GAMBARAN KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA

Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki masalah kesehatan jiwa dengan angka yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 dari Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan Kemenkes Republik Indonesia, prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia 1,7 per mil. Gangguan jiwa berat terbanyak di Yogyakarta, Aceh, Sulawesi Selatan, Bali dan Jawa Tengah. Penderita gangguan jiwa tidak mungkin mampu mengatasi masalah kejiwaannya sendiri. Orang dengan gangguan jiwa membutuhkan dukungan dari orang lain, terutama keluarga sebagai orang yang merawat penderita gangguan jiwa atau disebut juga Caregiver. Keluarga adalah tempat pertama kali pasien tinggal dan berinteraksi, baik buruknya keluarga dapat mempengaruhi perkembangan anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Kondisi keluarga juga menentukan kualitas penanganan dan perawatan yang diberikan kepada pasien.

Gambaran kemampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1. Usia Semakin tua seseorang maka semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuan keluarga tentang cara merawat pasien dengan gangguan jiwa dirumah. Usia 41-60 tahun dinamakan dewasa tengah dimana kemampuan mental mencapai puncaknya untuk mempelajari dan menyesuaikan diri pada situasi-situasi baru seperti pada mislanya mengingat hal-hal yang pernah dipelajari. Kematangan usia mempengaruhi kemampuan dalam memberikan perawatan kepada pasien dengan gangguan jiwa. Pada rentang usia ini individu berinteraksi dengan masyarakat luas dan termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok sehingga pada masa usia ini seseorang akan lebih aktif dalam mencari informasi untuk menambah pengetahuan melalui berbagai hal yaitu televisi, majalah, Koran, internet, mengikuti penyuluhan masalah kesehatan jiwa.

2. Pendidikan Tinggi rendahnya tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi pola pikir dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin luas pola pikir dan kemampuan dalam melakukan tindakan yang baik dan benar dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pendidikannya lebih rendah. Keluarga dengan tingkat pendidikan rendah terkadang beranggapan anggota keluarga dengan gangguan jiwa adalah penyakit akibat adanya gangguan jin atau roh halus, kutukan bahkan hukuman sehingga tidak mendapatkan perawatan yang baik dan benar.

3. Pekerjaan Seseorang yang mempunyai pekerjaan padat, lebih cenderung fokus dengan pekerjaannya sehingga dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa kurang memperhatikan kondisi anggota keluarga dengan gangguan jiwa tersebut. Meskipun seseorang tidak bekerja secara formal, namun keluarga tidak mempraktekkan merawat dengan baik karena memiliki kesibukan dengan pekerjaan rumah tangga dan merawat anggota keluarga lain yang tidak sakit.

4. Jenis Kelamin Anggota keluarga berjenis kelamin perempuan lebih sabar dan telaten dalam melakukan perawatan pada anggota keluarga dengan gangguan jiwa, sedangkan laki-laki secara fisik lebih kuat dibandingkan perempuan namun kurang sabar dalam merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa. Keluarga merupakan unit paling dekat dengan penderita dan merupakan perawat utama bagi penderita gangguan jiwa.

Keluarga berperan dalam menentukan cara atau perawatan yang diperlukan penderita gangguan jiwa dirumah. Keluarga mempraktekkan cara merawat pasien dengan memberikan dan menyediakan kebutuhan anggota keluarga dengan gangguan jiwa, meliputi pakaian dan makanan. Keluarga membawa pasien berobat ke pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit umum dan rumah sakit jiwa apabila kambuh (tidak bias tidur, keluyuran, menyerang orang lain dan lingkungan, bicara kasar dan mengamuk). Perawatan lain yang dilakukan adalah melatih pasien meningkatkan kemampuan sesuai yang dimiliki, mencegah kekambuhan pasien, menghindarkan pasien dari stressor yang menyebabkan kekambuhan.

Daftar pustaka

Rochmawati, Dwi Heppy, Ahmadi N.H, Joko Kuncoro, Wahyu Endang Setyowati. 2019.

Gambaran Kemampuan Keluarga Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa. Prosiding Konferensi Nasional Keperawatan Kesehatan Jiwa. XVI (5). 28-33

Penulis: 
Ridho Handari Dwansi, S.Kep, Ners
Sumber: 
PERAWAT RSJD