KOMUNIKASI RISIKO COVID-19 UNTUK FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

Disusun Oleh: RAMSES LBN TOBING, SKM Kejadian wabah Coronavirus yang melanda kota Wuhan China pada akhir Desember 2019 ternyata menyebar ke Negara lain. Bahkan pada tanggal 30 Januari 2020, WHO mengumumkan wabah sebuah Coronavirus baru (COVID-19) sebagai Kedaruratan Kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia. Dalam menanggapi COVID-19, diperlukan kesiapan dan tanggapan yang bersifat kritis seperti, memperlengkapi tenaga kesehatan dan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dengan informasi, prosedur, dan alat yang penting agar dapat aman dan efektif saat bekerja. Saat ini tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan tanggap terhadap wabah COVID-19 dan menjadi tulang punggung pertahanan suatu negara untuk membatasi atau menanggulangi penyebaran penyakit. Tenaga kesehatan berada di garis terdepan, memberikan pelayanan yang dibutuhkan pasien suspek dan terkonfirmasi COVID-19, yang seringkali tidak disadari saat menjalankan dalam keadaan menantang. Petugas memiliki resiko lebih tinggi terinfeksi COVID-19 dalam upayanya melindungi masyarakat luas. Petugas akan mudah terpapar bahaya seperti tekanan psikologis, kelelahan, keletihan mental atau stigma. Dalam menyikapi hal ini WHO menyadari tugas dan tanggung jawab besar ini serta, pentingya melindungi tenaga fasilitas layanan kesehatan. Adapun upaya untuk melindungi tenaga kesehatan dari infeksi dan mencegah kemungkinan penyebaran COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan perlunya adanya pemahaman tentang serangkaian pesan dan pengingat sederhana berdasarkan panduan teknis WHO. Komunikasi risiko covid-19 untuk fasilitas pelayanan kesehatan membantu petugas pelayanan kesehatan meminimalisir terinfeksi atau terjadi perluasan penyebaran. Komunikasi risiko covid-19 untuk fasilitas pelayanan kesehatan terdiri dari delapan Prodak:

1. Bersiap Menghadapi COVID-19 Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Sasarannya Manajemen Fasilitas Pelayanan Kesehatan

a. Siapkan titik-titik cuci tangan lengkap dengan antiseptik alkohol atau sabun dan air bersih mengalir untuk tenaga kesehatan, pasien dan pengunjung.

b. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh pengunjung.

c. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai tingkat Perlindungan.

d. Siapkan titik triase di pintu masuk fasilitas pelayanan kesehatan sebelum masuk ruang tunggu, untuk skrining pasien terhadap kemungkinan adanya COVID-19. Hal ini dapat membatasi kemungkinan infeksi melalui pusat pelayanan kesehatan.

e. Tempatkan informasi seperti poster dan brosur yang mengingatkan pasien dan pengunjung agar menjalankan langkah kebersihan tangan dan pernapasan serta dapat menjaga jarak antar pengunjung dan petugas.

f. Siapkan ruang tunggu terpisah dengan batas yang jelas agar ada jarak atar pengunjung terlebih untuk kasus suspek.

g. Selalu Waspadai orang setiap pengunjung terlebih yang menunjukkan gejala-gejala seperti batuk, demam, sesak napas, dan kesulitan bernapas.

Hal yang perlu diperhatikan pastikan tenaga kesehatan dan triase kita:  Terlatih memahami pentingnya alat perlindungan diri serta memilih dan menggunakannya dengan benar

 Terlatih mengenali gejala-gejala infeksi COVID-19 dan memberikan masker medis kepada kasus-kasus suspek

 Mengetahui definisi tentang kasus dan dapat mengakses serta melihat bagan alur pengambilan keputusan di titik triase

 Segera mengisolasi kasus suspek

 Sering membersihkan tangan 2. Tatalaksana Pasien Suspek Atau Terkonfirmasi COVID-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Sasarannya Manajemen Fasilitas Pelayanan Kesehatan

a. Petugas kesehatan saat menjalankan tugasnya harus mengenakan alat perlindungan diri yang sesuai saat melakukan skrining pasien di titik triase. Segera memberikan masker medis kepada semua pasien yang menunjukkan gejala-gejala serupa flu atau melaporkan kemungkinan infeksi COVID-19. Selalu ingatkan semua pasien untuk menjalankan kebersihan pernapasan dan tangan yang baik

. b. Tatalaksana Penempatan

 Segera isolasi kasus suspek dan terkonfirmasi

 Untuk mengurangi stres dan rasa khawatir, jelaskan tindakan Anda dan alasannya kepada pasien

 Jika memungkinkan, tempatkan pasien di kamar tersendiri

 Kasus suspek dan terkonfirmasi harus dipisahkan

 Jaga jarak setidaknya 1 meter antar pasien

 Jangan tempatkan lebih dari satu pasien di satu tempat tidur rumah sakit c. Tatalaksana Lingkungan

 Batasi pergerakan pasien di dalam fasilitas untuk mengurangi kemungkinan infeksi menyebar di fasilitas layanan kesehatan

 Jika pemindahan pasien diperlukan, rencanakan pemindahan terlebih dahulu: semua staf dan pengunjung yang berkontak langsung dengan pasien harus mengenakan alat perlindungan diri

 Laksanakan pembersihan dan disinfeksi lingkungan berkala

 Pastikan ventilasi baik – jika memungkinkan, buka pintu dan jendela d. Tatalaksana Pengunjung

 Batasi jumlah pengunjung setiap pasien

 Semua pengunjung harus mengenakan alat perlindungan diri dan kunjungannya harus dicatat

3. Melindungi Diri Di Tempat Kerja Dari COVID-19 Sasarannya Tenaga Kesehatan

a. Ikuti panduan manajemen fasilitas pelayanan kesehatan dan sampaikan kepada kolega tentang prosedur keamanan COVID-19 yang disepakati

b. Saat memasuki ruangan dimana kasus suspek atau terkonfirmasi COVID-19 berada, kenakan:  sarung tangan sekali pakai  jubah lengan panjang bersih  masker medis yang menutupi mulut dan hidung

 perlindungan mata, seperti kacamata Hal yang harus di ingat Alat ― Perlindungan diri harus diganti jika akan digunakan ulang dan juga diganti untuk setiap pasien. Alat perlindungan diri sekali pakai (mis., masker, sarung tangan, pelindung wajah sekali pakai) harus dibuang di tempat sampah tertutup dan cucilah tangan secara menyeluruh. Barang sekali pakai tidak boleh digunakan ulang atau disterilisasi.

c. Dalam menjalankan prosedur yang menghasilkan aerosol seperti intubasi, gunakan respirator partikulat seperti N95 – Periksa kerapatannya.

d. Pahami tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), seperti penggunaan Sepatu bot dan baju terusan yang mungkin terkadang tidak diperlukan.

e. Jika Anda batuk atau bersin atau menunjukkan gejala lain setelah bekerja, segera laporkan penyakit Anda kepada petugas terkait dan ikuti saran mereka Hala yang mesti di ingat Jangan sentuh mata, hidung atau mulut dengan sarung tangan maupun tangan, sampai tangan sudah dibersihkan dengan benar.

5 Saatnya Saya Membersihkan Tangan Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol atau cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun:

1) Sebelum menyentuh pasien

2) Sebelum menjalankan prosedur bersih/aseptik

3) Setelah ada risiko terpapar cairan tubuh

4) Setelah menyentuh pasien

5) Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien

4. Alat Perlindungan Diri (APD) Sesuai Kegiatan Pelayanan Kesehatan Sasarannya Tenaga Kesehatan

a. Petugas skrining triase/titik masuk

 masker medis

b. Mengambil spesimen saluran napas

 kacamata ATAU pelindung wajah

 Respirator (N95 atau FFP2)  jubah  sarung tangan

c. Merawat kasus suspek/ terkonfirmasi COVID-19 TANPA prosedur penghasil aerosol

 kacamata ATAU pelindung wajah

 jubah

 sarung tangan

 masker medis

d. Merawat kasus suspek/ terkonfirmasi COVID-19 DENGAN prosedur penghasil aerosol

 kacamata ATAU pelindung wajah

 Respirator (N95 atau FFP2)

 jubah

 sarung tangan e. Memindahkan kasus suspek/ terkonfirmasi COVID-19, termasuk perawatan langsung 

 kacamata ATAU pelindung wajah

 jubah

 sarung tangan

 masker medis 5. Berkomunikasi Dengan Pasien Suspek Atau Terkonfirmasi COVID-19 Sasarannya Tenaga Kesehatan

  Bersikaplah hormat, sopan dan empati

 Ingat, kasus suspek dan terkonfirmasi serta pengunjung yang mendampingi mungkin merasa stres atau takut

 Yang paling penting, dengarkan pertanyaan dan kekhawatiran pasien dengan penuh perhatian

 Gunakan bahasa setempat dan berbicara dengan perlahan

 Berikan jawaban atas setiap pertanyaan dan sampaikan informasi yang benar tentang COVID19

 Anda mungkin tidak bisa menjawab semua pertanyaan karena masih banyak yang belum diketahui tentang COVID-19. Tidak apa-apa mengakui bahwa Anda belum tahu  Kalau ada, bagikan pamflet atau selebaran berisi informasi kepada pasien

 Anda boleh menyentuh, atau menghibur pasien suspek dan terkonfirmasi saat memakai APD

 Kumpulkan informasi akurat dari pasien: nama, tanggal lahir, riwayat perjalanan, daftar gejala…

 Jelaskan prosedur COVID-19 di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti isolasi dan pembatasan jumlah pengunjung, dan langkah-langkah berikutnya

 Jika pasiennya anak-anak, persilahkan anggota keluarga atau wali untuk mendampingi – pendamping harus diberi dan menggunakan alat perlindungan diri yang sesuai  Sampaikan perkembangan kepada pengunjung dan keluarga saat ada kesempata

6. Informasi Tentang COVID-19 Sasarannya Pasien Dan Pengunjung Fasilitas Kesehatan

5 Hal Untuk Diketahui a. Apa itu COVID-19? COVID-19adalah penyakit akibat suatu coronavirus baru yang sebelumnya tidak teridentifikasi pada manusia.

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang ditemukan pada hewan dan manusia.

b. Apa saja gejala-gejala COVID-19? Pada umumnya, COVID-19 menyebabkan gejala ringan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Bagi beberapa orang, gejalanya bisa lebih parah, dan menimbulkan radang paruparu atau sulit bernapas. Sejumlah kecil kasus penyakit ini menyebabkan kematian.

c. Bagaimana cara penyebaran COVID-19? COVID-19 diketahui paling mudah menyebar melalui kontak erat dengan orang yang terinfeksi COVID-19. Batuk atau bersin orang yang terinfeksi mengeluarkan percikan dan, jika terlalu dekat, virus ini dapat masuk melalui napas Anda.

d. Siapa yang paling berisiko? Kita masih perlu mengetahui lebih tentang dampak COVID-19 pada manusia. Orang berusia lanjut dan orang yang memiliki kondisi medis seperti diabetes dan penyakit jantung diketahui lebih berisiko terkena penyakit parah.

e. Apa pengobatan untuk COVID-19? Saat ini masih belum ada pengobatan atau vaksin untuk COVID-19. Namun, sebagian besar gejala dapat ditangani.

5 Hal Untuk Dilakukan a. Sering-seringlah mencuci tangan. Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau, jika tidak tampak kotor, gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Maka, virus di tangan akan mati.

b. Tutup mulut dan hidung dengan siku yang dilipat atau tisu saat batuk dan bersin. Segera buang tisu bekas dan cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun atau gunakan cairan antiseptik berbahan dasar alkohol. Dengan demikian Anda melindungi orang lain dari virus yang keluar melalui batuk dan bersin

c. Jika memungkinkan, jaga jarak 1 meter dengan orang yang batuk-batuk, bersinbersin, atau demam. COVID-19 diketahui paling mudah menyebar melalui kontak jarak dekat dengan orang yang terinfeksi COVID-19.

d. Jangan sentuh mata, hidung dan mulut Tangan menyentuh berbagai permukaan benda yang mungkin terkontaminasi virus ini. Jika Anda menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan kotor, Anda mungkin memindahkan virus ini dari permukaan ke diri Anda.

e. Jika Anda demam, batuk DAN sulit bernapas, cari pertolongan medis. Telepon fasilitas kesehatan dan sampaikan dulu bahwa Anda akan datang. Selalu ikuti panduan tenaga kesehatan atau petunjuk kesehatan nasional.

7. Menangani Stress Sasaranya Staf Fasilitas Pelayanan Kesehatan

a. Wajar kita sedih, stres, atau terbeban ketika terjadi krisis

b. Bicarakan dengan orang kepercayaan atau konselor

c. Jaga gaya hidup sehat: pola makan, tidur, olahraga yang baik dan hubungan sosial dengan teman dan keluarga

d. Jangan merokok, mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan lain untuk mengatasi perasaan Anda e. Jika merasa khawatir, sampaikan kepada atasan Anda, dan jika mulai merasa sakit, segera beri tahu dokter

8. 5 Saatnya Saya Membersihkan Tangan Sasarannya Staf Fasilitas Pelayanan Kesehatan 5 (Lima) saat saya membersihkan tangan (Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol atau cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun):

a. Sebelum menyentuh pasien

b. Sebelum menjalankan prosedur bersih/ aseptic

c. Setelah ada risiko terpapar cairan tubuh

d. Setelah menyentuh pasien

e. Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien DAFTAR PUSTAKA Petunjuk Pencegahan Penularan COVID-19 untuk Petugas Kesehatan

disusun oleh PB IDI, PDGI, PDPI, PAPDI, IDAI, PERHATI-KL, PERDATIN, PERDAMI, PDUI, PDS PATKLIN, IAUI, PERKI, PAMKI. World Health Organization (WHO) (2020). Materi Komunikasi Risiko COVID-19 untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan dikunjungi pada tanggal 18 April 2020 dari https://www.Materi%20Komunikasi%20Risiko%20COVID-19%20untuk%20Fasilitas%20 Pelayanan%20Kesehatan.pdf.

Penulis: 
RAMSES LBN TOBING, SKM
Sumber: 
K3 Rsjd

Artikel

15/10/2020 | Ridho Handari Dwansi, S.Kep, Ners
29/09/2020 | GITTA RISKIKKA S.Farm,. Apt
26/09/2020 | GITTA RISKIKKA S.Farm,. Apt
26/09/2020 | Liya Anggraini,S.Kep.,Ns.
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
16/11/2017 | Syafri Rahman,AMK

ArtikelPer Kategori