat dicegah," lanjutnya.

Meiristia menjelaskan bahwa sebagian besar program imunisasi rutin nasional menggunakan vaksin produk dalam negeri. "Pada 2024 lalu, pendistribusian dan penggunaan/penyerapan vaksin pada pelaksanaan program imunisasi rutin mengalami beberapa tantangan," lanjutnya.

"FGD ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan evaluasi pelaksanaan imunisasi yang sudah berjalan pada 2024 dan 2025 serta penyampaian kebijakan dalam upaya dan strategi dalam mendukung penyelenggaraan imunisasi," tegas Meiristia.

Sementara Kepala Divisi Marketing Operation PT Biofarma secara luring menjelaskan bahwa Bio Farma berupaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Penyelenggaraan FGD ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Bio Farma, selain penyerapan anggaran kesehatan negara agar lebih efektif," lanjutnya.

Dengan demikian, lanjutnya, upaya untuk menciptakan generasi yang sehat serta sumber daya manusia unggul bisa tercapai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. 

Focus Grup Discussion ini dapat menjadi penguatan untuk program yang saat ini sudah berjalan, maupun program baru terutama  terkait tindakan preventif yang dapat di implementasikan di daerahnya masing-masing.

"Kami berharap Biofarma Group bukan sebagai penyedia vaksin, obat, dan alkes saja," ujar Hersi. 

"Biofarma tetap dipercaya sebagai mitra strategis dalam mendukung keberhasilan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dinas kesehatan provinsi di seluruh Indonesia," pungkasnya.

FGD ini dihadiri oleh dinas provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: Adinda Chandralela/KurbandiBidang Informasi: Dinkes

Demi Strategi Intervensi Tepat Sasaran, Dinkes Babel Validasi Data Sasaran

Thu, 10/16/2025 - 15:12

PANGKALPINANG - Demi menyusun strategi intervensi yang tepat sasaran, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung validasi data sasaran. Pertemuan Validasi Data Sasaran/Cakupan Penemuan Kasus dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diselenggarakan di Bangka City Hotel, mulai 15 sampai dengan 17 Oktober 2025.

Saat menyampaikan sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine mengungkapkan bahwa data yang valid, akurat, dan terkini menjadi dasar utama dalam menyusun kebijakan pada Rabu (15/10/2025).

"Juga dalam pengambilan keputusan serta evaluasi program pencegahan dan pengendalian penyakit," Lanjutnya.

"Tanpa data yang benar, strategi intervensi kita akan menjadi kurang tepat sasaran," tegasnya.

Karena data bukan hanya sekedar angka, lanjutnya. "Data merupakan gambaran nyata kondisi kesehatan masyarakat," sambungnya.

"Kegiatan validasi data merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka menjamin kualitas dan akurasi data yang dihimpun dari berbagai unit layanan dan sumber data di lapangan," ujar Ria.

Menurutnya, salah satu contoh, penyakit tidak menular merupakan salah satu penyumbang terbesar angka kesakitan dan kematian di Indonesia. 

"Berdasarkan data SKI 2023, 59,1 persen penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat," jelasnya.

"Sebanyak 53,5 persen penyakit tersebut adalah penyakit tidak menular, terutama hipertensi (22,2 persen), stroke (20,2 persen), diabetes (10,5 persen), katarak (19,5 persen), dan kanker (0,6 persen)," lanjutnya.

"Oleh karena itu, perlu pengendalian yang dilakukan di berbagai tingkatan, yang perlu dilakukan secara komprehensif, holistik, dan berkesinambungan," tutur Ria.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Babel, Meiristia Qomariah mengungkapkan bahwa data yang baik merupakan dasar program yang efektif. 

"Cermati bersama data yang ada, koreksi bila ada kekeliruan, dan pastikan sesuai dengan kondisi di lapangan, baik data manual maupun data yang terinput ke dalam aplikasi pencatatan pelaporan," lanjutnya.

Telaah data yang telah dikumpulkan, lanjutnya. 

"Kaji jika terdapat ketidaksesuaian atau inkonsistensi data. Sepakati data final yang akan digunakan sebagai dasar laporan dan intervensi selanjutnya," pungkas Meiristia.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan penyerahan penghargaan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dengan kategori:

  1. Capaian kinerja program pencegahan dan pengendalian penyakit sampai triwulan 3 untuk Kabupaten Bangka, Pangkalpinang, dan Belitung.
  2. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sampai dengan triwulan 3 untuk Kabupaten Belitung Timur, Bangka Selatan, dan Bangka.
  3. Pemberian piagam penghargaan sertifikat kabupaten/kota bebas frambusia untuk Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Belitung.
Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: MardiahBidang Informasi: Dinkes

Jabat Sebagai Plt. Kadinkes Babel, dr. Ria Agustine, M. Kes Pimpin Apel Pagi Perdananya

Wed, 10/08/2025 - 15:47

PANGKALPINANG - Menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Ria Agustine, M. Kes. pimpin apel pagi perdana pada Rabu (08/10/2025). Tampuk jabatan ini merupakan penugasan langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani pascapelatikan pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (04/10/2025).

Saat menyampaikan amanatnya, Ria meminta dukungan dari seluruh pegawai Dinkes Babel dalam mengemban amanahnya yang baru.
"Kita akan melanjutkan hal-hal yang sudah baik dan mengembangkan hal-hal lain untuk menjadi lebih baik lagi.  Mohon dukungan Bapak/Ibu sekalian agar kinerja Dinkes Babel tetap menjadi terbaik," ujarnya.

Dokter yang saat ini menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Dokter Samsi Jacobalis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini juga mengucapkan terima kasih kepada Dokter Andri Nurtito, MARS atas kinerjanya selama ini.

"Insyaallah saya berupaya untuk melanjutkannya. Mohon dukungannya," harap Ria.

Sementara dalam sepatah katanya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS menginformasikan bahwa ia dipercayakan oleh Gubernur menjadi staf ahli kemasyarkatan dan sumber daya. Andri menegaskan bahwa ia siap untuk berkoordinasi dan menerima aspirasi para pegawai.

"Amanah saya yang baru ini berkecimpung dalam bidang kemasyarakatan dan human resources. Oleh karena itu, saya selalu siap jika ada yang ingin berkoordinasi terkait hal tersebut," ujarnya.

"Saya juga meminta maafnya jika selama ia menjabat sebagai kepala dinas ada yang kurang berkenan," pungkas Andri.

Pada saat yang sama, berlangsung serah terima jabatan antara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2021 sampai dengan 03 Oktober 2025, dr. Andri Nurtito, MARS kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Ria Agustine, M.Kes. Dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dan foto bersama sebagai rekam kenangan.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: Febry AkbarBidang Informasi: Dinkes

Kadinkes Babel Apresiasi Upaya PAPDI dalam Wujudkan Transformasi Kesehatan Berkualitas

Sat, 09/27/2025 - 22:42

PANGKALAN BARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS mengapresiasi upaya Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Kepulauan Bangka Belitung dalam mewujudkan transformasi kesehatan yang berkualitas.

Hali ini disampaikannya saat membuka Simposium Comprehensive Care Models for Cardio Metabolic Treatment dalam Kalventis Scientific Gathering yang digelar di Novotel Bangka Hotel & Convention Centre pada Sabtu (27/09/2025).

"Kegiatan PAPDI ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang secara bersama-sama mewujudkan transformasi kesehatan yang berkualitas," ungkap Andri. 

Sekaligus, lanjutnya, sebagai forum ilmiah bagi para dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, dan tenaga kesehatan terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi, khususnya dalam bidang endokrinologi dan kardiometabolik.

"Beradasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terjadi peningkatan prevalensi penyakit diabetes melitus (DM) di Indonesia," tuturnya.

 "Dari 5,7% pada tahun 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta pada tahun 2013 sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia akan meningkat," ungkap Andri.

 "Yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, dan gagal ginjal, bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian," lanjutnya.

"Diagnosis dini dan tata laksana komprehensif pada penderita DM dapat menekan angka morbiditas dan mortalitas terhadap adanya penyakit komorbid ataupun komplikasinya," anjur Andri.

Lebih lanjut, Andri mengatakan bahwa diabetes dengan segala keterkaitannya dengan penyakit lain akibat komplikasi akut dan kronik, membutuhkan penatalaksaan yang komprehensif dan terintegrasi, baik oleh dokter maupun tenaga kesehatan yang terkait. 

"Oleh karena itu, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para tenaga kesehatan dalam memberikan tatalaksana di bidang kardiovaskular-metabolik secara optimal," pungkas Andri.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda ChandralelaFotografer: dr. Cilvana & panitia PAPDIBidang Informasi: Dinkes

Kuatkan Dukungan Sektor Kesehatan, Kadinkes Andri Harap MBG Babel Terbaik

Fri, 09/26/2025 - 22:45

PANGKALPINANG - Dengan menguatkan dukungan sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS berharap pelaksanaan proram Makan Bergizi Gratis (MBG) di Babel terbaik. 

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Sektor Kesehatan dalam Penguatan Implementasi Program Makan Bergizi (MBG), yang bertempat di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Jumat (26/09/2025).

"Peran sektor kesehatan terkait pelaksanaan MBG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus ditingkatkan dan dikuatkan. Saya yakin MBG Babel bisa menjadi yang terbaik," ujarnya. 

"Dukungan dan koordinasi pembinaan dan teknis pelaksanaan MBG dalam upaya menyediakan pangan bergizi, aman, dan sehat." lanjutnya. 

"Penerapan higiene sanitasi pangan dalam penyediaan MBG. Termasuk juga SOP
koordinasi dengan puskesmas,
sekolah, dan masyarakat
agar pelaksanaan terarah," lanjutnya.

"Dugaan keracunan makanan dan terjadi KLB harus segera dilaporkan dan diatasi," tegasnya.

MBG ini menjadi modal untuk membangun sumber daya manusia berkualitas, lanjutnya. "Dan ini menjadi pondasi kemajuan bangsa," tegas Andri.

Sependapat dengan Andri, Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah Kodam II Sriwijaya, Letkol. CKM Eka Saputra SKM, M Kes yakin MBG Babel bisa menjadi yang terbaik. "Jika dikelola sesuai dengan standarisasi, Babel bisa menjadi contoh terbaik," ujar Eka.

"Program MBG ini harus didukung penuh. Tidak ada alasan untuk tidak dikerjakan," katanya.
"Memang banyak hal baru dan antusiasme masyarakat juga beragam. Ada yang mendukung, termasuk yang tidak menerima MBG juga banyak," lanjutnya.

Terkait keracunan pangan, lanjutnya. "Setiap dapur tidak mungkin kita lakukan pemeriksaan food security," ujarnya.
"Kebersihan dapur harus menjadi perhatian dan pengerjaan harus sesuai standrisasi Mulai dari penyediaan dan penyeleksian bahan,
memasak, hingga penyajian," lanjuttnya.

Sebelum MBG, program seperti ini sudah dilaksanakan di militer. Jika dijalankan sesuai standarisasi, pasti bisa dijalankan dengan baik," pungkasnya.

Lintas sektor kesehatan yang hadir dalam rakor ini Biddokkes Polda Kepulauan Bangka Belitung, BPOM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Balai Karantina Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Direktur Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Kepala Regional SPPI BGN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua PERSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua Asosiasi Klinik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pangkalpinang, Perwakilan Organisasi Profesi IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (dr. Adi Sucipto, Sp.B), HAKLI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Boy Yandra, SKM, MPH, IAKMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Hermain, SKM, MKM), PERSAGI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DR. Zenderi Wardani, S.Gz.,M.Si).

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda ChandralelaFotografer: Febry AkbarBidang Informasi: Dinkes

Hadiri Seminar UNABA, Kadinkes Babel Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Mon, 09/22/2025 - 10:20

PANGKALPINANG - Hadiri Seminar Universitas Anak Bangsa, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS menegaskan perlunya deteksi dini kanker payudara. Hal ini disampaikannya saat mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung membuka seminar tersebut di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (20/09/2025).

"Gerakan Periksa Payudara Sendiri atau SADARI sangat penting. SADARI adalah langkah sederhana, tetapi efektif untuk mengenali tanda awal kanker payudara," tegasnya.

Bila dilakukan secara rutin, lanjutnya, kita dapat menemukan kelainan lebih dini sehingga pengobatan menjadi lebih mudah dan tingkat kesembuhan pun meningkat. 

Menurut Andri, deteksi dini kanker payudara dengan SADARI sebaiknya dilakukan sejak wanita remaja pertama kali mendapatkan menstruasi. 

"Pemeriksaan juga bisa dilakukan di puskesmas terdekat dengan SADANIS melalui  Cek Kesehatan Gratis (CKG)," ujarnya.

"Berdasarkan data Dinkes Babel, terjadi peningkatan kasus kanker payudara setiap tahun. Pada 2022, terdapat 73 kasus; pada tahun 2023, terjadi 83 kasus; dan pada 2024 ditemukan 98 kasus," tutur Andri.

 "Akibat keterlambatan deteksi dini, kasus baru seringkali ditemukan dalam stadium lanjut," ujar Andri. 

"Kami mengapresiasi seminar yang diprakarsai mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Anak Bangsa. Seminar ini merupakan  aksi kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat agar Kepulauan Bangka Belitung mampu menjadi daerah yang lebih peduli kesehatan dan mampu menurunkan angka kasus kanker payudara secara nyata," pungkas Andri. 

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: AriyantiBidang Informasi: Dinkes

Penilaian Naik Kelas, Kadinkes Babel Lakukan Visitasi ke RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM

Thu, 09/18/2025 - 16:43

NAMANG - Dalam rangka penilaian naik kelas, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS melakukan visitasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM pada Rabu (17/09/2025).

Didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun dan Direktur RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM, Dianing Kiswari, Andri mengungkapkan bahwa penilaian kenaikan kelas RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM ini berdasarkan aturan yang berlaku.

"Penilaian ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan," lanjutnya.

"Untuk mendapatkan aktivitas pelayanan rumah sakit dilakukan penilaian kesesuaian terhadap pemenuhan standar," jelasnya.

Penilaian kesesuaian dilakukan untuk izin baru, perpanjangan izin, dan perubahan Izin, lanjut Andri. 

"Penilaian kesesuaian dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota, DPMPTSP kabupaten/kota, organisasi perumahsakitan melalui verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan," tutur Andri.

Menurut Andri, untuk RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM, penilaian kesesuaian untuk perpanjangan izin dan perubahan kelas D Pratama menjadi kelas D. 

"Visitasi ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit agar sesuai dengan standar yang ditetapkan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan pasien, dan pengakuan profesionalisme tenaga medis yang ada di RSUD," ujar Andri.

"Jika sebelumnya jumlaht empat tidur yang tersedia sebanyak 28 TT,  saat ini berjumlah 51 TT," jelas Andri. 

"Dengan visitasi ini, RSUD Dr. Ir. H. Ibnu Saleh, MM mendapat pengakuan menjadi rumah sakit kelas D sehingga pembayaran BPJS bukan dengan berdasarkan kapitasi, tetapi berdasarkan Ina-CBG," pungkas Andri.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: Ira Ajeng AstriedBidang Informasi: Dinkes

Kadinkes Belitung Optimis Capaian CKG Meningkat

Thu, 09/11/2025 - 21:21

TANJUNG PANDAN - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Sri Agustini (Agun) optimis capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan meningkat. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan monitoring dan evaluasi capaian CKG oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang bertempat di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung pada Rabu (10/09/2025).

"Bisa jadi saat ini capaian CKG Kabupaten Belitung terendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun, kita optimis bahwa capaian CKG Kabupaten Belitung akan meningkat," ungkap Agun.

Menurutnya, CKG bukan hanya tanggung jawab bidang pelayanan kesehatan. "Tetapi semua bidang dan sektor. Bidang pelayanan kesehatan berperan untuk mengoordinasi, mengawasi, dan mengevaluasi," lanjutnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh semua kepala puskesmas se-Kabupaten Belitung ini, Agun menegaskan bahwa tidak ada kendala dalam pelayanan CKG. 
"Sejauh ini pelayanan CKG berjalan dengan baik. Berdasarkan diskusi kita, kendala terjadi pada keterbatasan sumber daya manusia. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, petugas harus menginput data pelayanan ke dalam aplikasi ASIK," ujarnya.

"Kita akan mencari solusinya bersama. Diawali dengan pembentukan WAG tim CKG dan penguatan tim kerja," tandas Agun.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rudy Mahardy menjelaskan bahwa capaian CKG akan menjadi rapor kinerja kepala puskesmas, kepala dinas kesehatan, dan juga kepala daerah," ujar Rudy.

"Akan ada report dari Gubernur kepada bupati terkait capaian puskesmas tertinggi dan terendah. Hal ini juga akan menjadi catatan bagi setiap puskesmas," lanjutnya.

CKG anak sekolah akan jadi pemantik yang sangat besar, saran Rudy. "Puskesmas bisa berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan kemenag untuk pelaksanaannya," lanjut Rudy.

"Kepala puskesmas harus melakukan percepatan capaian CKG karena target yang tersisa untuk 2025 masih jauh," pungkas Rudy.
 

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: Hendri/AdindaBidang Informasi: Dinkes

Dinkes Babel dan BPJS Kesehatan Bahas Hasil Review Kelas Rumah Sakit RSUD Dr.(H.C) Ir. Soekarno

Thu, 09/04/2025 - 10:25

BANGKA - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) dan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS Kesehatan) Kantor Cabang Pangkalpinang membahas hasil review kelas rumah sakit RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno pada yang Rabu (03/09/2025).

Pertemuan yang diselenggarakan di ruang rapat RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno ini dihadiri oleh Kadinkes Babel, dr. Andri Nurtito, MARS, Kepala BPJS Kesehatan KC Pangkalpinang, Aswalmi Gusmita, MSM, Apt., AAK, dan Plt. Direktur RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, dr. Ria Agustine, M.Kes.

Dalam rilis pramasnya, Andri menjelaskan bahwa pertemuan ini menindaklanjuti hasil review kelas rumah sakit tahun 2025 terhadap RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno.

"Melalui surat Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Nomor YR.02.01/D/3320/2025 tanggal 12 Agustus 2025 perihal Hasil Evaluasi Review Kelas Rumah Sakit Tahun 2025, Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota melaksanakan evaluasi pada periode 8 Juli–8 Agustus 2025 terhadap 174 rumah sakit yang tidak sesuai standar berdasarkan hasil review kelas rumah sakit," jelas Andri.

"Sebanyak 133 rumah sakit sesuai dengan standar dan 41 rumah sakit tidak sesuai standar.  Salah satunya, RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno saat ini telah memenuhi standar sebagai rumah sakit tipe B," ungkapnya.

Menindaklanjuti arahan BPJS Kesehatan Kantor Pusat dan Kedeputian Wilayah 3, lanjut Andri, dilakukan addendum perjanjian kerja sama penyesuaian tarif.
"PKS berlaku mulai bulan pelayanan Juli 2025 sampai ada ketentuan lebih lanjut dari kantor pusat," ujarnya.

"Apabila terdapat perubahan kebijakan lebih lanjut, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pangkalpinang akan melakukan penyesuaian tarif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," pungkas Andri.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: ZainuriBidang Informasi: Dinkes

Kadinkes Babel: Kesehatan Jiwa Bagian Integral Kesehatan

Tue, 09/02/2025 - 17:43

PANGKALPINANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS mengungkapkan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan secara keseluruhan. Hal ini disampaikannya saat membuka Pertemuan Peningkatan Pengelolaan Skrining dan Surveilans Kesehatan Jiwa bagi Pengelola Program Kabupaten / Kota dan Puskesmas, yang digelar di Hotel Grand Safran pada Senin (1/09/2025).

"Kesehatan jiwa yang baik akan memengaruhi kualitas hidup seseorang, baik dalam aspek personal, sosial, maupun profesional," lanjut Andri.

Sayangnya, lanjut Andri, isu kesehatan jiwa masih seringkali dianggap sebelah mata dan belum mendapatkan perhatian yang cukup. 

"Berdasarkan SKI 2023, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan kedua paling rendah untuk penduduk umur lebih dari 15 tahun dengan masalah jiwa," tuturnya. 

"Dan menempati urutan ketiga paling rendah untuk depresi dengan kategori usia yang sama," ujarnya.

Lebih lanjut, Andri menuturkan bahwa berdasarkan Global Burden of Diseases – IHME tahun 2019, kesehatan jiwa merupakan salah satu beban penyakit utama pada semua siklus hidup. "Namun demikian, kasus ini termasuk dalam sepuluh penyakit terbesar berdasarkan siklus hidup yang dapat dicegah," tegasnya.

"Dengan pertemuan ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pengelola program kabupaten/kota dan puskesmas di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam melaksanakan skrining dan surveilans kesehatan jiwa pasien ataupun masyarakat," pungkas Andri.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Meiristia Qomariah menjelaskan perlu adanya dukungan serta sinergitas dari berbagai lintas dalam mendukung pengelolaan  skrining dan surveilans kesehatan jiwa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat mengubah stigma terhadap kesehatan jiwa serta bersinergi dalam melakukan pelaporan data SIMKESWA," ungkapnya.

"Semoga bisa menyatukan pandangan, meningkatkan pemahaman, bersinergi dalam mengevaluasi, merumuskan, dan menyinkronisasikan pelaksanaan program dan kegiatan sehingga tujuan pembangunan kesehatan khususnya yang dilaksanakan melalui program pengelola kesehatan jiwa dapat terwujud," pungkas Meiristia.
 

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Adinda Chandralela Fotografer: MardiahBidang Informasi: Dinkes

Peringatan Ulang Tahun Koba ke-171, Kadinkes Babel Serahkan Kartu  Jaminan Kesehatan

Mon, 09/01/2025 - 14:53

KOBA – Dalam peringatan hari ulang tahun Koba ke-171, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS menyerahkankartu jaminan kesehatan secara simbolis kepada masyarakat Bangka Tengah. Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Kota Koba ini dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman pada Minggu (31/08/2025).

Dalam rilis pramasnya, Kadinkes Babel menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momen yang baik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersinergi dengan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan instruksi Gubernur tentang penambahan PBI JK BPJS Kesehatan yang dibiayai oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kuota awal kepesertaan BPJS Kesehatan sebesar 90.917 jiwa, sekarang bertambah menjadi 178.432 jiwa,” tuturnya.

Khusus untuk Kabupaten Bangka Tengah, lanjutnya, kuota awal sebesar 11.330 jiwa, sekarang  menjadi 25.268 jiwa.

“Penambahan kuota Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  terhitung September sampai Desember2025  berjumlah 85.182 jiwa untuk seluruh Kabupaten di Provinsi Bangka Belitung,” ungkap Andri.

“Untuk Kabupaten Bangka Tengah berjumlah13.938 jiwa,” pungkasnya.

Sumber: Tim Media Dinkes BabelPenulis: Dwi Fuji AstutiFotografer: IstimewaEditor: Adinda ChandralelaBidang Informasi: Dinkes