DIBALIK KEBAIKAN HANDPHONE BERDAMPAK BURUK BAGI KESEHATAN DAN KEHIDUPAN SOSIAL

Perubahan waktu menuntut setiap kehidupan mengalami perkembangan dan perubahan, baik secara positif maupun negatif. Salah satu contoh dengan kemajuan teknologi diciptakanya sebuah HandPhone atau yang lebih populernya HP. Hampir setiap manusia yang ada dimuka bumi saat ini memiliki HP dan bahkan ada yang tidak dapat melepaskan HP dari kehidupanya.

Dari hal positif tak sedikit manfaat HP bagi kehidupan manusia, apalagi pada era teknologi saat ini Hp sudah menjadi sebuah alat yang seolah mampu memberikan segala kebutuhan manusia saat ini. Namun banyak yang enggan tau, bahkan mengabaikan dan ada yang tak menyadari dengan menggunakan HP yang tak terkontrol banyak berdampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan sosial.

Dampak buruk HP bagi kesehatan baru-baru ini mulai bermunculan dimedia sosial, terutama menyerang pada penglihatan dan kejiwaan. Anak-anak merupakan korban terbanyak dan tak sedikit anak yang harus menjalani pengobatan di Rumah Sakit.  Salah satu contoh Putri dari  Josua Kalalo terkena syndrom juling yang harus menjalani perawatan dan terapi, akibat putrinya terlalu sering dan lama menoton vidio di HP (intisari online, Sabtu, 21 Juli 2018).

Kejadian yang lebih parah lagi terjadi di NTT, bukan lagi mengganggu kesehatan namun seorang bocah laki laki di NTT ini di temukan Tewas mengenaskan sambil memeluk Hp. Di duga bocah laki laki berusia 7 tahun ini bermain Hp yang sedang di charger. Kejadian nahas ini terjadi di desa hane, Kecamatan Batu putih, Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) (Tribun News, sabtu, 16 maret 2019).

Seharusnya kejadian ini menjadi pukulan dan peringatan keras bagi semua orang tua, agar semakin memperhatikan anak anaknya dalam bermain Hp. Dari fenomena yang ada tak sedikit yang bertanya “kenapa anak-anak yang paling banyak jadi korban?”. Seharusnya pertanyaan ini tak perlu muncul karena, kita semua mengetahui jawabanya, terutama orang tua. Karena pada saat ini HP seolah menjadi senjata andalan banyak orang tua untuk mengendalikan anaknya, orang tua lebih baik membiarkan anaknya menggunakan HP seharian dari pada mendengarkan anaknya menangis, bermain diluaran rumah atau mengganggu orang tuanya bekerja dan dengan alasan sayang dengan anak tak sedikit orang tua menjadikan Hp sebagai hadiah yang istimewa. Bahkan tidak jarang lagi kita temui saat ini, anak balita bahkan bayi sudah mulai diperkenalkan dengan HandPhone.

Sebenarnya sudah banyak orang tua yang menyadari bahaya Hp untuk buah hati mereka, namun alasan sayang anak mereka tetap memilih cara instant untuk mengasuh anak-mereka. Dengan memberikan permainan, mempertontonkan sesuatu yang menarik, serta memberikan kebebasan bermain Hp kepada buah hatinya, orang tua merasa tak perlu lagi menggendong, membujuk, dan mengalihkan tangisan anak-anaknya. Padahal tanpa orang tua sadari justru Hp itu menjadi perampas kebahagiaan mereka dan mereka tidak tahu bahwa peran orang tua digantikan sebuah Hp.

Pemanfaatan sebuah Hp untuk anak-anak sebenarnya tidak merugikan bila dibarengi dengan pengontrolanya, banyak orang tua hanya memfasilitasi anaknya Hp namun tak meluangkan waktu untuk mengontrolnya bahkan ada yang tak perduli dengan penggunaan Hp anaknya.  Alih-alih orang tua mengontrol anaknya justru orang tua sibuk dengan Hp nya sendiri. Pembiyaran anak dalam menggunakan Hp bukan cerminan kasih sayang, namun justru ini awal bencana bagi buah hati kita dan bahkan bisa menggagu kehidupan sebuah keluarga.

Bukan sekedar sebuah cerita kalau “gara-gara sebuah HP” banyak terjadi perselisihan, perceraian, dan bahkan pembunuhan. Salah satu contoh peningkatan angka perceraian dilamongan diakibatkan Hp, tercatat Januari mencapai 300 lebih angka perceraian, Februari hingga Maret sebanyak 200 lebih dalam kurun waktu 2018 (Tribun Jatim, Senin 26 Maret 2018).

Banyak yang tidak menyadari saat berkumpul dengan keluarga, teman, dan orang lain menjadi hambar dan hampa karna kita sibuk dengan Hp. Bicara hanya sekedarnya terkadang tidak nyambung sehingga komunikasi sering terhambat. Padahal hal yang seharusnya terjadi saat kita berkumpul dengan teman atau keluarga adalah suara suara riuh karena perbincangan, tawa, bahkan kegaduhan akibat perbedaan pendapat saat bertukar pikiran. Namun hal-hal hangat yang seharusnya terjadi sudah sangat minim kita temui dijaman sekarang ini.

Pemandangan yang sebaliknya justru kerap terlihat, suasana yang ”asik sendiri” dengan jari jemari di Hp masing-masing. Tidak hanya di rumah, tapi juga di perjalanan, di ruang makan, di mobil, bahkan ditempat-tempat rekreasi sekalipun pemandangan yang sama akan selalu terlihat. Seakan itulah cara mereka menikmati hidup saat ini. Padahal begitu banyak hal yang mereka lewatkan hanya karena sebuah Hp. Mereka melewatkan perkembangan anak-anak mereka, keharmonisan bersama keluarga, keseruan bersama teman-teman, hingga kerukunan antar masyarakat. Seharusnya Hp itu di gunakan sebagai selingan waktu luang, bukan justru perampas waktu-waktu emas.

Manusia sering terlena saat menggunakan Hp banyak waktu yang terbuang sia-sia, mengabaikan hidupnya bahkan ada yang  menjadikan Hp lebih dari segalanya. Seolah olah Hp menjadi pendampingnya, anaknya, temannya, dan ada yang lebih parah lagi menjadikan HP sebagai Tuhannya. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar dikesampingkan, sibuk dengan diri sendiri bahkan merasa tak butuh orang lain. Sangat wajar kalau saat ini kepedulian sesama sangat kurang, anak sulit dikendalikan dan banyak problem yang terjadi yang mungkin berawal dari hal sepele namun menjadi fatal.

Berkembangnya sebuah teknologi khususnya HP tak dapat dicegah namun setidaknya kita dapat mengendaliakan diri kita dan keluarga kita dalam menggunakanya. Penggunaan Hp secara “cerdas” dapat mencegah berbagai resiko dan masalah. Memberikan jadwal atau jam-jam tertentu dalam bermain Hp dapat menjadi solusi bagi orang tua khususnya anak, selalu luangkan waktu Emas untuk keluarga dan lingkungan, dan selalu belajarlah untuk tidak ketergantuan yang ada didunia.

DAFTAR PUSTAKA

Intisari. (2018). http//www.gogle.com/amp/s/intisari.grid.id/amp/03903228/ sering-main-hp-balita-ini-mengalami-hal-mengenaskan-pada-matanya -si-ibu-pun-memperingatkan-kita. dikunjungi tanggal 26 Mei 2019.

Tribun Jatim. (2018), https//jatim.tribun news.com/amp/2018/03/26/gara-gara- smatphone-angka-dan-perselingkuhan-di-lamongan-meningkat? Pege=2. dikunjungi tanggal 26 Mei 2019.

Tribun News. (2019). http//www.gogle.com/amp/regional/2019/03/16/viral-di-duga-gunakanhp-sambil-di-.... dikunjungi tanggal 26 Mei 2019.

Penulis: 
Yunhar Nur Saleh,S.Kep.Ners
Sumber: 
Humas RSJD Babel

Artikel

30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
04/04/2016 | Sri Chandra Dewi, SKM (Perekam Medis)

ArtikelPer Kategori