PENGARUH LIMBAH RUMAH SAKIT TERHADAP LINGKUNGAN DAN KESEHATAN

Jutaan jenis sumber penyakit setiap saat menganjam lingkungan kita. Sebagiannya berasal dari limbah, baik limbah industri, limbah rumah tangga, maupun limbah rumah sakit, tangtangan kedepannya adalah bagaimanan mendaur ulang atau “menyulap” limbah yang semula menjadi sumber penyakit yang ditakuti masyarakat menjadi bahan yang dapat di daur ulang misalnya menjadi air bersih, pupuk, atau energy yang dibutuhkan masyarakat sumber. Ada beberapa kelompok masyarakat yang mempunyai resiko untuk mendapat gangguan karena buangan limbah rumah sakit. Pertama, pasien yang datang ke Rumah Sakit untuk memperoleh pertolongan pengobatan dan perawatan Rumah Sakit. Kelompok ini merupakan kelompok yang paling rentan Kedua, karyawan Rumah sakit dalam melaksanakan tugas sehari-harinya selalu kontak dengan orang sakit yang merupakan sumber agen penyakit. Ketiga, pengunjung / pengantar orang sakit yang berkunjung ke rumah sakit, resiko terkena gangguan kesehatan akan semakin besar. Keempat, masyarakat yang bermukim di sekitar Rumah Sakit, lebih-lebih lagi bila Rumah sakit membuang hasil buangan Rumah Sakit tidak sebagaimana mestinya ke lingkungan sekitarnya. Akibatnya adalah mutu lingkungan menjadi turun kualitasnya, dengan akibat lanjutannya adalah menurunnya derajat kesehatan masyarakat di lingkungan tersebut. Oleh karena itu, rumah sakit wajib melaksanakan pengelolaan buangan rumah sakit yang baik dan benar dengan melaksanakan kegiatan Sanitasi Rumah Sakit. Pengaruh limbah rumah sakit terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan dapat menimbulkan berbagai masalah seperti Gangguan kenyamanan dan estetika terdiri dariu warna yang diambil dari sedimen, larutan, bau fenol, eutropikasi dan rasa dari bahan kimia organik, yang menyebabkan estetika lingkungan menjadi kurang sedap didapat. Kerusakan harta benda, dapat disebabakan oleh garam-garam yg terlarut, udara yang berlumpur dan sebagainya yang dapat menurunkan kualitas bangunan disekitar rumah sakit, Gangguan/Kerusakan tanaman dan hewan , dapajamt disebabkan virus senyawa nitrat, bahan kimia, pestisida, logam nutrisi tertentu dan fosfor, Pengelolaan sampah rumah sakit yang kurang baik akan menjadi tempat yang baik bagi vektor penyakit seperti lalat dan tikur. Kecelakaan kerja pada pekerja atau masyarakat tercecernya jarum suntik atau benda tajam lainnya, Insiden penyakit demam berdarah meningkat karena vektor penyakit hidup dan berkembangbiak dalam sampah bekas atau genangan air, proses pembusukan sampah olehmikroorganisme akan menghasilkan gas-gas tertentu yang menimbulkan bau busuk, Adanya partikel debu yang diterima akan berubah pernafasan menimbulkan pencemaran udara yang akan menyebabkan kuman penyakit mengkontaminasi peralatan medis dan makanan rumah sakit, Ketika terjadi pembakaran, rumah sakit yang tidak sniter akan segera mengeluarkan mengganggu pernafasan, penglihatan dan penurunan kualitas udara Melihat karakteristik dan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan oleh buangan/limbah rumah sakit seperti tersebut diatas, maka konsep pengelolaan lingkungan sebagai sebuah sistem dengan berbagai proses manajemen didalamnya yang dikenal sebagai Sistem Manajemen Lingkungan rumah sakit yang perlu diterapkan. Dengan pendekatan sistem tersebut, pengelolaan lingkungan itu sendiri adalah suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dengan menghasilkan limbah yang ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat sekitar. Keterlibatan pemerintah yang memiliki badan yang menangani dampak lingkungan, pihak manajemen puncak rumah sakit dan lembaga kemasyarakatan merupakan kunci keberhasilan untuk melindungi masyarakat dari dampak buangan / limbah rumah sakit ini (Mentri Negara Lingkungan Hidup, 2004). Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya tetapi juga mungkin dampak negatif itu berupa cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar. Pengelolaan limbah rumah sakit yang tidak baik akan memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penularan penyakit dari pasien ke pasien yang lain maupun dari dan kepada masyarakat pengunjung rumah sakit. Oleh kerna itu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada dilingkungan rumah sakit dan sekitarnya perlu kebijakan sesuai manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan kegiatan pengelolaan dan monitoring limbah rumah sakit sebagai salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan. Rumah sakit sebagai institusi yang sosial ekonominya karena tugasnya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terlepas dari tanggung jawab pengelolaan limbah yang ditimbulkan. Sebaiknya limbah rumah sakit dikelola dengan baik karena limbah medis ini sangat berbahaya daripada limbah limbah lainnya, sebaiknya setiap Rumah sakit, Puskesmas atau instansi kesehatan lainnya mempunyai alat incenerator yaitu alat yang digunakan untuk membakar sampah atau limbah medis dengan temperatur sampai delapan ratus derajat celsius. Mari kita memulai menjaga kebersihan di lingkungan Rumah Sakit dan lingkungan sekitar dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin.M, 2008, Pengaruh Limbah Rumah Sakit Terhadap Kesehatan. FKUI Depkes RI. 2002. Pedoman Umum Hygene Sarana dan Bangunan Umum. Departemen Kesehatan RI. 1992.

Peraturan Proses Pembungkusan Limbah Padat. Pristiyanto, Djuni. 2000.

Limbah Rumah Sakit Mengandung Bahan Beracun Berbahaya. Sarwanto, Setyo. 2009.

Limbah Rumah Sakit Belu Dikelolah Dengan Baik. Jakarta : UI Departemen Kesehatan Republik Indonesia 1995.

Pedoman Teknik Analisa Mengenai dampak Lingkungan Rumah Sakit. Kusnoputranto, H. 1995.

Bahan Toksik di Air dalam Toksikologi Lingkungan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. John Ridley (2004),

Kesehatan dan keselamatan kerja Https://tarwaka.wordpress.com. Kesehatan lingkungan dan K3 CecepTriwibowo (2006),

Kesehatan lingkungan dan K3, edisi 3 Slamet Riyadi. 2000. Loka Karya Alternatif Ekologi Pengelolaan Sanitasi dan Sampah. Alkatiri, S. 2009.

Efektivitas Hasil Pengelolan Air Limbah Rumah Sakit.

Penulis: 
Ramses Tobing,SKM
Sumber: 
K3 Rsjd

Artikel

27/05/2020 | Nova
27/05/2020 | Boifrida Butar-Butar, S.Kep,Ners
18/05/2020 | Ramses Tobing,SKM
18/05/2020 | Ridho Handari Dwansi, S.Kep, Ners
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
16/03/2017 | Boifrida,S.Kep,Ns

ArtikelPer Kategori