KEMAJUAN, PERKEMBANGANGAN DAN PERUBAHAN PENDIDIKAN KEPERAWATAN DI INDONESIA DI PENGARUHI OLEH WAKTU DAN KEADAAN

Kemajuan zaman senatiasa di iringi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, ibarat kereta api gerbong selalu mengikuti kemana kereta bejalan. Dalam dunia kesehatan pengetahuan mengalami peningkatan setiap waktu, agar tercapainya pelayanan yang maksimal dan optimal. Bidang kesehatan selalu melakukan penelitian dan evaluasi ke ilmuanya, sehingga menuntut kemungkinan adanya perubahan maupun peningkatan. Adanya jenis penyakit baru maupun perubahan penanganan penyakit merupakan alasan utama adanya perubahan dan peningkatan ilmu pengetahuan kesehatan. Ilmu kesehatan terdiri dari beberapa ke ilmuan yang menjadi satu kesatuan dalam mencapai tujuannya. Perjalannya selalu beriringan dan berkolaborasi dalam pengaplikasianya. Ilmu keperawatan merupakan salah satu bagian dari ilmu kesehatan yang selalu mengikuti perkembngan yang terjadi. Terjadinya perubahan di dunia kesehatan menuntut ilmu keperawatan mengalami kemajuan, perkembangan dan perubahan, baik dibidang tindakan maupun pendokumentasian. Ilmu keperawatan merupakan sebuah bidang pengetahuan dibentuk berdasarkan kontribusi dari ilmuwan keperawatan melalui peer-review jurnal ilmiah dan praktik yang dibuktikan berbasis. Ilmu yang dipelajari dalam ilmu keperawatan yaitu segala hal tentang bagaimana cara memberikan pelayanan kesehatan secara professional kepada orang sehat maupun orang sakit, baik sakit fisik, psikis, maupun sosial sehingga memiliki tingkat kesehatan yang baik. Orang yang lulus mempelajari ilmu keperawatan akan menjadi seorang perawat yang dapat bekerja dalam bidang pelayanan kesehatan dengan berkolaborasi dengan tim kesehatan lainya, atau menjadi tenaga pendidik keperawatan maupun menjadi pekerja yang lain sesuai keahlianya. Pendidikan profesi keperawatan merupakan salah satu tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan tentang keperawatan dan mencetuskan profesi perawat. Menurut Undang-undang No. 38 Tahun 2014 keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan kepada individu, keluarga, Kelompok, atau masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun sehat. Perawat merpukan suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi. Perawat merupakan sebuh profesi yang masuk dalam dunia kesehatan, sehingga untuk bersaing dan mensejajarkan dengan profesi lain dalam memberikan pelayanan, perawat harus mampu berkembang dan beradaptasi dengan setiap perkembangan ilmu kesehatan. Salah satu bentu upaya peningkatan yang dilakukan di bidang keperawatan yaitu pembenahan dalam sistem pendidikan keperawatan. Untuk mendapatkan profesi Perawat kini harus menempuh pendidikan di universitas atau perguruan tinggi keperawatan, jelas tingkatanya tak lagi sejajar dengan tingkatan SLTP maupun SLTA. Pada zaman dahulu tahun 1945 sampai dengan 1950 untuk menjadi seorang perawat cukup dengan menempuh pendidikan yang telah ada pada zaman itu, yaitu perawat lulusan pendidikan belanda (MULO+ 3 Tahun pendidikan), untuk ijaza A (perawat umum) dan ijazah B untuk perawat jiwa. Pada saat itu terdapat pula pendidikan perawat dengan dasar (SR+4 tahun pendidikan) yang lulusanya disebut dengan mantri juru rawat. Bila hal ini tetap dipertahankan maka profesi perawat akan tertinggal jauh dengan profesi lain dan sulit bagi perawat untuk beradaptasi dalam menjalani peningkatan pelayanan kesehatan. Namun dengan beriringnya waktu dan dengan perubahan zaman pendidikan keperawatan mengalami kemajuan dan perkembangan dengan melakukan perubahan baik dari segi ke ilmuan maupun segi jenjang pendidikan. Terjadinya peningkatan kemajuan dan perkembangan pada ke ilmuan keperawatan mendorong model dan jenjang pendidikan keperawatan pun mengalami perubahan, terjadi juga sebaliknya bila jenjang pendidikan keperawatan terjadi perubahan dan peningkatan maka terjadi pula dengan keilmuan keperawatan. Terjadi banyak hal baru tentang keperawatan yang mengalami perubahan dan peningkatan yang dicetuskan dari dunia pendidikan, ini merupakan cerminan kemajuan dari profesi keperawatan. Dari segi tingkatan pendidikan dahulu hanya 1 tingkatan untuk di Indonesia sekarang, dibagi menjadi 4 tingkatan golongan besar yaitu: 1. Pendidikan vokasi, pendidikan ini ditempuh dalam waktu 3 tahun untuk diploma 3 (D3) dengan gelar Ahli Madya Keperawatan (Amd.Kep.) dan 4 tahun untuk diploma 4 (D4) dengan gelar Sarjana Saint Terapan (S.ST.). 2. Pendidikan professional, dimana pendidikan keparawatan ditempuh dalam waktu 4 tahun untuk program Sarjana Keperawatan (S. Kep.) dan harus ditambah 1 tahun untuk pendidikan profesi Ners (Ns.). 3. Pendidikan Master dan Spesialis, untuk mendapatkan gelar ini seorang Perawat harus menyelesaikan pendidikan Ners terlebih dahulu. Master Keperawatan (M. Kep.) pada gelar ini mengalami perubahan yang sebelumnya dapat diperoleh seorang Perawat tanpa menjalani pendidikan Ners terlebih dahulu. Spesialias keperawatan meliputi Spesialis Keperawatan Anak (Sp. Kep.A.), Spesialis Keperawatan Jiwa (Sp. Kep.J.), Spesialis Keperawatan Martenitas (Sp. Kep.M.), Spesialis Keperawatan Medikal Bedah (Sp. Kep.MB.), Spesialis Keperawatan Komunitas (Sp. Kep.Kom.). 4. Pendidikan doktoral, pendidikan ini ditempuh untuk melakukan riset tentang keperawatan. Semakin banyak yang menempuh pendidikan ini semakin banyak peningkatan dan perubahan tentang ilmu keperawatan. Dalam segi keilmuan penerapan asuhan keperawatan kini tidak sepenuhnya mengacu lagi dari setandar luaran saja. Perawat Indonesia memiliki setandar keperawatan sendiri, yang baru-baru ini ditetapkan dan mulai diberlakukan diseluruh wilayah. Penerapanya telah disesuaikan dengan kondisi dan keadaan negara Indonesia. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) yang diterbitkan oleh PPNI pusat sejak Desember 2016 dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (2018), saat ini menjadi salah satu rujukan perawat dalam memilih diagnose dan intervensi keperawatan. PPNI menerbitkan standar kedua berdasarkan aturan UU No.38/2014 tentang keperawatan yang menjelaskan fungsi organisasi profesi PPNI dalam mengembangkan kualitas keperawatan di Indonesia. Kini PPNI telah menerbitkan 3 buku standar SDKI, SIKI dan SLKI (Standar Luaran Keperawatan). Ketiga buku ini sering disingkat dengan 3S, buku ini sangat penting buat profesi perawat di Indonesia dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan perawat kepada pasien. Sebelumnya perawat di Indonesia dalam memberikan asuhan keperawatan mengacu pada buku NANDA Internasional, bahkan ada yang menggunakan Doengoes. Dengan adanya 3S dapat mempermudah perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien. Hal ini diperkuat berdasarkan Keputusan Mentri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 tentang standar profesi perawat, adanya aturan pemerintah terkait penggunaan SDKI dan SIKI dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan yang diberikan perawat di seluruh Indonesia. Perubahan pada jenjang pendidikan dan ke ilmuan keperawatan ini dilakukan tak lain untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap masyarakat. Dengan adanya perubahan dan peningkatan pada jenjang pendidikan dan keilmuan di dunia keperawatan diharapkan, melahirkan perawat-perawat yang professional, handal dan berkualitas. Profesi perawat pun mampu bersaing dengan profesi lain dalam meningkatkan mutu pelayanan. DAFTAR PUSTAKA Keputusan Mentri Kesehatan (KMK) Tahun 2020. Tentang Standar Profesi Perawat. Jakarta. PPNI. (2016). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta:PPNI. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: DPP PPNI. PPNI. (2016). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI. Undang-undang Nomor 38 tahun 2014. Tentang Keperawatan. Jakarta.

Penulis: 
Nurya, Skep, Ns
Sumber: 
Perawat Jiwa RSJD Prov Kep.Babel

Artikel

ArtikelPer Kategori