COVID-19

Baru-baru ini tengah menjadi perhatian mengenai adanya virus baru yang menyerang saluran pernafasan yaitu virus COVID-19. Diketahui virus ini sudah mewabah di Wuhan, China pada bulan Desember 2019. Lalu pada awal Januari ini WHO sudah mengidentifikasi virus tersebut sebagai Novel Coronavirus atau 2019-nCoV kemudian pada Februari WHO mengumumkan nama resmi virus ini adalah COVID-19. Virus corona ini adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan flu biasa hingga penyakit yang seperti MERS atau SARS. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia). Dengan kasus positif mencapai total 108.376, kasus di Indonesia terbesar di Asia setelah India yang mencapai 1,6 juta, Pakistan, lebih dari 278.000, serta Bangladesh lebih dari 237.000 kasus. Di Asia Tenggara, Indonesia mencatat kasus paling tinggi, disusul Filipina lebih dari 85.000, Singapura lebih dari 52.000, Malaysia mendekati 9.000, Thailand 3.000 dan Vietnam yang baru mencatat satu kematian Jumat (31/07).Jumlah pasien meninggal di Indonesia mencapai 5.338 dan pasien sembuh 72.050 dan menjalani perawatan 37.618 orang.Sementara itu, kasus positif dunia mencapai lebih dari 17,3 juta dengan pasien meninggal mendekati 674..000, menurut data dari Johns Hopkins University, Selasa (04/08). Situasi virus corona (Covid - 19 ) khususnya diindonesia per tanggal 09 Agustus 2020 dengan kasus positif 125.396 orang , meninggal 5.723 orang dan yang sembuh 80.952 orang .dan untuk penambahan kasus baru diindonesia per tanggal 09 agustus 2020 sebanyak 1.893 orang. Angka prevalensi atau angka kejadian terjadinya penyebaran COVID-19 khususnya di kepulauan Bangka Belitung ini ter update tanggal 09 Agustus 2020 dengan sebaran perkabupaten / kota proses pemantauan di masing – masing wilayah diantaranya Kota pangkal pinang 27.9 % . Kab.Bangka Induk 30.3 % Kab.Bangka Tengah 8.5 %. Kab.Bangka Barat 10.9 % .Kab.Bangka Selatan 4.5 % Kab.Belitug 11.9 % dan Kab.Belitung Timur 6.0 % Dan untuk berdasarkan umur didaptkan data ter update 09 Agustus 2020 terjadi persentasi paling tinggi pada usia 20-44 tahun dengan jumlah 129 orang. Gejala virus corona dimulai dengan batuk kering dan diikuti dengan gangguan pernafasan.Batuk ini adalah batuk yang terus menerus selama lebih dari satu jam, atau mengalami batuk rejan selama tiga kali dalam periode 24 jam.Biasanya lima hari secara rata-rata bagi orang untuk menunjukkan gejala, kata para ilmuwan, namun bagi sebagian orang gejalanya lebih lambat terjadi. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengatakan masa inkubasi sampai sekitar 14 hari. Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan di Inggris mengatakan mereka mendengar ada gejala lain dari banyak pasien termasuk kehilangan indera penciuman dan perasa.Namun, sebagian yang mengalami batuk pilek juga merasakan hal yang sama, sehingga belum cukup bukti Covid-19 juga mempengaruhi indera perasa. salah satu dari banyak misteri Covid-19 akhirnya terungkap. Para peneliti di Harvard Medical School mengatakan mereka telah menemukan mengapa beberapa orang yang terinfeksi virus corona kehilangan indera penciuman. Gejala, yang disebut "anosmia" oleh dokter, adalah salah satu indikator awal dan paling umum dilaporkan dari viru peneliti lain , Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan. Gejala virus corona Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis."Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas bawah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, yaitu diare," katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa selain gejala umum, seperti demam, batuk, dan letih, pengidap Covid-19 bisa merasakan:

• sakit dan nyeri

• tenggorokan sakit

• diare

• mata merah

• pusing

• kehilangan daya penciuman dan rasa

• ruam pada kulit, atau pudarnya warna kulit pada jari tangan atau kaki Pencegahan Virus Corona (COVID-19) Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19.

Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:

• Terapkan physical distancing, yaitu menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan jangan dulu ke luar rumah kecuali ada keperluan mendesak.

• Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian, termasuk saat pergi berbelanja bahan makanan.

• Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%, terutama setelah beraktivitas di luar rumah atau di tempat umum. • Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.

• Tingkatkan daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat. • Hindari kontak dengan penderita COVID-19, orang yang dicurigai positif terinfeksi virus Corona, atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau pilek.

• Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah. • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan, termasuk kebersihan rumah. Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu: • Lakukan isolasi mandiri dengan cara tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.

• Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan. • Bila ingin ke rumah sakit saat gejala bertambah berat, sebaiknya hubungi dulu pihak rumah sakit untuk menjemput. • Larang orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.

• Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit. • Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.

• Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain. • Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah. Lalu apa yang harus dilakukan pada tahap ini?

Mengutip Boldsky, berikut pedoman penanganan pasien virus Corona yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

1. Langkah jika terpapar Covid-19? Pantau semua gejala Covid-19. Anda harus memeriksa suhu tubuh setiap hari. Segera mencari bantuan medis jika penyakit memburuk.

2. Apa yang harus dilakukan jika tinggal bersama orang terjangkit Covid-19? Bersihkan semua permukaan yang disentuh, seperti gagang pintu, meja, telepon, toilet, perlengkapan kamar mandi, tablet, dan meja samping tempat tidur setiap hari. Bersihkan permukaan yang mungkin memiliki cairan tubuh atau darah di atasnya. Cuci pakaian sampai bersih.

3. Bagaimana cara saya merawat orang yang sakit Covid-19? Jika Anda merawat seseorang yang dicurigai atau terpapar virus Corona, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Upayakan tubuh tidak sakit dan pastikan rumah terbebas dari kuman. Orang yang sakit harus diisolasi di rumah. Simpan pasien di ruangan yang berventilasi baik. Batasi pergerakan pasien di rumah dan minimalkan ruang bersama. Bersihkan pakaian pasien, sprei, handuk dengan sabun cuci atau deterjen, dan keringkan sampai bersih. Gunakan tempat tidur yang bersih untuk pasien. Peralatan makan pasien harus dibersihkan dengan sabun dan air setelah digunakan. Masker medis harus diberikan kepada pasien untuk mengandung sekresi pernapasan. Itu harus dipakai setiap hari dan dibuang. Jika pasien tidak dapat memakai masker medis, gunakan sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung. Setelah penggunaan, cuci saputangan setiap hari dengan sabun atau deterjen dan air. Jangan menggunakan kembali masker dan sarung tangan pasien. Sarung tangan dan masker pasien harus dibuang ke tempat sampah dengan penutup di kamar pasien.

4. Apakah anggota keluarga berisiko tertular infeksi Covid-19 dari saya? Untuk mencegah risiko penyebaran virus ke keluarga, jaga jarak dengan memisahkan diri dari anggota keluarga dan hewan yang tinggal di rumah. Hindari kontak dekat dan jangan berbagi makanan, peralatan, piring, minuman, handuk, dan linen tempat tidur dengan mereka. Kenakan masker wajah sepanjang hari dan cuci tangan sesering mungkin.

5. Bagaimana cara lain untuk melindungi keluarga dari kontak dengan pasien Covid-19? Anggota keluarga harus tinggal di ruangan yang berbeda. Jika tidak memungkinkan, pertahankan jarak dua meter dari orang yang sakit. Satu anggota keluarga yang dalam kesehatan baik harus merawat pasien. Lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah merawat pasien, terutama saat menyiapkan makanan, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet.Gunakan tisu untuk mengeringkan tangan setelah mencucinya. Pengasuh harus mengenakan masker saat merawat pasien. Setelah penggunaan, lepaskan masker dengan melepaskan ikatan tanpa menyentuh bagian depan topeng. Segera cuci tangan dengan sabun dan air. Bersihkan dan disinfeksi permukaan, permukaan kamar mandi dan toilet setidaknya sekali sehari. Kenakan masker dan sarung tangan saat membersihkan permukaan atau menangani pakaian atau tempat tidur pasien. Permukaan yang kotor dengan sekresi pernapasan atau cairan tubuh lainnya harus dibersihkan dengan sabun atau deterjen dan air, lalu disinfektan dengan pembersih rumah tangga biasa.

6. Berapa lama harus menjalani masa karantina mandiri? Umumnya 14 hari. Pasien Covid-19 harus tetap dalam karantina sendiri sampai risiko penularan sekunder ke orang lain dianggap rendah. WHO merekomendasikan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah untuk tetap dalam isolasi sendiri sampai mereka dinyatakan negatif. Tes itu menggunakan tes PCR yang dilakukan dua kali dari sampel. Itu dikumpulkan setidaknya 24 jam terpisah. Pasien disarankan untuk tinggal sendiri selama dua minggu setelah gejala sembuh.

7. Langkah yang harus diambil jika keluarga pasien melakukan kontak langsung dengan pasien Beri tahu dokter atau penyedia layanan kesehatan, jika menunjukkan gejala terjangkit virus Corona. Kalau bepergian ke rumah sakit mengenakan masker. Ketika berada di rumah sakit, jaga selalu kebersihan tangan, kesehatan pernapasan, dan jarak jarak minimal dua meter dengan orang lain.

Penulis: 
Etriyuna.S.Kep.,Ns.
Sumber: 
PERAWAT RSJD

Artikel

ArtikelPer Kategori