PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Salah satu aktivitas yang kerap dilakukan oleh sebagian orang dalam kesehariannya yaitu menjalin hubungan melalui media sosial, peran media sosial ditunjukkan melalui beberapa fungsi yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan diantaranya yaitu saling berbagi informasi satu sama lain baik yang berhubungan dengan hal-hal pribadi ataupun terkait suatu ilmu yang sedang berkembang. Penelitian yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) menunjukkan bahwa sekitar 47,6% atau 63, 1 juta orang menggunakan gadget dengan rata-rata penggunaan 1-3 jam setiap harinya (survey tahun 2016-2017). Adapun situs yang sering dikunjungi yaitu situs belanja online dan media sosial. Adapun media sosial yang memiliki tingkat pengujung paling tinggi yaitu facebook( 54% atau sekitar 71,6 juta orang) dilanjutkan dengan Instagram pada posisi kedua dengan jumlah pengguna sebanyak 19,9 juta atau 15 % (data dari Penelitian APJII, 2016). Keinginan yang cukup tinggi untuk mengakses media sosial mendorong beberapa peneliti melakukan penelitian tentang fenoma sosial tersebut. Pertanyaan mendasarnya adalah apa motif yang mendasari seseorang mau menghabiskan waktu lebih panjang untuk mengakses situs media sosial dengan gadgetnya? Penelitian yang dilakukan oleh Gonzales dan Hancock menunjukkan bahwa facebook memberikan keleluasaan pada individu untuk memilih kesan yang ingin ia tunjukkan kepada orang lain, hal tersebut terkait erat dengan konsep diri yang ia miliki. Dijelaskan lebih lanjut bahwa dengan keleluasaannya dalam memilih kesan yang ingin ia tunjukkan tersebut maka dapat meningkatkan harga diri seseorang ketika sedang mengakses media sosial. Terdapat lima bentuk penunjukkan kesan yang dilakukan oleh individu di media sosial, pertama upaya seseorang yang menunjukkan kesan bahwa ia adalah pribadi yang menyenangkan seperti terkesan humoris, bersahabat atapun hangat. Kedua, keinginan seseorang untuk menunjukkan bahwa dirinya memiliki kontrol atau kuasa terhadap orang lain. Ketiga, keinginan untuk menampilkan kesan bahwa dirinya mampu dan cakap pada suatu bidang misal keahlian dalam bidang melukis ataupun suatu bidang keilmuan tertentu. Keempat, keinginan untuk menampilkan kesan bahwa dirinya adalah orang yang baik hati. Dan yang kelima, upaya seseorang untuk berusaha menampilkan kesan bahwa dirinya lemah dan membutuhkan simpati dari orang lain. Kelima bentuk penunjukkan kesan tersebut menjadi salah satu pendukung individu mengekspresikan diri di media sosial. (Rozika & Ramdhani, 2016) Adapun faktor-faktor yang mendasari seseorang berperilaku tertentu di media sosial baik mengunggah foto ataupun membuat status dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu yang pertama adanya keinginan untuk menunjukkan salah satu dari lima bentuk kesan yang telah dibahas sebelumnya, kedua popularistas. Menurut Raymer seseoarang dengan harga diri rendah menggunakan media sosial dengan tujuan agar ia diterima oleh orang lain, sedangkan orang dengan harga diri tinggi menggunakan media sosial guna menunjang popularitasnya. Faktor ketiga yaitu harga diri, adapun yang dimaksud dengan harga diri yaitu bagaimana seseorang memandang kemampuan dirinya apakah ia mampu atau tidak. Selain itu, harga diri juga terkait dengan apakah seseoarang menyukai dirinya atau tidak. Menurut Mehdizadeh menemukan bahwa individu dengan harga diri rendah berusaha meningkatkan harga dirinya melalui penggunaan media sosial, dijelaskan lebih lanjut bahwa media sosial dapat menjadi salah satu sarana dalam pembentukan citra diri dan menampilkan kesan yang hendak ia sampaikan kepada orang lain. faktor terakhir yang mempengaruhi seseoarang beraktivitas di media sosial yaitu body image (citra tubuh), komunikasi melalui media sosial yang tidak mengharuskan hadirnya lawan bicara secara langsung memberikan keleluasaan masing-masing pribadi untuk dapat membentuk kesan yang ingin ia tunjukkan kepada lawan bicaranya, ia dapat menampilkan profil pribadi yang ideal meskipun belum tentu sama dengan dirinya yang sesungguhnya. Bagi sebagian orang hal tersebut dapat membentuk rasa nyaman dan aman dari penilain fisik dirinya. (Rozika & Ramdhani, 2016) Masing-masing pribadi memiliki pertimbangan yang beragam ketika beraktivitas di media sosial, dengan perbedaan motif yang melatarbelakangi tersebut diperlukan kebijaksanaan dari setiap individu dalam menanggapi konten yang disebarkan oleh orang lain. Selain itu, perlu diperhatikan norma hukum dan norma masyarakat dalam membuat konten agar tidak melanggar aturan yang berlaku. Pemerintah telah membuat aturan yang mengatur aktivitas indvidu di media sosial dengan menerbitkan UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Perlu kesadaran literasi ketika menerima informasi di media sosial, kesadaran literasi adalah membaca dan menelaah serta mengkonfirmasi kepada sumber yang dapat dipercaya terkait informasi yang diterima. Hal tersebut dapat mengontrol kesalahan informasi yang menyebabkan kesalahan persepsi terhadap suatu kondisi. Marilah untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar dapat memberikan kemanfaatan bagi orang lain.

Sumber Pustaka:

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Hasil Survey Tahun 2016 Perilaku Pengguna Internet Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Hasil Survey Tahun 2017. Durasi Penggunaan Internet. Rozika & Ramdhani. 2016.

Hubungan antara Harga Diri dan Body Image dengan Online Self-Presentation pada Pengguna Instagram. Journal: Gadjah Mada Journal Of Psychology Vol. 2 NO. 3: 172-183.

Penulis: 
Rakhmawati Tri Lestari, S.Psi.,M.Psi
Sumber: 
Psikolog Rsjd

Artikel

26/09/2020 | GITTA RISKIKKA S.Farm,. Apt
26/09/2020 | Liya Anggraini,S.Kep.,Ns.
07/09/2020 | Rakhmawati Tri Lestari, S. Psi., M.Psi
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
16/11/2017 | Syafri Rahman,AMK

ArtikelPer Kategori