TIGA HAL PENTING DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK

Pada dasarnya setiap orang tua mendambakan anak cerdas dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, anak juga tak bisa tumbuh sendiri. Peran orangtua dibutuhkan, terutama dalam membentuk karakter anak

Seperti diketahui karakter adalah tabiat atau kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Artinyakarakter bukan sesuatu yang melekat alami dalam diri seseorang, melainkan sesuatu yang dibangun. Oleh karena itu, seiring tumbuh dan berkembang seorang individu, karakternya pun akan semakin terbentuk. Oleh karena itu anda sebagai orang tua tentunya memiliki tanggung jawab besar pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Terkait hal tersebut, pembentukan karakter anak, tergantung pada bagaimana cara orangtua mendidiknya

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Prof. Dr Arief Rachman, M.Pd mengatakan bahwa tiga tugas atau peran orangtua dalam membentuk karakter anak:

KONSISTEN

Orangtua memiliki peranan penting dalam pengembangan karakter anak. Mulai dari ucapan yang  dilontarkan, tingkah laku, serta pemikiran dalam pengelolaan rasa. Untuk itu, jika orang tua ingin menciptakan atau membentuk karakter positif, harus dimulai dengan usaha konsisten

Dalam mendidik anak terutama untuk pembentukan karakter, sebaiknya orangtua harus sesuai dengan aturan yang dijalankan. Usahakan jangan tarik ulur aturan yang telah anda tetapkan. Ini agar anak dapat mengerti. Sikap tegas dalam hal ini amat dibutuhkan.

BERKELANJUTAN

Berkelanjutan atau berkesinambungan berkaitan erat dengan konsisten. Agar pembentukan karakter anak dapat terbentuk dengan baik, diperlukanstruktur yang berkesinambungan. Dengan kata lain, berkelanjutan dalam hal ini merupakan proses membimbing, mengasuh, dan mendidik untuk membentuk karakter anak yang positif. Hal ini karena karakter anak akan terbentuk dengan sendirinya, jika orangtua mau mengajar terus menerus, agar pengetahuan didapatkan dan diserap oleh individu

KONSEKUEN

Orangtua marah kemudian anak menangis merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh setiap orangtua, kata arief. Dalam hal ini, orangtua harus melontarkan kata atau melakukan tindakan dengan benar dan baik. Tujuannya agar anak benar-benar mengetahui hal yang dianggap baik atau buruk. Jika ingin membentuk karakter positif, anak juga memerlukan lingkungan yang baik. Kemudian lingkungan yang diciptakan haruslah yang memungkinkan potensi anak dapat tumbuh optimal

BERMAIN YANG MENDIDIK

Bermain adalah suatu kegiatan yang disenangi anak tanpa didasari keterpaksaan dan merupakan cara belajar yang paling aman. Dengan bermain dapat mengembangkan seluruh aspek potensi yang ada pada anak. Dalam bermain selain melatih fisik juga diajarkan mengenai kreatifitas dan juga poladisiplin. Kreatifitas adalah kemampuan untuk mencipta menciptakan atau membuat kombinasi baru yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan dan keunikan dalam berpikir. Sedangkan disiplin sebagai proses adalah bimbingan yang bertujuan menanamkan pola peilaku tertent, kebiasaan-kebiasaan tertentu atau membentuk anak dengan ciri-ciri tertentu terutama yang meningkatkan kualitas mental dan moral

Kreatifitas dan disiplin dapat tumbuh bersama bila orangtua mampu untuk kreatif juga dan konssisten. Kebutuhan anak hendaknyadiketahui agar dalam memberi stimulus sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Orangtua memberi contoh tapi anak dapat bebas mengekspresikan diri sesuai kemampuannya, orangtua juga hendaknya dapat menerima pendapat dan pertanyaan anak, orangtua pun mengijinkan anak untuk mengembangkan imajinasinya

Tips untuk orangtua yang disampaikan ibu Dien adalah

  1. Berikan kesempatan untuk anak bermain
  2. Sesuaikan mainan dengan usia, kondisi kesehatan, Jenis kelamin, budaya, Lingkungan dan ekonomi sosial
  3. Gunakan alat materi bermain yang sudah ada
  4. Orangtua harus mengembangkan kreativitas
  5. Selalu memberi pengalaman baru pada anak
  6. Buat bermacam permainan
  7. Gunakan materi dan peralatan main yang aman bagi anak
  8. Berikan contoh yang tepat untuk ditiru

MEMILIH TEMAN BERGAUL ANAK

Dalam masa perkembangan, pengaruh dari luar begitu kuat terhadap diri anak. Salah satunya pengaruh teman. Ada teman yang baik ada yang tidak baik. Bila teman tidak baik yang mendominasi pengaruh tiadak baiknya, maka anak akan berkembang tidak sehat. Maka tugas orangtua membantu anak memilah-milahkan mana teman yang baik dan laik dijadikan teman dekat dan sahabat, dan mana teman yang cukup sekedar kenal, dan tak perlu menjadi dekat, apalagi bersahabat.

Pengaruh teman selama masa perkembangan  begitu kuat. Kita mengenal apa yang disebut dengan desakankelompok. Jika anak masuk dalam kelompok teman-teman yang tidak baik, betapa pun bekal dari rumah semuanya baik, desakan kelompok sering lebih kuat. Maka anak terbawa oleh pengaruh tidak baik teman-teman dalam kelompok yang dipilihnya. Jika tidak ikut pertbuatan tidak baiknya, anak terancam akan disingkirkan dari kelompoknya

Dalam pergaulan anak-anak sering terjadi solidaritasnya yang tidak sehat. Masih atas desakan kelompok, anggota kelompok merasa diri tidak solider kalau tidak ikut melakukan perbuatan yang disepakati kelompoknya. Satu membolos, semua yang lain wajib ikut membolos, sekalipun tahu itu perbuatan yang tidak benar. Satu ikut narkoba, semua ikut narkoba

Maka, kita suka mendengar ada orangtua yang memberikan pengakuan tentang anaknyayang terjerumus ke dalam dunia narkoba. Orangtua beranggapan anaknya anak yang baik, taat beribadah, patuh pada orangtua. Semua yang mengenal anaknya, tidak menyangka kalau ikut terjerumus narkoba. Kenapa? Atas desakan kelompok. Orangtua luput memilahkan teman-teman dalam kelompok yang dipilih anak. 

Daftar Pustaka

Ida S.Widayanti, (2015), Belajar Bahagia,Bahagia Belajar

Ida S.Widayanti, (2012), Mendidik karakter dengan karakter

Koes Irianti, (2008), Ilmu Kesehatan anak, Penerbit FKUI Edisi 2

Penulis: 
Boifrida,S.Kep.Ns
Sumber: 
Humas RSJ Babel

Artikel

13/12/2017 | Gita Riskika, S.Farm, APT
13/12/2017 | Gita Riskika, S.Farm, APT
13/12/2017 | Gita Riskika, S.Farm, APT
13/12/2017 | Jun Winasto, S.Kep
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
4,893 kali dilihat
30/05/2016 | Sri Chandra Dewi, SKM
815 kali dilihat
04/04/2016 | Sri Chandra Dewi, SKM (Perekam Medis)
781 kali dilihat
03/12/2015 | dr. H Heru Effendi, Sp.KJ
451 kali dilihat
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
438 kali dilihat

ArtikelPer Kategori