TERAPI MUSIK KLASIK UNTUK MENENANGKAN HATI DAN PIKIRAN

Dewasa ini banyak rutinitas seperti pekerjaan kantor yang menghabiskan waktu lebih dari 8 jam dimana aktivitas banyak dilakukan dengan duduk dan menatap layar komputer sehingga membuat seseorang merasa mudah lelah, jenuh dan tidak bersemangat, dan waktu luang pun sering digunakan untuk bermain game online di gadget masing-masing. Dengan adanya beberapa faktor tersebut dibutuhkan hal yang dapat mengalihkan atau mengatasi rasa jenuh setelah seharian bekerja atau setelah melakukan aktivitas yang monoton. Terapi musik adalah salah satunya terapi yang memiliki berbagai keunggulan diantaranya ekonomis, bersifat naluriah sehingga dapat langsung diterima oleh otak tanpa melalui jalur kognitif, musik tidak membutuhkan intelektual di atas rata-rata untuk menginterpretasikannya, cukup mendengarkan, rileks dan menghayati alunan musik klasik atau musik bernada lembut. Musik memiliki nada dan irama yang dapat mempengaruhi psikologis dan fisiologis seseorang. Terapi musik dapat merangsang pelepasan serotonin, selanjutnya serotonin diubah menjadi hormon melatonin yang memberikan efek relaksasi,dan adanya perubahan mood sehingga dapat menghilangkan rasa jenuh setelah beraktivitas yang melelahkan. Ada beberapa sumber atau literatur yang mendukung terapi musik ini diantaranya adalah penelitian yangg dilakukan oleh Noorratri dan Wahyuni di tahun 2010 yang berjudul pengaruh terapi musik dangdut ritme cepat terhadap perbedaan tingkat depresi pada pasien depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, dan juga penelitian yang dilakukan oleh Purbowinoto dan Katinah di tahun 2011 yang berjudul Terapi Musik terhadap Perubahan Tingkat Depresi pada Lansia di PSRW (Panti Sosial Tresna Werdha). Terapi musik juga dapat menurunkan nilai tanda-tanda vital dikarenakan adanya efek relaksasi yang dihasilkan dari musik bernada lembut atau klasik tersebut. Terapi musik ini bertujuan untuk meningkatkan gairah hidup, mengenang masa lalu yang dapat membangkitkan semangat seseorang. Musik klasik seperti instrumental adalah musik yang disarankan dalam terapi musik. Gelombang musik yang dihantarkan ke otak berupa energi listrik melalui syaraf yang akan membangkitkan frekuensi yang ada di otak yaitu gelombang alfa, beta, theta, dan delta. Gelombang alfa menimbulkan perasaan rileks, gelombang beta berhubungan dengan aktifitas mental, gelombang tetha berkaitan dengan kondisi stres dan kreatifitas, sedangkan gelombang delta berhubungan dengan kondisi mengantuk. Terapi musik dengan menentukan pilihan musik seperti musik klasik yang memiliki tempo lambat hingga sedang, peserta yang akan diberikan terapi musik diarahkan ke ruangan yang tenang dengan posisi rileks atau senyaman mungkin. Sebelum mendengarkan musik, peserta akan diukur tanda-tanda vitalnya terlebih dahulu. 5 hingga 10 menit kemudian, musik didengarkan oleh peserta, bisa menggunakan headset, DVD, Kaset Maupun CD. Disaat peserta mendengarkan musik, perawat maupun tenaga medis lainnya berada diruangan terpisah. Musik di putar selama 20 hingga 30 menit. Setelah 5 menit hingga 10 menit kemudian kembali dilakukan pengukuran ulang tanda-tanda vital. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam terapi musik ini yaitu tempo musik yang diberikan, keadaan atau kondisi dari peserta terapi, dan lingkungan yang kondusif. Terapi musik ini juga dapat diterapkan secara mandiri dengan mendengarkan musik instrumental klasik yang bernada lembut, selamat mencoba. Daftar Pustaka : 1. Amelia, Dona & Trisyani, Mira. (2015). Terapi Musik Terhadap Penurunan Tingkat Depresi : Literature Review. Jurnal UNPAD Bandung. 2. Erkkila, J., Gold, C., Fachner, J., Ala-Ruona, E., Punkanen, M., & Vanhala, M. (2008). The effect of improvisational music therapy on the treatment of depression: protocol for a randomised controlled trial. BMC Psychiatry. 3. Marzuki, Bambang & Lestari, Puji. (2014). Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia Di Unit Rehabilitasi Sosial Wening Wardoyo Kecamatan Unggaran Kabupaten Semarang. Jurnal Keperawatan STIKES Ngudi Waluyo. 4. Noorratri, E. D., & Wahyuni. (2010). Pengaruh terapi musik dangdut ritme cepat terhadap perbedaan tingkat depresi pada pasien depresi di Rumah Sakit Jiwa Daerah surakarta. Prosiding Seminar Ilmiah Nasional Kesehatan. 5. Potter. P. A. dan Perry, A.G. (2005). Fundamental of nursing: concept, process,and practice. diterjemahkan oleh Yasmin Asih, et al). Jakarta : EGC. 6. Purbowinoto, S. E., & Kartinah. (2011). Pengaruh Terapi Musik terhadap Perubahan Tingkat Depresi pada Lansia di PSRW (Panti Sosial Tresna Werdha) Unit Budi Luhur, Kasongan, Bantul Yogyakarta. Publikasi Ilmiah UMS.

Penulis: 
Etriyuna, S.Kep., Ners.
Sumber: 
Perawat Jiwa RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Artikel

09/12/2019 | Ridho Handari Dwansi, S.Kep,Ners
09/12/2019 | Liya Anggraini. S.Kep, Ners
09/12/2019 | Eran Doharma Siringoringo, S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
04/04/2016 | Sri Chandra Dewi, SKM (Perekam Medis)

ArtikelPer Kategori