ARTIKEL PEMULIHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA SEPANJANG HIDUP

Perputaran dunia takkan terhenti hingga berakhirnya kehidupan yang ada. Perputaranya tak lepas dari perubahan kehidupan para penghuninya yang berubah setiap waktu dan masa. Pola dan perilaku yang berbeda ditimbulkan di setiap cerita generasi kehidupan. Manusia yang merupakan salah satu penghuni berpengaruh dalam kehidupan di dunia ini. Ia bak penguasa di muka bumi, menggunakan apa yang dia miliki menjadikan senjata ampuh untuk menguasai kehidupan yang ada. Seyogyanya manusia diciptakan untuk menjaga bumi yang ditempatinya beserta isinya, namun karna sikap dan perilaku manusia yang tak terkendaliakan menjadikan sebagian manusia menghancurkan bumi yang indah ini. Tak cukup hanya disitu bahkan tak sedikit manusia yang menghakimi manusia yang lainya demi memenuhi hasrat hidupnya. Mejadikan manusia lain untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan dan kepuasanya, tanpa memperdulikan apa yang terjadi pada manusia yang ia hakimi. Salah satunya para korban Penyalahgunaan NAPZA yang terbelenggu kehidupanya dengan ketidak pastian penyelamatanya. Hal ini diakibatkan sebaian manusia yang mengharapkan kebahagian hidupnya dengan mengorbankan kehidupan orang lain. Para Penyalahgunaan NAPZA khususnya pengedar mencetuskan korban-korban baru, yang setiap tahunya mengalami peningkatan bahkan, tak hanya pada usia remaja dan dewasa saja anak-anak pun tak luput dari sasaran para pengedar. Hanya demi mendapatkan keutungan dan kepuasan diri menjadikan generasi kehidupan dalam keprihatinan, bahkan dalam tahap kehancuran. Jumlah pengedar dimuka bumi ini tak sebanyak orang yang menghawatirakannya namun tak mudah untuk mengatasinya karena, pengedaranya melibatkan semua unsur elemen dan tatanan kehidupan. Masyarakat, pemerintah, penegak hukum, pemuka agama dan semua manusia tanpa melihat jenis dan usia dapat terlibat didalamnya. Pengedaran NPZA kini menjadi momok bagi kehidupan manusia diseluruh muka bumi. Ketakutan ini bukan tanpa alasan, karna dampak Penyalahgunaan NAPZA bukan hanya mengakhiri hidup pengunanya saja melaikan dapat merusak tatanan kehidupan yang ada. Dampak yang ditimbulkan dapat merubah perilaku seseorang menjadi tidak terkendali sehingga dapat mengganggu kehidupan yang lain. Manusia yang tidak dapat menggendalikan diri saat menggunaka NAPZA akan berperilaku melebihi tingkah hewan, dapat dibayangkan apa yang terjadi pada diri maupun kehidupan disekitarnya. Orang yang pernah menyalahgunakan NAPZA perjalanan hidupnya ibarat, orang yang berjalan ditanah yang licin sewaktu-waktu bisa terpeleset bahkan terjatuh. Dengan membangun jalan aspal kehidupan yang dibentuk dari keinginan yang kuat ditambah dukungan yang baik, terkadang tak cukup untuk mengantarkan perjalanan penyalahgunaan NAPZA dengan selamat. Jalan yang telah kokoh sewaktu-waktu dapat berlubang dan hancur, tergantung dari kualitas bangunan jalan dengan besarnya kendaraan yang melintas. Dalam artian kehidupan Penyalahgunaan NAPZA riskan untuk kembali menggunakan NAPZA walaupun ia sudah dinyatakan pulih. Terlebih semakin besar rangsangan yang datang menerpa ketimbang dukungan yang didapat, oleh karena itu PR korban dan seluruh yang peduli dengan Penyalahgunaan NAPZA tak kan berakhir selama ada NAPZA di dunia. Dampak yang menakutkan dan sulitnya mengatasi setelah terjerat NAPZA, mendorong semua elemen kehidupan untuk mengatasi peningkatan pengedarannya dan jumlah penyalahgunaanya. Hal ini lah yang menjadi tantangan bagi setiap insan yang ingin terbebas dari belenggu dan jeratan NAPZA. Baik yang belum terjerumus dalam lubang Penyalahgunaan NAPZA maupun yang sudah berada didalamnya, akan berlomba untuk menghindarinya. Segala upaya akan dilakukan setiap insan agar terhindar dan terlepas dari jeratan penyalahgunan NAPZA. Untuk mengatasi pengedaranya butuh adanya kerjasama yang baik dan kesungguhan yang kuat dari seluruh elemen yang ada, tanpa terkecuali. Walaupun sulit tidak ada salahnya untuk selalu mencoba mengatasinya, yang terpenting adanya keinginan bersama dalam memberantasnya. Tidak hanya pengedaran yang jadi perhatian para korban mesti jadi agenda dan perhatian khusus. Para korba takan mampu mengatasinya sendiri, mereka memerlukan uluran tangan dari semua yang perduli kepada mereka. Upaya demi upaya tidak hanya ditujukan pada pemberantasan dan penyembuhan namun pada pencegahan tah hayal pentingnya. Bagi yang tidak terpengaruh atau belum menyalahgunakan NAPZA akan berusaha keras meningkatkan benteng pertahanan diri agar tak terjamah oleh kegananasan penyalahgunan NAPZA. Dengan lebih berhati-hati dalam bergaul, serta meningkatkan keimanan diri dalam menjalani kehidupan diharapkan menjadi benteng utama terhidar dari derasnya peredaran NAPZA. Dengan cara ini disadari tidak cukup karna akan adanya kemunculan pengedaran NAPZA dengan takterduga setiap waktunya. Perlu adanya dukungan yang baik dari sekitar, serta adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang NAPZA, terutama dengan perubahan dan perkembangan jenis dan model NAPZA. Bila hal ini dilakukan dengan baik dan kesungguhan dapat mengurangi resiko melakukan penyalahgunaan NAPZA. Bagi yang telah menyalahgunaan NAPZA, terutama yang telah menyadari ketidak baikanya pada dirinya akan melakukan pembebasan diri dari ikatanya. Segala upaya dan usaha tentunya akan menjadi agenda utama demi terbebas dan terselamatkan dari amukan dan keganasan dampak Penyalahgunaan NAPZA. Bukan hanya individu semata yang berupaya namun orang tua atau orang disekitar penyalahguna NAPZA yang peduli akan berusaha untuk membantu membebaskan belenggu yang ada. Bahkan pemerintahan dimana Penyalahgunaan NAPZA berada pun akan ikut serta membantu. Pembentukan atau penyediaan tempat Rehabilitasi Penyalahgunaan NAPZA merupakan salah satu trobosan yang dilakukan pemerintahan dalam membantu penanganan Penyalahgunaan NAPZA. Di Indonesia penyelamatan bagi korban Penyalahgunaan NAPZA dilakukan dengan penyediaan Rehabilitasi medik dan Rehabilitasi sosial. Penyediaan Rehabilitasi bagi korban Penyalahgunaan NAPZA bertujuan untuk menyelamatkan kelangsungan hidup para korban agar dapat hidup produktif dikemudian hari. Terlebih para korban terbanyak penyalahguaan NAPZA para generasi muda, bila tidak dilakukan penangan yang serius makan tidak tahu apa yang terjadi dengan negri ini. Maka penting adanya kerjasama yang baik antara penyalahguna Napza, keluarga, pemerintah, masyarakat serta semua elemen yang ada di Negri ini untuk, saling bahu-membahu mengatasi serta membantu setiap insan yang mengalami Penyalahgunaan NAPZA. Agar mereka menyadari dan mau untuk melakukan perubahan pada dirinya. Dengan dukungan yang baik diharapkan, korban penyalahgunaan NAPZA mau mengambil sikap untuk meninggalkan rutinitas menggunakan NAPZA. Menggambil sikap mencari pertolongan dengan mendatangi pihak terkait yang dapat memberikan bantuan pertolongan, baik swasta maupun negeri. Kesediaan dari diri korban mendatangi penyedia fasilitas pemulihan bagi Penyalahgunaan, merupakan titik awal yang baik menuju perubahan. Dengan ditambah dukungan keluarga dan orang-orang terdekat, serta penyediaan tempat pemulihan yang memadai memungkinkan korban untuk pulih dan bangkit semakin besar. Kesediaan korba akan sangat membantu penyedia pelayanan dalam memberikan terapy, serta dampak terapi yang didapat pun akan berupa dampak yang positif. Semangat yang kuat ditambah dukungan yang baik memang, sangat membantu korban dalam pemulihan baik saat menjalani pemulihan di sarana maupun setelah keluar dari sarana. Untuk pemulihan para korban tidak cukup hanya disarana penyedia pemulihan namun seumur hidup korban, maka butuh kesungguhan yang kuat baik dari korban maupun semua yang peduli dengan korban. Para korban tidak dapat dinyatakan pulih dengan ukuran waktu, melaikan dengan akhir hidup korban. Selama korban menjalani hidup selama itu korban masih punya peluang yang sama untuk terjatuh kembali menyalahgunakan NAPZA. Jangan merasa puas setelah menjalani pemulihan dan lamanya waktu untuk tidak melakukan penyalahgunaan NAPZA. Selalu berusaha untuk selalu meningkatkan kammpuan diri dalam menghindari dan menjahui NAPZA. Mengatasi korban penyalahgunaan NAPZA ibarat membuat sebuah bangunan dan merawat bangunannya. Ketika membuat sebuah bangunan yang kokoh, membangunya dengan bahan yang baik dan berkualitas agar mendapatkan hasil yang maksimal. Sekokoh apapun bangunan yang terbangun tidak akan tetap berdiri bila tidak dilakukan perawatan yang baik. Begitulah para korban penyalahgunaan NAPZA karena riskanya berulang maka perlu adanya peningkatan pembenahan diri dan peningkatan dukungan yang baik hingga akhir hayat.

DAFTAR PUSTAKA

Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesi Nomor 3 Tahun 2012 tentang Standar Lembaga Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif Lainya. Prabowo, 2017.

Asuhan Keperawatan Jiwa. Semarang: Universitas Diponegoro Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Tentang Narkotika. Jakarta

Penulis: 
MARDIAH, AMK
Sumber: 
Perawat RSJD

Artikel

26/09/2020 | GITTA RISKIKKA S.Farm,. Apt
26/09/2020 | Liya Anggraini,S.Kep.,Ns.
07/09/2020 | Rakhmawati Tri Lestari, S. Psi., M.Psi
30/06/2016 | Wieke Erina Ariestya, S.Kep.Ners
02/02/2017 | Muhammad Isnaini.S.Kep
14/11/2015 | Sri Ayu Indayani, S. Farm., Apt
16/11/2017 | Syafri Rahman,AMK

ArtikelPer Kategori