TERAPI BAHAGIA DENGAN TERTAWA PADA LANSIA

Menua adalah salah satu proses kehidupan setelah masa kanak-kanak dan dewasa. Salah satu masalah yang muncul pada lansia yaitu depresi. Gejala depresi ini dapat berupa serangan yang ditunjukkan kepada pribadi itu sendiri atau adanya perasaan marah yang mendalam. Depresi ini adalah suatu gangguan mood yang ditandai dengan kemurungan, lesu dalam beraktivitas, tidak bergairah, merasa tidak berguna dan putus asa. Kementrian kesehatan menyatakan bahwa dari populasi orang dewasa di Indonesia yang mencapai 150 juta jiwa, sekitar 11,6% atau 17,4 juta jiwa mengalami gangguan mental emosional atau gangguan kesehatan jiwa berupa gangguan kecemasan dan depresi.
Suatu upaya penanganan dan terapi sangat diperlukan guna untuk memperbaiki kondisi lansia tersebut. Salah satunya adalah dengan terapi non farmakologis yaitu laughter therapy atau terapi tertawa yang dapat menurunkan depresi pada lansia dan mempererat hubungan lansia dengan keluarga.
Terapi tertawa ini dilakukan secara bertahap agar efek yang dirasakan lebih bermanfaat, tertawa selama 5-10 menit dapat meningkatkan pengeluaran endorfin,melatonin dan serotonin, yang mana zat tersebut adalah zat yang bagus untuk otak, sehingga lebih merasa tenang. Terapi tertawa ini mudah untuk dilakukan, tetapi dampak yang dirasakan begitu luar biasa. Tertawa dihasilkan dari humor atau guyonan dan terapi tertawa yang dilakukan secara berkelompok dan tertawa bisa berlangsung selama 15 detik.
Hal ini didukung dengan penelitian sebelumnya tentang terapi tertawa, yaitu sebuah buku yang berjudul Laugh For No Reason (Terapi Tertawa) oleh Kataria di tahun 2004 beberapa penelitian mengatakan tentang manfaat terapi tertawa seperti yang dilakukan di India, tertawa dapat menangani kecemasan dan depresi, yaitu sebanyak 19,5%. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Geriatrics and gerontology international para peneliti menemukan terapi tertawa bisa mengatasi depresi pada individu.
Beberapa tahapan dalam pelaksanaan terapi tertawa adalah sebagai berikut :
1. Melakukan Pemanasan terlebih dahulu dengan cara tarik nafas dalam melalui hidung, tahan nafas selama 15 detik, lalu hembuskan nafas melalui mulut secara perlahan. Tahapan ini diulang selama tiga kali berturut-turut.
2. Fasilitator terapi menjelaskan terapi akan dimulai.
3. Fasilitator terapi melanjutkan tahapan dengan tertawa lebar (Haaa-hiiii-huuu-haaa-hiiii-huuu) diikuti oleh peserta terapi tertawa lainnya dengan saling berhadapan, dan menertawakan satu sama lain.
4. Tahapan tertawa ini bisa berlangsung selama 15 detik, setelah 5 menit kembali mengulang tahapan tertawa dengan kompak,
5. Kemudian,fasilitator memberikan media untuk terapi tertawa bisa berupa video maupun foto lucu
6. Terapi tertawa ini dapat dilakukan 4 kali dalam seminggu.
Dengan terapi bahagia tertawa ini hormon endorfin meningkat dan juga memberikan hasil yang positif bagi psikologis dan fisik seseorang, menekan emosi yang dirasakan, memperbaiki hubungan interpersonal, menambah rasa percaya diri, merangsang jantung dan sirkulasi darah serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Daftar Pustaka :
1. Kaplan, Sadock dkk. (2010). Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Jilid I. Editor: Dr. I. Made Wiguna S. Jakarta : Bina Rupa Aksara.
2. Kataria. 2004. Laugh For No Reason (Terapi Tertawa). Jakarta : PT. Gramedia, Pustaka Utama.
3. Nasir, Abdul & Muhith, Abdul. (2011). Dasar-dasar Keperawatan Jiwa: Pengantar dan Teori. Jakarta : Salemba Medika.
4. Padila. (2013). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Yogyakarta : Nuha Medika
5. Setyoadi, Kushariyadi. (2011). Terapi Modalitas Keperawatan Pada Klien Psikogeriatrik. Jakarta : Salemba Medika
6. Umamah, Farida & Hidayah, Latifah. (2017). Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti UPTD Griya Wreda Surabaya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Unusa.

Penulis: 
ETRIYUNA, S.Kep
Sumber: 
Perawat Jiwa RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Artikel

09/12/2019 | Ridho Handari Dwansi, S.Kep,Ners
09/12/2019 | Liya Anggraini. S.Kep, Ners
09/12/2019 | Eran Doharma Siringoringo, S.Farm.,Apt
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
04/04/2016 | Sri Chandra Dewi, SKM (Perekam Medis)

ArtikelPer Kategori