PELATIHAN BHD

Selasa, tanggal 11 Februari 2020, Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Kegiatan ini diselenggarakan di Aula LT.II Rumah Sakit Jiwa Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan dibuka oleh Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr.H Andrinurtito, MARS. Peserta terdiri dari 30 orang pegawai Rumah Sakit Jiwa Daerah terdiri dari berbagai unit bagian. Selama dalam mengikuti pelaksanaan workshop BHD ini saya berharap sebagai peserta kita harus mengikuti workshop dengan hati ikhlas menerima ilmu baru yang diberikan oleh narasumber dari PT Ambulance Gawat Darurat 118 Jakarta sehingga mendapatkan ilmu yang bermafaat untuk semua orang ujar Andri Nurtito. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit menyebutkan bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Gawat Darurat itu sendiri adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera guna penyelamatan nyawa dan pencegahan kecacatan lebih lanjut. Keadaan Gawat Darurat bisa terjadi kapan saja, siapa saja dan dimana saja. Kondisi ini menuntut kesiapan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis untuk mengantisipasi kejadian itu. Bila kita cermati, kematian-kematian karena henti jantung dan henti nafas selama ini cukup banyak. Oleh sebab itu kemampuan seluruh petugas rumah sakit baik medis maupun non medis sangat diperlukan untuk melakukan pertolongan pertama kepada pasien terutama kasus emergency sejak mulai masuk RS (Pre Hospital) dan di sekeliling areal rumah sakit (Intra Hospital). Kecepatan pertolongan pertama kepada korban sangat menentukan keselamatan jiwa. Keterlambatan pertolongan akan membuat kondisi fatal. Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada pasien/korban henti jantung atau henti nafas. Resusitasi Jantung Paru merupakan bagian dari tindakan bantuan hidup dasar. Tindakan ini dilakukan untuk menjaga jalan nafas tetap terbuka, menunjang pernafasan dan sirkulasi tanpa menggunakan alat-alat bantu. Usaha ini harus dimulai dengan mengenali secara tepat keadaan tanda henti jantung atau henti nafas dan segera memberikan bantuan sirkulasi dan ventilasi. Selain itu Resusitasi juga dikatakan sebagai sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak, jantung dan organ-organ vital lainnya melalui sebuah tindakan yang meliputi pemijatan jantung dan ventilasi yang memenuhi syarat. Pengertian BHD adalah Pertolongan pertama yang dilakukan pada korban henti jantung atau henti napas sebelum ditangani oleh tenaga medis atau rumah sakit. Tujuan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Ini Untuk Meningkatkan Keterampilan Pegawai Rumah Sakit Baik Medis Maupun Non Medis Dalam Menangani Kasus-Kasus Dengan Kegawat Daruratan, Khususnya Dalam Memberikan Bantuan Hidup Dasar Disaat Bantuan Medis Belum Ada.

Sumber: 
Humas RSJD
Penulis: 
Adeherfitriyanti
Fotografer: 
Ade Herfitriyanti
Editor: 
Ade Herfitriyanti