POTENSI BAHAYA DI TEMPAT KERJA

Potensi bahaya terdapat hampir di setiap tempat dimana kita melakukan suatu aktivitas baik di rumah, di jalan maupun di tempat kerja. Apabila potensi bahaya tersebut tidak dikendalikan dengan tepat dapat menyebabkan kelelahan, kesakitan, cedera, dan bahkan kecelakaan yang serius.
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu upaya untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan antara keselamatan dan kesehatan.
Potensi Bahaya adalah sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya insiden yang berakibat pada kerugian.
Kesehatan kerja harus dilaksanakan di dunia kerja dan dunia usaha oleh orang – orang yang berada di tempat kerja baik pekerja maupun pemberi kerja,pengawas maupun bagian manajemen perkantoran, serta para pekerja yang bekerja untuk diri sendiri.
Ada beberapa hal yang dapat mengakibatkan potensi bahaya dan risiko di tempat kerja antara lain:
• System kerja atau proses kerja
• Penggunaan mesin
• Alat dan bahan
• Perilaku hidup yang tidak sehat
• Lingkungan kerja yang buruk
• Tidak ergonomic kondisi pekerjaan
• Budaya kerja yang tidak kondusif bagi keselamatan dan kesehatan kerja
Rumah sakit merupakan salah satu kriteria tempat kerja dengan berbagai ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, bukan hanya terhadap pekerja yang di Rumah Sakit, tetapi juga terhadap pasien maupun pengunjung Rumah Sakit.
Rumah sakit mempunyai perbedaan dengan tempat kerja yang lain berkaitan dengan terbukanya akses bagi yang bukan pekerja rumah sakit yang dapat masuk dengan leluasa. Berbeda dengan tempat lain yang mana hanya pekerja saja yang dapat masuk seperti di area pabrik. Dimana pajanan bahaya potensial yang ada di rumah sakit dapat mengenai bukan hanya pekerja yang ada di rumah sakit akan tetapi juga para pengguna jasa rumah sakit dan juga pengunjung rumah sakit lainnya.
Rumah Sakit banyak terpapar bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan bahaya langsung bagi pegawai rumah sakit yang berhubungan dengan kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja.
Bahaya yang ditimbulkan oleh kuman-kuman penyakit yang terdapat di udara yang berasal pada tenaga kerja yang menderita penyakit-penyakit tertentu, misalnya: TBC, Hepatitis A/B, Aids, dan lain-lain maupun yang berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi.
Oleh karena itu dimana pun kita bekerja dan apapun jenis pekerjaan faktor biologi merupakan salah satu bahaya yang kemungkinan ditemukan ditempat kerja. Maka faktor biologi eksternal dapat mengancam kesehatan pada diri kita pada waktu bekerja.
Adapun faktor biologi di tempat kerja umumnya dalam bentuk mikro organisme yaitu:
1. Bakteri
Bakteri adalah organisme bersel tunggal berdiameter 1-2 mikron yang dapat menyebabkan penyakit seperti : Tuberkulosis paru, Anthrax kulit dan paru, Brucellosis, sakit kepala, mual,gagal hati, artralgia endokarditis, Leptospirosis demam.
2. Virus
Virus merupakan parrtikel hidup yang paling kecil yang mempunyai diameter anatara 0,025-0,25 mikron. Ini merupakan parasit yang dapat menginfeksi manusia, hewan,tummbuhan, dan bakteri Hepatitis pada petugas laboratoriujm dan pekerja yang beresiko tertular virus tersebut seperti pekerja rumah sakit dan pekerja yang sering bergonta –ganti pasangan.
Kelompok bahaya potensial kesehatan kerja :
1. Bahaya-bahaya fisika
2. Bahaya kimiawi
3. Biologis/infeksi
4. Bahaya Sensitisasi alergi
5. Ergonomik
6. Psikologis
Bahaya Potensial Kesehatan Kelompok Fisika
Yang termasuk dalam bahaya potensial kesehatan kelompok fisika adalah tekanan suhu ekstrim, getaran, dan juga radiasi elektromagnetik
Tekanan panas merupakan bahaya potrnsial yang dapat kita temukan di ruang dapur gizi rumah sakit. Risiko gangguan kesehatan diakibatkan oleh pajanan panas yang berasal dari kegiatan dan peralatan di dapur gizi rumah sakit. Adapun gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh tekananpanas adalah anoreksi,ketidaknyamanan bekerja.
Getaran atau Vibrasi merupakan bahaya potensial yang dapat dijumpai pada pekerjaan dengan menggunakan alat yang bergetar seperti penggunaan bor gigi oleh dokter gigi. Gangguan kesehatan yang dapat terjadi adalah sindroma getaran tangan dan lengan,jika dikombinasikan dengan posisi janggal pada lengan pada waktu bekerja dapat mengakibatkan risiko terjadinya sindroma terowongan karpal.
Faktor risiko lain yang dapat kita temukan di rumah sakit adalah radiasi elektromagnetik. Dimana pajanan radiasi elektromagnetik dapat dikelompokkan menjadi radiasi pengion dan radiasi bukan pengion. Kelompok radiasi pengion adalah sinar x dari penggunaan pesawat rontgen juga partikel berenergi tinggi yang dihasilkan oleh penggunaan radioterapi.Kelompok radiasi bukan pengion meliputi medan magnet seperti pada MRI dan offce appliances,juga penggunaan peralatan listrik lainnya. Jenis radiasi bukan pengion lain yaitu sinar infra merah dan ultraviolet pada penggunan alat fisioterapi dalam rehabilitasi medik dan sterilisator yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi,system jantung dan pembuluh darah,system hematologic,luka bakar ,katarak, dan lain-lain.
Bahaya Potensial Kesehatan Kelompok Kimia
Dapat ditemukan di laboratorium klinik,ruang tindakan dan kamar operasi,farmasi , ruang jenazah.Sebagian besar kegiatan di fasilita kesehatan dilaksanakan didalam ruangan. Sehingga kualitas udara ruangan merupakan hal penting yang harus diperhatikan agar tidak terjadi keadaan yang dapat mengganggu kenyamanan kita dalam bekerja.
Bahaya kimia penyebab polusi udara ruangan. Termasuk dalam hal ini adalah senyawa organik,partikulat, dan serat(fibers) yang dapat meningkatkan terbatasnya sirkulasi udara segar akibat ventilasi yang kurang adekuat.
Senyawa Organik
Uap senyawa organik yang sering dijumpai di ruangan rumah sakit. Senyawa ini berasal dari penggunaan bahan pembersih, desinfektan, penggunaan bahan cat, pestisida dan bahan perekat. Fenol / karbol merupakan senyawa yang sering digunakan sebagai desinfektan. Jika kita berkontak langsung dengan bahan ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan luka bakar, dan juga dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan ringan.
Partikulat
Partikulat respirabel yang sangat dominan sebagai pengganggu kualitas udara ruangan adalah asap rokok. Kandungannya merupakan gabungan senyawa karsinogenik, mutagenic, toksik dan iritatif. Selain itu debu yang berasal dari luar ruangan, seperti debu kegiatan kontruksi dan debu dari jalan raya. Debu ruangan merupakan partikel yang dapat membawa jenis tungau, deposit pestisida, serpihan kulit.
Gangguan pernapasan pada pekerja rumah sakit banyak dihubungkan dengan pajanan senyawa klorin. Senyawa klorin menjadi lebih berbahaya, jia tercampur dengan larutan ammonia yang akan bereaksi membentuk gas kloramin yang bersifat asfiksian.
Serat (fibers)
Untuk kelompok serat ini , yaitu serat asbes. Asbes mempunyai sifat yang stabil, dan hanya akan menjadi serat yang terdispersi di udara misalnya pada saat pembongkaran.
Fiberglas merupakan bahan lain yang banyak digunakan pada kontruksi termasuk bangunan fasilitas kesehatan. Selain itu juga bahan tekstil digunakan secara luas di dalam ruangan-ruangan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Aerosol bahan ini bersifat iritan saluran napas.
Bahaya Potensial Kesehatan Kelompok Biologi
Yang termasuk dalam kelompok biologis adalah Virus, bakteri ,parasit, jamur
Bioaerosol merupakan disperse jasad renik atau bahan lain dari bagian jasad renik di udara yang bersumber dari jamur, kapang, protozoa, dan virus. Sumber tersebut dapat menimbulkan bahan-bahan alergan, patrogen, dan toksin di lingkungan
Bakteri dan pathogen Lainnya
Petugas kesehatan dan pekerja lain di bidang kesehatan dapat beresiko terinfeksi beberapa jenis bakteri dan pathogen lainnya seperti Mycobacterium tuberculosis.
Virus
Ada beberapa jenis virus yaitu rubella, HIV, measles, varicella, mump dan tularemia. Dan ini beresiko menjadi bahaya potensial bagi tenaga kesehatan yang bekerja di bagian kesehatan. Selain itu juga virus hepatitis C adalah jenis pathogen yang beresiko tinggi dalam penularannya bagi kelompok pekerja yang ada di rumah sakit dan bagian kesehatan lainnya. Dimana resiko penularannya tergantung pada frekuensi terkena darah dan tertusuk jarum.
Bahaya Potensial Kesehatan Kelompok Ergonomi
Pekerjaan yang berhubungan dengan risiko ergonomi tidaklah aneh kita temukan di bidang kesehatan, misalnya perawat dan pekerja kesehatan lainnya yang memindahkan, mengangkat,memandikan ,membersihkan serta mendorong kereta pasien.Faktor yang menimbulkan risiko bahaya potensial kesehatan kelompok ergonomic adalah posisi tubuh yang tidak fisiologis sehingga dapat mengakibatkan cidera pada sitem musculoskeletal dan saraf perifer jika posisi ini di lakukan berulang ulang dan dalam jangka waktu lama.
Bahaya potensial kesehatan kelompok psikologis
Pada kelompok ini pekerja di bidang kesehatan berhadapan langsung dengan manusia. Selain itu juga ada faktor lain yang berhubungan misalnya bekeja shift atau bergilir dan beban kerja yang berlebihan.
Bahaya Potensial Kecelakaan Kerja
Pekerja di bidang kesehatan mempunyai risiko untuk terjadinya kecelakaan kerja. Penggunaan listrik pada alat kedokteran dapat beresiko terkena sengatan listrik. Selain itu juga kita perlu mencegah terjadinya kecelakaan kerja seperti terpeleset, terjatuh atau pun tertimpa. Penggunaan benda tajam sangat beresiko kecelakaan seperti tertusuk dan tersayat.

Daftar Pustaka :
https://www.kompasiana.com
www.rsdianharapan.com/bahaya-potensial-kesehatan-dankeselamatan-kerja-di...
nrkamri.blogspot.com
Cecep Dani Sucipto

Penulis: 
Erlen Gustiana,SKM
Sumber: 
HUMAS RSJD

Artikel

26/09/2020 | GITTA RISKIKKA S.Farm,. Apt
26/09/2020 | Liya Anggraini,S.Kep.,Ns.
07/09/2020 | Rakhmawati Tri Lestari, S. Psi., M.Psi
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
16/11/2017 | Syafri Rahman,AMK

ArtikelPer Kategori