SOSIALISASI GUNA MENINGKATKAN KESADARAN MASYRAKAT AKAN BAHAYA KANKER DAN TUMOR DARI YAYASAN PENYULUHAN KANKER INDONESIA (YPKI)

Meningkatnya jumlah penderita kanker di Indonesia berdasarkan data dari berbagai Rumah Sakit menujukkan bahwa pasien yang datang berobat rata-rata sudah mencapai stadium lanjut dikarenakan minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat mengenai bahaya maupun gejala-gejala penyebab kanker.  Informasi di dapat dari hasil sosialisasi yang disampaikan oleh Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia (YPKI) pada hari Jumat 14 Agustus 2015 di Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tujuan dari Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia mengadakan sosialisasi ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kanker dan tumor kepada pegawai Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara sosialisasi berlangsung di ruang rapat aula lantai II Rumah Sakit Jiwa Daerah pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai

          Banyak faktor-faktor pemicu penyebab kanker yang belum diketahui masyarakat. Pada kesempatan sosialisasi ini menurut Dola Varini sebagai narasumber dari Yayasan Penyuluhan Kanker Indonesia menjelaskan faktor-faktor tersebut antara lain :

  • Faktor formalin
  • Faktor genetik/keturunan
  • Faktor kimia/fisika
  • Faktor makanan/minuman

Dari faktor-faktor pemicu tersebut jika tidak di antisipasi dari dini maka banyak orang-orang yang berada di sekeliling kita akan mengalami kanker/tumor. Dola Varini juga menjelaskan kanker pembunuh nomor satu wanita sebagian besar adalah kanker serviks; selain itu kanker rahim, kanker panyudara,kanker kelenjar getah bening,kanker prostat juga merupakan kanker yang membahayakan untuk kita semua.

          Pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menghindari kanker atau tumor yaitu:

  • Melakukan pola hidup sehat
  • Konsumsi makanan yang bersifat sehat
  • Hindari makanan berlemak
  • Lakukan olahraga secara teratur
  • Hindari makanan mengandung bahan zat pengawet

Untuk itu sebaiknya lebih baik melakukan pencegahan daripada pengobatan.

Penulis: 
Ade Herfitriyanti, S.Sos., M.M
Fotografer: 
Ade Herfitriyanti, S.Sos., M.M
Editor: 
Tri Putranto Vindi Kusuma, SKM