KONSEP SEHAT JIWA

Saat ini, pandemi covid 19 masih mewabah, semua orang berusaha untuk meningkatkan imun tubuh, selalu menjalankan protokol kesehatan dan usaha yang lainnya dengan harapan bisa terhindar dari virus dan selalu dalam keadaan sehat. Kata sehat menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah suatu keadaan/ kondisi seluruh badan serta bagian-bagiannya terbebas dari sakit. Undang-Undang Kesehatan No 23 tahun 1992 sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan seseorang dapat hidup secara sosial dan ekonomis. Menurut World Health Organization (WHO) sehat yaitu “keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Dimana sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit fisik atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit fisik pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial. UU Kesehatan Jiwa No.03 Tahun 1966 Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental yang sejahtera sehingga memungkinkan seseorang berkembang secara optimal baik fisik, intelektual dan emosional dan perkembangan tersebut berjalan secara selaras dengan keadaan orang lain sehingga memungkinkan hidup harmonis dan produktif. Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi sejahtera secara fisik, sosial dan mental yang lengkap dan tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan. Atau dapat dikatakan bahwa individu dikatakan sehat jiwa apabila berada dalam kondisi fisik, mental dan sosial yang terbebas dari gangguan (penyakit) atau tidak dalam kondisi tertekan sehingga dapat mengendalikan stress yang timbul. Sehingga memungkinkan individu untuk hidup produktif, dan mampu melakukan hubungan sosial yang memuaskan. Keperawatan Jiwa dalam perkembangan kepribadian seseorang mempunyai 4 dimensi holistik, yaitu agama, organobiologik, psiko-edukatif dan sosial budaya. Karl Menninger mendefinisikan orang yang sehat jiwanya adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri pada lingkungan, serta berintegrasi dan berinteraksi dengan baik, tepat, dan bahagia. Michael Kirk Patrick mendefinisikan orang yang sehat jiwa adalah orang yang bebas dari gejala gangguan psikis, serta dapat berfungsi optimal sesuai apa yang ada padanya. Clausen mengatakan bahwa orang yang sehat jiwa adalah orang yang dapat mencegah gangguan mental akibat berbagai stresor, serta dipengaruhi oleh besar kecilnya stresor, intensitas, makna, budaya, kepercayaan, agama, dan sebagainya ( Yusuf dkk,2015) Adapun Ciri-Ciri Sehat Jiwa (Mental) menurut beberapa ahli diantaranya menurut: 1. Yahoda Yahoda mencirikan sehat jiwa sebagai berikut: a. Memiliki sikap positif terhadap diri sendiri b. Tumbuh, berkembang dan beraktualisasi c. Menyadari adanya integrasi dan hubungan antara : Masa lalu dan sekarang Memiliki otonomi dalam pengambilan keputusan dan tidak bergantung pada siapapun d. Memiliki persepsi sesuai dengan kenyataan e. Mampu menguasai lingkungan dan beradaptasi 2. World Health Organization (WHO) pada tahun 2008 menjelaskan kriteria orang yang sehat jiwanya adalah orang yang dapat melakukan hal berikut. a. Menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk. b. Merasa bebas secara relatif dari ketegangan dan kecemasan. c. Memperoleh kepuasan dari usahanya atau perjuangan hidupnya. d. Merasa lebih puas untuk memberi dari pada menerima. e. Berhubungan dengan orang lain secara tolong-menolong dan saling memuaskan. f. Mempunyai daya kasih sayang yang besar. g. Menerima kekecewaan untuk digunakan sebagai pelajaran di kemudian hari. h. Mengarahkan rasa permusuhan pada penyelesaian yang kreatif dan konstruktif. 3. MASLOW: Maslow mengatakan individu yang sehat jiwa memiliki ciri sebagai berikut: a. Persepsi Realitas yang akurat. b. Menerima diri sendiri, orang lain dan lingkungan. c. Spontan. d. Sederhana dan wajar. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sesesorang dikatakan sehat jiwa jika: 1. Nyaman terhadap diri sendiri Dimana individu mampu mengatasi berbagai perasaan : rasa marah, rasa takut, cemas, iri, rasa bersalah, rasa senang, cinta mencintai, dll, mampu mengatasi kekecewaaan dalam kehidupan, mempunyai Harga Diri yang wajar, menilai diri secara nyata, tidak merendahkan dan tidak pula berlebihan, merasa puas dengan kehidupan sehari-hari. 2. Nyaman berhubungan dengan orang lain. Dimana individu mampu mencintai dan menerima cinta dari orang lain, mempunyai hubungan pribadi yang tetap, mampu mempercayai orang lain, dapat menghargai pendapat orang yang berbeda, merasa menjadi bagian dari kelompok, tidak mengakali orang lain, dan tidak memberikan dirinya diakali orang lain. 3. Mampu memenuhi kebutuhan hidup, menetapkan tujuan hidup yang nyata untuk dirinya, ,mampu mengambil keputusan, menerima tanggung jawab, merancang masa depan, menerima ide / pengalaman hidup, merasa puas dengan pekerjaannya. SALAM SEHAT JIWA... Daftar Pustaka: http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/08/Kepera..., diakses pada tanggal 25 Februari 2021 Yusuf, fitryasari Rizky, Nihayati H.E (2015). Buku ajar keperawatan Kesehatan Jiwa (1).pdf.Salemba Medika https://promkes.kemkes.go.id/content/?p=7385, diakses pada tanggal 25 Februari 2021 https://bkpp.slemankab.go.id/wp-content/uploads/2019/10/artikel-kesehata..., diakses pada tanggal 25 Februari 2021

Penulis: 
Dianevita Sari, S.Kep,Ners
Sumber: 
Perawat Rumah Sakit Jiwa Daerah