PERAWATAN DAN PENCEGAHAN STROKE

Stroke merupakan penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah arteri yang menuju ke dan di dalam otak. Dari data WHO, stroke merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia selama periode tahun 2000 – 2012. Stroke muncul ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi yang menuju ke otak mengalami penyumbatan ataupun pecah. Penyumbatan diakibatkan oleh adanya plak yang menempel pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Ketika hal ini terjadi, bagian otak yang berhubungan dengan pembuluh darah tersebut tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi, yang berakibat sel-sel yang berada pada bagian tersebut akan mati. Sedangkan pecahnya pembuluh darah sebagai akibat dari tingginya tekanan darah yang terjadi terus menerus.

Berdasarkan penyebabnya, stroke dibedakan menjadi 3 jenis yaitu

1. Stroke Iskemik (Ischemic Stroke)

 Sebanyak 85% dari rata-rata penderita stroke mengalami stroke iskemik, stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri pada otak menyempit atau tersumbat (pembekuan darah) sehingga menyebabkan aliran darah sangat berkurang pada umumnya stroke iskemik terjadi karena:

Thrombotik stroke. Terjadi ketika pembekuan darah terbentuk disalah satu pembuluh darah arteri yang memasok darah ke otak. Pembekuan dapat disebabkan oleh endapan lemak (plak) yang terbentuk dalam pembuluh darah arteri dan menyebabkan berkurangnya aliran darah atau masalah arteri lainnya. Embolic Stroke. Embolic stroke terjadi ketika pembekuan darah terjadi dipembuluh otak yang sempit

2. Stroke Hemoragik (Hemorrhagic Stoke)

 Stroke hemoragik terjadi bila pembuluh darah diotak mengalami kebocoran atau pecah (pendarahan). Pendarahan otak dapat terjadi karena banyak hal termasuk tekanan darah yang cenderung selalu tinggi, penggunaan obat dapat golongan antikoagulan, dan titik-titik lemah pada pembuluh darah (aneurisma). Berikut beberapa tipe stroke hemoragik: Intracerebral Hemorrhage (pendarahan Intraserebral). Dalam pendarahan intraserebral pembuluh darah di otak pecah dan tumpah ke dalam jaringan otak disekitarnya yang dapat merusak sel-sel otak. Penyebab pendarahan intraserebral disebabkan oleh tekanan darah tinggi, trauma, penggunaan obat pengencer darah. Subarachnoid Hemorrhage, pada pendarahan subarachnoid, pembuluh darah arteri pada otak pecah dan masuk kedalam ruang antara permukaan otak dan tengkorak. Pendarahan ini sering ditandai dengan nyeri kepala parah yang muncul tiba-tiba

3. Stroke Ringan (TIA-Transient Ischemic Attack)

 Serangan TIA juga dikenal sebagai stroke ringan dimana gejala yang terjadi mirip dengan gejala stroke yang terjadi pada periode yang singkat. Penurunan sementara suplai darah ke bagian otak menyebabkan TIA, yang sering berlangsung kurang dari lima menit. Seperti halnya dengan Stroke Iskemik, TIA disebabkan oleh terjadinya pembekuan darah. TIA tidak menyebabkan gejala stroke permannen karena penyumbatan yang terjadi bersipat sementara

 Tanda dan Gejala Stroke

 Fungsi dari bagian-bagian tubuh yang berbeda dikendalikan oleh bagian otak yang berbeda sehingga gejala tergantung pada bagian mana dari otak dipengaruhi dan pada ukuran bagian yang rusak. Pada umumnya gejala timbul secara tiba-tiba dan mencakup satu atau beberapagejala seperti berikut:

 1. Lengan, kaki atau keduanya mengalami kelemahan. Hal ini dapat menjadi kelumpuhan total dari satu sisi tubuh.

 2. Wajah mengalami kelemahan dan salah satu sisi wajah mengalami kemiringan. Hal ini dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan air liur.

3. Mengalami masalah pada keseimbangan, koordinasi, penglihatan, berbicara/ berkomunikasi atau menelan.

4. Pusing

5. Mati rasa pada bagian tubuh

6. Sakit kepala

7. Kebingungan

8. Kehilangan kesadaran

Faktor Resiko Stroke

Banyak faktor yang dapat meningkatkan resiko dari stroke, faktor resiko yang berpotensi tinggi menyebabkan stroke:

Usia: Resiko stroke meningkat dua kali lipat setiap pertambahan usia 10 tahun dari usia 55 tahun, Riwayat Keluarga: Anda akan memiliki resiko stroke lebih besar jika memiliki orang tua, kakek-nenek, saudara yang juga mengalami stroke. Jenis kelamin: Setiap tahunnya kejadian stroke pada wanitanlebih banyak daripada pria, dan stroke lebih banyak menyebabkan kematian pada wanita daripada pria. Beberapa kondisi berikut membuat wanita memiliki resiko  stroke semakin besar yaitu penggunaan pil KB, Kehamilan, Riwayat Pre-eklamsia/eklamsia, Diabetes gestasional/diabetes saat kehamilan, merokok, menjalani terapi hormon pasca menopause. Tekanan darah Tinggi : tingginya tekanan darah merupakan penyebab utama terjadinya stroke, hal ini merupakan faktor resiko yang paling penting untuk dikontrol. Merokok: Dalam beberapa tahun belakangan menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor resiko yang sangat penting diperhatikan karena nikotin dan karbonmonoksida yang terkandung di dalam rokok dapat merusak sistem kardiovaskuler dalam berbagai cara. Diabetes Mellitus: Diabetes merupakan faktor resiko independen untuk timbulnya stroke. Sebagian besar orang dengan diabetes juga memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan kesemua hal ini semakin meningkatkan resiko terjadinya stroke. Kolesterol tinggi: juga dapat meningkatkan stroke. Pola Makan: pola makan tinggi lemak jenuh, lemak trans dan kolesterol meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Makanan yang tinggi garam akan meningkatkan tekanan darah. Sedangkan makanan yang tinggi karbohidrat berkontribusi untuk meningkatkan kadar gula darah. Kurangnya aktifitas olah tubuh dan obesitas atau keduanya dapat meningkatkan resiko terjadinya hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung dan tentu stroke. Lakukan olah tubuh minimal 30 menit setiap hari secara rutin

 

 

Penanganan Stroke

Penanganan gawat darurat harus segera dilakukan oleh dokter adalah memberi pengobatan untuk mencegah terjadinya kerusakan otak yang semakin parah, setelah selesai dengan pengobatan darurat, maka selanjutnya akan membutuhkan terapi untuk mendapatkan kembali kekuatan, memulihkan kembali fungsi tubuh dan kembali hidup secara mandiri. Dampak stroke tergantung pada daerah otak terserang dan jumlah jaringan yang rusak. Jika stroke mempengaruhi sisi kanan otak maka gerakan dan sensasi disisi kiri tubuh mungkin akan terpengaruh, demikian sebaliknya.

Pencegahan Stroke

1. Berhenti Merokok

Senyawa kikia yang berada pada rokok dapat merusak pembuluh darah arteri. Berhenti merokok dapat mengurangi resiko mengalami stroke

2. Mengontrol tekanan darah

Memastikan tekanan darah diperiksa sebulan sekali. Jika tekanan darah anda tinggi maka memerlukan pengobatan yang tepat. Pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi resiko terjadinya stroke

3. Memiliki berat badan ideal

4. Memiliki kadar kolesterol dalam darah tinggi

5. Melakukan kegiatan fisik sperti berolahraga minimal 30 menit setiap hari

6. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak buah dan sayuran dan           mengurangi konsumsi kolesterol

7. Mengontrol kadar gula darah agar tetap terkontrol

Sumber

1.     Carlson Wade (2016), mengatasi Hipertensi, penerbit Nuansa Cendekia Bandug

2.     http://patient.info/health/stroke-leaflet

3.      http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/diagnosis-treatment/treatment/txc-20117296

4.      http://www.strokeassociation.org/STROKEORG/AboutStroke/About-Stroke_UCM_308529_SubHomePage.jsp

 

Penulis: 
Boifrida,S.Kep.Ns
Sumber: 
Humas RSJ Babel

Artikel

13/12/2017 | Gita Riskika, S.Farm, APT
13/12/2017 | Gita Riskika, S.Farm, APT
13/12/2017 | Gita Riskika, S.Farm, APT
13/12/2017 | Jun Winasto, S.Kep
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
4,893 kali dilihat
30/05/2016 | Sri Chandra Dewi, SKM
815 kali dilihat
04/04/2016 | Sri Chandra Dewi, SKM (Perekam Medis)
781 kali dilihat
03/12/2015 | dr. H Heru Effendi, Sp.KJ
451 kali dilihat
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
438 kali dilihat

ArtikelPer Kategori